Depan >> Berita >> Riau >>
Sekolah Swasta Protes PPDB
Disdik Dinilai Langgar Aturan
Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 365 kali Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Sekolah swasta ramai-ramai protes kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2018. Disdik dinilai melanggar Peraturan Menteri Nomor 7/2017 terkait sistem PPDB. Di mana SMP negeri di Pekanbaru diperbolehkan menambah peserta didik baru melebihi kapasitas sesuai ketentuan.


Kebijakan Disdik yang menambah kuota PPDB di SMP negeri  telah menyebabkan tingkat PPDB di SMP swasta di Kota Pekanbaru tahun ini turun. Disebutkan, tidak ada SMP swasta yang mencapai target penerimaan. Bahkan ada sekolah yang nol alias tidak ada menerima peserta didik baru.


Adanya protes sekolah swasta ini terungkap dalam rapat MKKS SMP swasta se-Kota Pekanbaru, Kamis (9/8) di ruang pertemuan SMP Al Azhar Sifa Budi Pekanbaru. Rapat dipimpin Ketua MKKS SMP Swasta se-Kota Pekanbaru Firnando SPd, Wakil Ketua Syarul Pahdila SPd dan Kurtubi SAg, serta Sekretaris Aldian MPd.


“Kami makin prihatin tahun ini. Sebenarnya SMP swasta tahun kemarin sudah komplain. Yaitu masalah PPDB yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pekanbaru. Tahun 2018 ini lebih jelek lagi dari tahun kemarin. Sebagai contoh, dalam Permen Nomor 17/2017, satu rombongan belajar (kelas, red) itu maksimal 32 pelajar. Kemudian daya tampung sekolah ditetapkan oleh perwako. Kenyataannya, tahun ini SMP negeri rata-rata lebih dari 40 (pelajar per kelas, red),” ujar Ketua MKKS SMP Swasta Kota Pekanbaru Firnando SPd kepada Riau Pos.


Tak hanya itu, daya tampung sekolah yang ditentukan dalam perwako ternyata banyak yang diubah dengan cara penambahan. Penambahannya ada yang satu kelas dan dua kelas. “Kami mendukung Dinas Pendidikan jika tambahan itu hanya untuk anak-anak tempatan saja yang masuk dalam zonasi sekolah ditambah anak kurang mampu,” katanya.


Ia menyebutkan, dari 7.000 daya tampung sekolah swasta, tahun ini yang masuk ke swasta hanya sekitar 3.600-an. ‘’Bahkan ada sekolah swasta yang nol daya tampungnya tahun ini,’’ sebut Firnando.


Ia berharap masalah ini mendapat perhatian dari Pemko Pekanbaru mengingat sekolah swasta adalah mitra pemerintah dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. “Saya minta kepada Dinas Pendidikan agar sistem zonasi ini harus didata benar-benar. Mana yang terdekat dengan sekolah, itulah yang diterima. Jangan sampai rumahnya yang dekat sekolah, sekolahnya jauh. Oleh karena itu saya mengimbau kepada pihak terkait agar PPDB tahun depan lebih baik,” katanya.


Tak cukup sampai di situ, Fernando juga menyebutkan, pihaknya telah membuat surat sebagai bentuk protes atas kebijakan Disdik Pekanbaru tersebut yang akan disampaikan kepada Kemendikbud.


“Pihak kepala sekolah negeri tolonglah dipatuhi Permen Nomor 17/2017  tentang sistem PPDB. Kami juga sudah membuat surat dan segera dikirim ke Kemendikbud sebagai bentuk protes. Mudah-mudahan Kemendikbud bisa tegas,” harapnya.


Dikonfirmasi terkait protes sekolah swasta itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Muzailis mengatakan, kondisi yang dialami sekolah swasta ini akan menjadi perhatian pihaknya. Namun ia tak bisa menyalahkan masyarakat yang lebih banyak memilih sekolah negeri karena gratis.


“Yang dipilih utamanya kan sekolah negeri. Ya, tentu kami maksimalkan dulu di sekolah negeri. Kalau masih ada anak-anak kurang mampu atau penduduk setempat yang berada di zona dan belum tertampung, tentu kami tampung (di sekolah negeri, red),” ujar Muzailis.


Terkait ada sekolah swasta yang tidak mendapatkan peserta didik baru tahun ini, ia katakan perlu disikapi dengan sisi kesiapan fasilitas sekolah. “Nah, kalau ada sekolah swasta yang sampai kosong, ya berarti sekolah itu tidak bisa berkompetisi. Masyarakat juga menilai sekolah mana yang bermutu. Kalau mereka fasilitasnya lengkap, guru-gurunya profesional didukung dengan fasilitas yang memadai, tentu akan dipilih masyarakat. Jadi jangan asal berdiri saja sekolah swasta,” ulasnya.(ilo)


(Laporan Joko susilo, Kota)
KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:00 WIB

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T

Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:43 WIB

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:32 WIB

Bupati Tinjau Korban Banjir

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini