Cari Solusi Hambatan Nontarif

Ekonomi-Bisnis | Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:50 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  – Upaya peningkatan perdagangan bilateral tidak lepas dari masalah hambatan tarif dan nontarif. Itulah yang dikeluhkan negara mitra yang hendak bekerja sama dengan Indonesia. Salah satunya adalah Korea Selatan (Korsel). Pemerintah Indonesia berupaya mengakomodasi keluhan tersebut lantaran Korsel mencatatkan perdagangan terbesar ketujuh bagi Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani, keluhan nontariff barrier (NTB) yang datang masih berkisar pada perizinan yang dipandang kurang konsisten. Meski Indonesia sudah mengenalkan OSS (online single submission), adanya sistem itu belum berpengaruh signifikan terhadap asumsi negara mitra terhadap rumitnya investasi di Indonesia. ’’Tarif juga masih terkendala. Nontarif dengan Indonesia, saya melihat kendalanya ya itu, mungkin inkonsistensi regulasi,’’ ujar Shinta, Senin (6/8).

Korea International Trade Association (KITA) menyatakan, minat pengusaha Korea Selatan untuk berinvestasi di Indonesia kerap terganjal pertimbangan bisnis. Di samping isu lambatnya perizinan, investor Korsel mempertimbangkan persaingan yang sangat ketat dengan investor dari Cina dan Jepang.

’’Pada saat memutuskan untuk menanamkan kapitalnya di Indonesia, para investor asal Korea Selatan harus siap bersaing dengan Jepang dan Tiongkok yang eksis lebih dulu,’’ kata Chief Representative KITA Jakarta Center Daniel Kweon.(agf/c14/fal/jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU