Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes
Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:00 WIB > Dibaca 729 kali Print | Komentar
Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes
RAPAT: Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin, memberikan penjelasan saat mengikuti rapat dengar pendapat terkait pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) di gedung DPRD Inhil, Senin (6/8/2018).
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Terkait pro dan kontranya pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR), Komisi IV DPRD Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Senin (6/8) petang.


Dari hasil kesepakatan dalam RDP tersebut, imunisasi akan terus berlanjut bagi pemeluk keyakinan non-muslim. Sedangkan penundaan dilakukan terhadap anak-anak pemeluk agama Islam, sambil menunggu diterbitkannya sertifikasi halal dari MUI.


Kesepakatan itu diambil karena simpang-siurnya kandungan yang ada dalam vaksin. Termasuk belum adanya fatwa halal dari pihak berwenang. Oleh karena itu sebagaian kalangan khawatir dengan pemberian vaksin terhadap anak.


Dalam RDP yang dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Herwanisitas, dan dihadiri para anggota dan instansi terkait maka diperoleh kesimpulan bahwa imunisasi MR ditunda terhadap anak yang beragama muslim, namun tidak untuk anak yang non-muslim.


‘’Esensi dari permasalahan ini adalah kehalalan yang terkandung dalam vaksin. Untuk sementara kita tunda dulu bagi yang masyarakat muslim,” tegas Sitas, sapaan akrab Herwanisitas.


Penundaan pemberian vaksin MR bagi anak-anak muslim, dikatakan Herwanisitas, tidak serta merta menghentikan kampanye imunisasi MR sebagai bagian dari sosialisasi oleh pihak pemerintah.


Terkait isu adanya dampak negatif terhadap tubuh anak yang mendapat vaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Zainal Arifin dengan tegas menampik isu yang beredar tersebut. Dia menyimpulkan itu adalah informasi yang tidak benar.


‘’Sampai hari ini kami tidak pernah menerima laporan tentang adanya anak meninggal dan lainnya akibat imunisasi itu,” bantahnya.


Walau demikian, Zainal Arifin meminta kepada orang tua anak yang telah divaksin MR untuk segera melaporkan, jika memang ada keluhan-keluhan terhadap anak. Karena hal itu akan menjadi evaluasi pemerintah.


Dokter spesialis anak, Nur Robbiyah yang turut hadir dalam rapat menyebutkan, imunisasi begitu penting dilakukan. Mengingat pemberian vaksin akan berpengaruh positif terhadap sistem imun atau kekebalan tubuh anak.


‘’Demi mencegah penularan virus tersebut, maka diperlukan pemberian vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga ketika ada virus yang menyerang suatu daerah tidak menjadi sebuah wabah,” tegasnya.


Terkait asal usul vaksin MR, dr Nur Robbiyah mengungkapkan, bahwa vaksin MR diambil dan dibiakkan di embrio ayam. Sebelum menciptakan anti virus atau vaksin MR, virus campak dan rubella yang merupakan makhluk hidup dibiakkan di embrio ayam sebagai media.(ind)
KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Senin, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Senin, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Senin, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Senin, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Senin, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Senin, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Senin, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Senin, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Senin, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Mengapa Khitan Penting?

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:04 WIB

Lakukan Medical Check u p Pranikah

Jumat, 14 Desember 2018 - 15:30 WIB

680 Anak Diimunisasi Ulang

Selasa, 11 Desember 2018 - 11:25 WIB

Anak Selalu Sehat? Kuncinya Ada di Saluran Pencernaan

Minggu, 09 Desember 2018 - 10:56 WIB

Tes Deteksi HIV/AIDS Bisa di 21 Puskemas

Senin, 03 Desember 2018 - 09:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini