Semester Pertama Penjualan Isuzu D-Max Melonjak 21 Persen
Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:12 WIB > Dibaca 372 kali Print | Komentar
Semester Pertama Penjualan Isuzu D-Max Melonjak 21 Persen
(INTERNET)
SERPONG (RIAUPOS.CO) – Penjualan D-Max, mobil pick up 4x4 dari Isuzu, melonjak signifikan seiring membaiknya harga komoditas tambang dan perkebunan. Lonjakan penjualan Isuzu D-Max lebih tinggi dari peningkatan penjualan mobil segmen PU 4x4 secara nasional. Berdasarkan data Gabu­ngan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester pertama tahun ini atau dari Januari hingga Juni 2018, penjualan mobil pick up 4x4 mencapai 8.336 unit atau naik 15 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 7.197 unit. Penjualan D-Max sepanjang semester pertama 2018 mencapai 232 unit atau naik 21 persen dari tahun lalu yang sebesar 192 unit.

“Jika dilihat dari growth yang lebih tinggi dari pasar itu, jelas sekali D-Max bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” ujar Chief Executive Officer PT Astra International Tbk–Isuzu Head Office Rahmat Samulo di sela-sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD Serpong, Tangerang, Banten dalam rilisnya, Rabu (8/8).

Ia menjelaskan, konsumen ter­besar D-Max adalah korporat yang bergerak di industri tambang dan perkebunan. Saat ini, 59,1 persen pasar potensial D-Max ada di lima area yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan sisanya di DKI. Area itu adalah daerah penghasil komoditas tambang dan perkebunan sawit.

Menurut Samulo, spesifikasi D-Max cocok untuk berbagai kondisi medan, bahkan kondisi jalan yang sangat buruk. Sistem penggerak empat roda D-Max sa­ngat mumpuni jika melewati jalan berlumpur dan kondisi ekstrem. Makanya, di daerah pertambangan dan perkebunan, D-Max laku keras. Menurut Marketing Division Head Astra Isuzu, Andy Dwi Zatmoko, kenaikan penjualan D-Max dipengaruhi kenaikan harga komoditas, terutama batu bara. Hal itu terjadi sejak akhir tahun lalu, harga batu bara sudah menyentuh 100 dolar AS per metrik ton.

Menurut Andy, tak hanya karena momentum kenaikan harga komoditas, meningkatnya penjualan D-Max juga karena spesifikasinya yang memiliki keunggulan ketimbang merek lain. D-Max di­perkuat mesin commonrail 4JK1-TC HI dengan 2.500 cc. Mesin ini dilengkapi pompa injeksi bahan bakar dengan kontrol elektronik dan dibalut intercooled turbo chargerand VGS (variable Geometry Systems).

D-Max kuat di medan ekstrem karena didukung torsi maksimal 32,6 kgm dan RPM 1.800-2.800, serta power maksimal 138 PS/3.400 RPM. Dengan mesin commonrail, filter BBM dibuat ganda, sehingga residu solar tersaring dua kali. Makanya, mobil ini cocok dipakai di pertambangan, yang mampu mengakomodasi solar tambang. Dengan cara itu, kotoran di solar tambang bisa dikurangi saat masuk mesin. Selain itu, di ujung injektor dipasang pengeras berupa diamond like carbon, atau lapisan karbon di ujung injektor, sehingga pucuk injeksi tidak kerap buntu. Teknologi ini belum dimiliki pesaing.

Andy menjelaskan, D-Max juga memiliki fitur keselamatan anti-lock braking system (ABS) yang dikombinasikan bersama electronic brake distribution (EBA) dan brake assist (BA). Layaknya mobil berpenggerak 4x4, keduanya memiliki transfer case model putar. Menariknya, transisi dari penggerak roda belakang ke 4x4, bisa dilakukan ketika kendaraan melaju.

Tiga Keunggulan
Samulo melanjutkan, se­suai mobil-mobil keluaran Isuzu lainnya, setidaknya ada tiga keunggulan dasar yang juga dimiliki D-Max yakni irit BBM, mesin bandel, dan nyaman. Keunggulan D-Max lainnya adalah harganya yang jauh di bawah kom­petitor. Sa­at ini D-Max dilego dengan harga Rp343 juta dan Rp431,5 juta untuk tipe single cabin serta Rp471,5 juta hingga Rp520 juta untuk tipe double cabin.

Samulo menambahkan, pihaknya juga memberikan layanan purnajual berkualitas untuk para pembeli D-Max, termasuk mengerahkan tim mekanik untuk konsumen korporat yang daerah operasional mobilnya di area tambang atau di tengah hutan.(rls/kom)
KOMENTAR
Berita Update

AHY Temui UAS di Pekanbaru
Senin, 17 Desember 2018 - 15:17 wib

149 Peserta Ikut Ujian Profesi Advokat
Senin, 17 Desember 2018 - 15:09 wib
Bupati Pimpin Doa Pemberian Gelar Adat Presiden

Bupati Pimpin Doa Pemberian Gelar Adat Presiden
Senin, 17 Desember 2018 - 15:00 wib

Penyeludup Paruh Burung Rangkong Ditangkap
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib
MTQ Tingkat Provinsi Riau
9 Qori Melaju ke Final
MTQ Tingkat Provinsi Riau
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib

Dorong Wisata Olahraga Jadi Iven Tahunan
Senin, 17 Desember 2018 - 14:00 wib
Pelti Siak Agendakan Open Turnamen Tingkat Provinsi
Petenis Bengkalis dan Siak Berbagi Medali
Senin, 17 Desember 2018 - 13:45 wib

Syamsuar Tepuk Tepung Tawar Jokowi
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelaku PETI Garap Lokasi Baru

Pelaku PETI Garap Lokasi Baru
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pemkab Matangkan Rencana Geopark Natuna dari Unesco

Senin, 17 Desember 2018 - 14:08 WIB

Paket Menarik Akhir Tahun di Hotel FOX Harris

Senin, 17 Desember 2018 - 12:00 WIB

Rayakan Puncak HUT Ke-123 BRI

Senin, 17 Desember 2018 - 11:51 WIB

Harga Cabai dan Tomat Stabil

Senin, 17 Desember 2018 - 10:45 WIB

Bank Syariah Mandiri Sediakan Transaksi Hedging

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:09 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us