Sudah 4 Kali Panen Sayur, KRPL Makin Dilirik
Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 841 kali Print | Komentar
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) makin dilirik masyarakat Kepulauan Meranti. Apalagi program yang difokuskan untuk merangsang warga agar menanam sayur di pekarangan rumah tersebut sudah mulai terlihat jelas hasilnya.


Seperti yang dilakukan oleh 30 ibu-ibu kelompok Flamboyan di Desa Gotik, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Di desa petani tersebut bahkan anggota kelompok sudah memanen sayur setidaknya empat kali berturut.


Hal ini diungkapkan Ketua Kelompok Flamboyan, Siswati disela-sela panen sayur, Kamis (9/8) kemarin. Bahkan tidak hanya sayuran, kelompok tersebut juga sudah membuat peternakan ayam kampung di lokasi tersebut.


“Ini kali keempat kami panen sayur. Hari ini panen, besok pagi gotong royong lagu untuk membersihkan lahan dan menanam sayuran. Sayur yang dipanen langsung ada yang membelinya,” ujar Siswati.


Saat panen kemarin, mereka langsung dijumpai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Riau, Darmansyah yang ditempati Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti, Jaka Insita.


Bahkan Darmansyah mengaku takjub dengan hasil yang ditunjukkan kelompok tersebut. Sehingga ia meminta program tersebut terus dikembangkan dan ditularkan ke warga lainnya. Dengan begitu kebutuhan akan sayur sudaha tercukupi bahkan bisa menjadi tambahnya penghasilan.


“Kalau di Jawa, IRT disana bisa mendapat Rp1 juta perbulan dari menanam sayur di pekarangan rumah. Kalau disini tentu bisa lebih lagi karena harga sayur lebih mahal. Dan hasil penjualan ini dibelikan bibit lagi agar tidak terputus,” ujarnya.


Ditambahkan Darmansyah, program KRPL di Desa Gogok merupakan salah satu dari 62 KRPL di Riau yang sangat berhasil. Sehingga berikutnya diharapkan bisa berkembang lebih baik lagi. Iapun meminta agar DKPTPP Kepulauan Meranti bisa mencarikan pasar untuk tanaman organik tersebut.


Kepala DKPTPP Kepulauan Meranti, Jaka Insita mengaku jika program KRPL di Meranti ada 6 kelompok. Menurut pemasaran di Meranti tidak sulit karena pangsa pasar cukup besar.(luk)


“Kalau tempat pemasaran terbuka luas. Untuk skala mikro, di Selatpanjang sangat menjanjikan sehingga mudah memasarkannya. Apalagi ini sayur organik yang hanya memakai pupuk kandang,” jelasnya.(luk)

KOMENTAR
Berita Update
Pengrusakan Atribut Partai di Pekanbaru
Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Rabu, 18 Desember 2018 - 17:31 wib

Bupati Imbau Perusahaan Peduli Korban Banjir
Rabu, 18 Desember 2018 - 15:30 wib
Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)

Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD AA (video)
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib
Diskes Temukan 68 Kasus  Penyakit Serang Warga

Diskes Temukan 68 Kasus Penyakit Serang Warga
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:30 wib

Kecelakaan Maut di Pertambangan Cina Dianggap Lumrah
Rabu, 18 Desember 2018 - 14:00 wib
PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan

PBB dan Palestina Minta Bantuan Kemanusiaan
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:44 wib
Jalan Lintas Timur Diberlakukan Buka Tutup
Jembatan Barangan Ambruk
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:37 wib

PT Asuransi Astra Buana Terkesan Dukungan Riau Pos
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelantikan DPC LVRI Siak
Syamsuar Ingatkan Efek Negatif Globalisasi
Rabu, 18 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Pascabanjir, 180 Meter Turap Sungai Tarap Roboh

Selasa, 18 Desember 2018 - 12:04 WIB

Sering Banjir, Jalan  Cipta Karya Berlubang

Selasa, 18 Desember 2018 - 11:45 WIB

Perbaikan Jalan Purnama Dilanjutkan

Selasa, 18 Desember 2018 - 11:35 WIB

Aliran Air Tak Jelas

Selasa, 18 Desember 2018 - 11:00 WIB

Gubri Belum Miliki Solusi Hindari Banjir

Selasa, 18 Desember 2018 - 09:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini