Alasan Bisnis, Go-Jek Tetap Potong Bonus
Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:30 WIB > Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Permasalahan pemotongan bonus mitra Go-Jek memasuki babak baru. Para driver Go-Car Pekanbaru berencana menggelar demo besar-besaran menolak pemotongan tersebut. Namun pihak PT Go-jek Indonesia berdalih pemotongan dilakukan demi kelangsungan bisnis dan kesejahteraan mitra.


Belum ada kejelasan dari perusahaan aplikasi transportasi online itu atas tuntutan para driver Go-Car. Namun, PT Go-Jek Indonesia berupaya membujuk mitra mereka untuk tidak melaksanakan aksi bertepatan dengan pembukaan ajang Asian Games pada 18 Agustus mendatang.


Micheal Say berharap para mitra tetap fokus bekerja nafkah untuk dirinya maupun keluarga.
“Kami harapkan tidak ada aksi dan keributan-keributan, ketika ajang Asian Games, “ ujar Michael Say dalam kegiatan program Go-Jek Swadaya di salah satu hotel di Pekanbaru, Kamis (9/8).


Ia mengaku pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi dengan para mitra. Proses mediasi masih terus berjalan dan pihaknya selalu siap melakukan diskusi  terkait persoalan kesejahteraan mitra Go-Jek.


“Kami terbuka untuk berdiskusi terkiat tentang kesejahtera. Program Go-jek Swada bukan untuk merendam. Kami sudah meluncurkan sejak dua tahun lalu,” sebutnya.


Mengenai kebijakan pemotongan bonus disampaikannya, semua kebijakan yang diambil PT Go-Jek telah melalui pembahasan matang dan mempertimbangkan sejumlah aspek. Selain itu, demi keberlangsungan para mitra dalam bersaing di pasaran “Kebijakan-kebijakan yang dilakukan demi keberlangsungan pendapatan, bukan hanya dari segi bisnis. Justru keberlangsungan mitra itu sendiri biar berkompetisi dengan pasar,” tambahnya.


Di mana, pihaknya sebagai apliktor bertugas terus memberikan pendapatan bagi para mitra. Lalu menciptakan permintaan yang lebih banyak lagi.


“Kalau kita berkompetisi di pasar harus lihat supply and demand. Tugas kami sebagai aplikator terus memberikan pendapatan ke mitra dan kedua adalah menciptakan demand lebih banyak lagi,” imbuh Michael.


Mengenai masalah kesejahteraan, dia menyebutkan, pihaknya berupaya menciptakan demand yang lebih banyak. Sehinga mitra ditekan dengan biaya operasional yang semakin sedikit.(rir)
KOMENTAR
Berita Update

Ada Kalajengking di Kabin Pesawat, Begini Respons Lion Air
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:45 wib

Bandara Internasional Supadio Ditutup Sementara
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:42 wib

45.779 Honorer K2 Resmi Melamar PPPK
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:39 wib

Inalum Pasok Bahan Baku Velg
Minggu, 16 Februari 2019 - 14:41 wib

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Minggu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Cari Berita
Teknologi Terbaru
Sensor Baru Lebih Canggih

Minggu, 10 Februari 2019 - 11:21 WIB

Bandara Juanda Surabaya Ditutup Sementara Waktu

Kamis, 07 Februari 2019 - 21:07 WIB

Kecepatan Internet di Indonesia Paling Lemot di Dunia

Minggu, 03 Februari 2019 - 21:09 WIB

Karyawan RAPP Siap Masuki Era Industri 4.0

Senin, 14 Januari 2019 - 10:15 WIB

Pastikan X-ray Berfungsi dan Wartelpas Digunakan

Rabu, 02 Januari 2019 - 13:08 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini