Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus
Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 1516 kali Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Permasalahan pemotongan bonus mitra Go-Jek memasuki babak baru. Para driver Go-Car Pekanbaru berencana menggelar demo besar-besaran menolak pemotongan tersebut. Namun pihak PT Go-jek Indonesia berdalih pemotongan dilakukan demi kelangsungan bisnis dan kesejahteraan mitra.


Belum ada kejelasan dari perusahaan aplikasi transportasi online itu atas tuntutan para driver Go-Car. Namun, PT Go-Jek Indonesia berupaya membujuk mitra mereka untuk tidak melaksanakan aksi bertepatan dengan pembukaan ajang Asian Games pada 18 Agustus mendatang.


Micheal Say berharap para mitra tetap fokus bekerja nafkah untuk dirinya maupun keluarga.
“Kami harapkan tidak ada aksi dan keributan-keributan, ketika ajang Asian Games, “ ujar Michael Say dalam kegiatan program Go-Jek Swadaya di salah satu hotel di Pekanbaru, Kamis (9/8).


Ia mengaku pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi dengan para mitra. Proses mediasi masih terus berjalan dan pihaknya selalu siap melakukan diskusi  terkait persoalan kesejahteraan mitra Go-Jek.


“Kami terbuka untuk berdiskusi terkiat tentang kesejahtera. Program Go-jek Swada bukan untuk merendam. Kami sudah meluncurkan sejak dua tahun lalu,” sebutnya.


Mengenai kebijakan pemotongan bonus disampaikannya, semua kebijakan yang diambil PT Go-Jek telah melalui pembahasan matang dan mempertimbangkan sejumlah aspek. Selain itu, demi keberlangsungan para mitra dalam bersaing di pasaran “Kebijakan-kebijakan yang dilakukan demi keberlangsungan pendapatan, bukan hanya dari segi bisnis. Justru keberlangsungan mitra itu sendiri biar berkompetisi dengan pasar,” tambahnya.


Di mana, pihaknya sebagai apliktor bertugas terus memberikan pendapatan bagi para mitra. Lalu menciptakan permintaan yang lebih banyak lagi.


“Kalau kita berkompetisi di pasar harus lihat supply and demand. Tugas kami sebagai aplikator terus memberikan pendapatan ke mitra dan kedua adalah menciptakan demand lebih banyak lagi,” imbuh Michael.


Mengenai masalah kesejahteraan, dia menyebutkan, pihaknya berupaya menciptakan demand yang lebih banyak. Sehinga mitra ditekan dengan biaya operasional yang semakin sedikit.(rir)
KOMENTAR
Berita Update
Berlakukan Standardisasi Digitalisasi Nozzle
Cegah Praktik Curang SPBU
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:50 wib
Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari

Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:49 wib
Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:36 wib
Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:00 wib

LAMR Kota Dumai Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:51 wib
Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai

Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:47 wib
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Napi Kabur di Rumah Sakit
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:30 wib

ACE Hardware Panam Tawarkan Promo Time for Aceventure
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:24 wib

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 wib

Hari Ini, 54 Komisioner Bawaslu Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Mahasiswa Ciptakan Gelang Antibegal

Senin, 30 Juli 2018 - 12:21 WIB

 Samsung Patenkan Smartphone Lipat

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:30 WIB

Oppo Klaim Kamera Find X Kuat 4 Tahun

Minggu, 22 Juli 2018 - 12:27 WIB

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi

Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 WIB

Simak! Ini Kata Kemenkominfo Terkait Pencabutan Pemblokiran Tik Tok
Sagang Online
loading...
Follow Us