JCH Nonkuota Telantar di Bandara
Kamis, 09 Agustus 2018 - 11:18 WIB > Dibaca 2691 kali Print | Komentar
JCH Nonkuota Telantar di Bandara
MADINAH (RIAUPOS.CO) – Kementerian Agama (Kemenag) berkali-kali mengimbau agar warga Indonesia mendaftar haji melalui jalur resmi. Namun, tidak sedikit yang tetap memilih jalur furoda alias nonkuota. Akibatnya, ketika terjadi masalah di Arab Saudi, tidak ada pihak yang bertanggung jawab. Itu pula yang terjadi pada dua jamaah calon haji (JCH) yang berangkat melalui jalur nonkuota, Jumailiah, (60) dan Mariana (78). Dua JCH itu kemarin telantar di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Mereka bingung karena ditinggal rombongan yang sudah berangkat ke Makkah.

’’Aduh Pak, tolong, bagaimana nasib saya ini,” rengek Jumailiyah.

Dia mengaku tiba di bandara dengan maskapai Saudi Arabia Airlines pada Rabu (8/8) pagi. Kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Jumailiyah mengaku berangkat bersama dua orang lain dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa malam (7/8). Ia diantar keponakannya yang mendaftarkan Jumailiyah melalui jalur haji nonkuota.

Petugas haji lantas memeriksa visa milik Jumailiyah. Di situ tertulis keterangan bahwa Jumailiyah datang ke Tanah Suci dengan status sebagai “tamu kerajaan”. Dalam visa itu tercantum biaya senilai 6.600 riyal atau sekitar Rp26 juta. Jumailiyah mengaku berasal dari Desa Robatal, Sampang, Jawa Timur.  Alamat paspornya didaftarkan di Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Surabaya. Namun, dia tidak tahu secara detil proses pendaftaran hajinya.  ’’Saya ndak tahu bagaimana, saya didaftarkan keponakan,” katanya seraya menambahkan dia tak memiliki dana untuk berangkat haji.

Lain lagi pengakuan Mariana. Dia mengaku semula ditemani anak kandungnya. Namun, kata dia, ketika turun dari pesawat, sang anak malah meninggalkan mereka di Bandara Jeddah. ’’Terus ibunya dititipkan ke saya,” kata Jumailiyah.

Sayang, Mariana tak mampu berkomunikasi dengan baik. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Mariana mengatakan, semua keperluan hajinya diurus oleh anaknya. Berdasarkan visanya, diketahui bahwa ia berangkat dengan paspor keluaran kantor imigrasi Jakarta.  ’’Saya mau pulang saja, tolong antar ke rumah saya di Pasar Kemis,” rengek Mariana lagi.


KOMENTAR
Berita Update

Peringati HUT Riau dan RI
Senin, 20 Agustus 2018 - 17:01 wib
Pengedar Sabu di Bangun Jaya Ditangkap

Pengedar Sabu di Bangun Jaya Ditangkap
Senin, 20 Agustus 2018 - 17:00 wib

SMAN 4 Pekanbaru Salurkan Bantuan Bencana Gempa Lombok
Senin, 20 Agustus 2018 - 16:49 wib

Al Izhar School Peringati HUT RI
Senin, 20 Agustus 2018 - 16:03 wib

Riau Ikut “Berjuang” di Asian Games
Senin, 20 Agustus 2018 - 16:00 wib
Lombok Gempa Lagi, 1 Orang Meninggal

Lombok Gempa Lagi, 1 Orang Meninggal
Senin, 20 Agustus 2018 - 15:46 wib
Kinerja Wilayah Pekanbaru Lampaui Target
Bazar Murah BFI Finance Meriah
Senin, 20 Agustus 2018 - 15:35 wib
Hari ini, Brigjen Widodo Eko Resmi Jabat Kapolda Riau

Hari ini, Brigjen Widodo Eko Resmi Jabat Kapolda Riau
Senin, 20 Agustus 2018 - 15:30 wib
Mencapai 140 Hotspot di Riau

Mencapai 140 Hotspot di Riau
Senin, 20 Agustus 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Lombok Gempa Lagi, 1 Orang Meninggal

Senin, 20 Agustus 2018 - 15:46 WIB

Pemeran Jokowi Dilakukan Stuntman Thailand

Senin, 20 Agustus 2018 - 12:40 WIB

Cadangan Devisa Terus Menurun

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 15:48 WIB

DPR Fasilitasi Keluhan Industri Fintech

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 14:47 WIB

BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:28 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us