Serba-serbi Memberi ASI pada si Kecil
Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:30 WIB > Dibaca 483 kali Print | Komentar
Serba-serbi Memberi ASI pada si Kecil
dr.LUCIANA INTANTI.SpA.eps
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SETIAP wanita yang melahirkan diberi karunia memiliki ASI. Oleh karena itu sebaiknya susui si kecil sesegera mungkin setelah dilahirkan. Frekuensi menyusui yang sering dapat meningkatkan produksi ASI, mencegah payudara nyeri dan sakit karena penumpukan dan penggumpalan ASI, dan meminimalkan kemungkinan bayi menjadi kuning.

ASI mengandung berbagai nutrisi sempurna yang sangat dibutuhkan untuk bayi dan komposisi berubah sesuai usianya. Nutrisi tersebut selain mengandung aspek gizi juga mengandung zat kekebalan/pelindung. Anda tidak perlu cemas setelah bayi lahir dalam beberapa hari bila ASI belum deras yang berarti bukan berarti bayi Anda kekurangan ASI karena ASI makin banyak kalau dihisap sesering mungkin. Anak Anda selain tumbuh secara fisik juga mengalami perkembangan kecerdasan dan emosi yang tidak kalah penting, bahkan lebih penting adalah perkembangan otak dan pembelajaran keterampilan sosial.

“Memberi ASI berarti memberikan nutrisi terbaik yang sudah dianugerahkan Tuhan. Meminum ASI membuat perkembangan psikomotorik lebih cepat, menunjang perkembangan kognitif, menunjang perkembangan penglihatan, dasar perkembangan emosi yang hangat, dasar perkembangan kepribadian yang percaya diri,’’ ujar Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Panam dr Luciana Intanti SpA kepada Riau Pos, Rabu (8/8).

Payudara wanita hamil berubah selama kehamilan dalam rangka mempersiapkan ASI. Pada pertengahan kehamilan, payudara mulai memproduksi kolostrum (ASI pertama yang akan bayi anda minum pada beberapa hari pertama kehidupannya). Kolostrum mengandung antibodi (pembasmi kuman yang mengalir dari darah Anda ke susu dan kemudian ke bayi Anda). Kolostrum juga mengandung nutrisi, seperti vitamin, protein, dan lemak yang sehat. Kolostrum itu kenal dan kaya. Jadi, bayi hanya memerlukannya dalam jumlah kecil.

Setelah beberapa hari, kolostrum yang berwarna kekuningan lebih banyak susu. ASI mengandung campuran nutrisi yang tepat bagi bayi anda yang sedang tumbuh. Payudara Anda menghasilkan susu sebanyak yang diperlukan bayi Anda. Dengan rutin memberikan ASI eksklusif, bayi akan memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat sehingga bisa menjadi lebih sehat.

ASI eksklusif sebaiknya dilakukan semenjak sang buah hati terlahir hingga usianya mencapai enam bulan. Barulah setelah enam bulan, ASI bisa didampingi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Hal ini dikarenakan pada usia enam bulan hingga satu tahun, ASI hanya mampu mencukupi kebutuhan kesehatan dan tumbuh kembang sang bayi 70 persen saja sehingga memerlukan asupan tambahan. Setelah dua tahun, barulah sang ibu bisa mulai pelan-pelan menghentikan pemberian ASI dan mulai memperkenalkan bayi dengan makanan-makanan yang sehat dan bergizi setiap harinya.

dr Luciana menjelaskan, menempelkan si Kecil di dada memiliki banyak manfaat serta memberi momen berharga untuk menikmati ikatan khusus dengannya, posisi ini juga dapat membantu mengatur suhu tubuh si kecil, mendorong kesiapannya untuk memberi makan setelah terjaga, serta meningkatkan produksi ASI. Posisi yang baik akan membantu memastikan si Kecil menyusu dengan benar dan sering menjadi kunci untuk mendapatkan ASI yang nyaman dan memuaskan.

“Saat Anda memberikan ASI pada si Kecil, gendong dan peluk hangat si kecil,  ajak si kecil bicara atau bersenandung sehingga Anda lebih rileks dan si kecil akan menyusu dengan tenang.

Selain kualitas dan kuantitas ASI, posisi yang benar saat menyusui juga perlu diperhatikan karena turut memengaruhi kecukupan konsumsi ASI si kecil. Ya, saat Ibu menyusui dengan posisi yang benar, ibu dan si kecil akan sama-sama merasa nyaman sehingga durasi menyusui bisa berlangsung lebih lama dan kuantitas ASI yang dikonsumsi si kecil pun lebih banyak,’’ terangnya.

Bagi ibu bekerja, memberikan ASI perah pada si kecil menjadi keharusan. Ada berbagai pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, seperti botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum. Hal ini karena tempat penyimpanan ASI turut memengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

Penyimpanan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan secepatnya, lebih baik dimasukkan ke dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku. ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya.

Perlu diketahui. ASI perah tahan hingga enam jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius, tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam kotak pendingin yang ditambah kantung es (ice pack), tahan sampai lima hari, ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat celcius, ASI perah tahan hingga 6 bulan apabila disimpan di dalam freezer dengan suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah lagi.

Donor ASI
Untuk bisa mendonorkan ASI, seorang wanita harus memenuhi beberapa persyaratan kesehatan yakni bersedia menjalani tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatannya, berada di dalam kondisi kesehatan yang baik, tidak secara teratur mengonsumsi obat-obatan atau suplemen herba (kecuali insulin, hormon pengganti tiroid, vitamin prenatal, nasal spray atau semprotan hidung, inhaler untuk asma, obat tetes mata, salap, produk KB yang mengandung estrogen dalam dosis rendah atau hanya mengandung progestin), ketika mulai memberikan donor ASI, Ibu pendonor juga harus sedang memiliki bayi yang berusia di bawah enam bulan, iika ibu pendonor atau bayi kandung sedang pilek, ibu pendonor tidak boleh memerah ASI untuk donasi sampai mereka pulih, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS, hepatitis, tidak menerima transfusi darah, transplantasi organ atau jaringan.

Seperti susu pada umumnya, ASI yang tidak disimpan atau dibekukan dengan benar bisa menjadi terkontaminasi dan tidak aman untuk diminum. Selain itu, perhatikan pula bahwa kebutuhan gizi tiap bayi bergantung kepada banyak faktor, termasuk usia dan kondisi kesehatan bayi. Oleh karenanya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu tentang pilihan memberikan ASI donor untuk anak.

“Bila setelah berkonsultasi dengan dokter, Anda memutuskan untuk memberi ASI donor kepada buah hati, pastikan ibu pendonor sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan keamanan susunya.’’ tegasnya.

dr Luciana juga mengingatkan, agar proses menyusui ini sukses, perlu dukungan dari suami dan keluarga terdekat yang mendampingi ibu menyusui sangat penting. Saat ibu menyusui sedang lelah, ayah bisa bergantian membantu ibu mengurus si kecil, memberikan kesempatan kepada ibu untuk istirahat yang cukup atau saat si kecil sedang tertidur ayah bisa memberikan pijatan oksitosin kepada ibu agar lebih rileks dan lebih senang, hal ini bisa berpengaruh pada jumlah produksi ASI.***


KOMENTAR
Berita Update
Cinemaxx Living World Hadirkan Dua Gold Studio

Cinemaxx Living World Hadirkan Dua Gold Studio
Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:32 wib

Syahroni Juarai AHM Skill Contest 2018
Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:23 wib
Stok Epliji 3 Kg
Di Pangkalan Kosong, Pengecer Jual Rp 45 Ribu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:02 wib
Donor Darah Karyawan Chevron di Tahun 2018
Sumbang 1.000 Kantong Darah
Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:01 wib

Electronic City Berikan Penawaran Spesial
Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:42 wib

Formappi Sebut Pengelolaan Parpol Amburadul
Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:42 wib
Untuk Bapenda Riau
BRK Serahkan 4 Unit Mobil Samsat Keliling
Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:38 wib

Sudah 741 Kendaraan Terjaring Razia Pajak
Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:36 wib
Dua Kubu Sepakat Anggaran Saksi  Ditanggung APBN

Dua Kubu Sepakat Anggaran Saksi Ditanggung APBN
Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:31 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Imunisasi MR Masih 34,5 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran

Jumat, 05 Oktober 2018 - 16:33 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us