Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Minimal Satu Kelurahan Satu TPS
Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:34 WIB > Dibaca 426 kali Print | Komentar
Minimal Satu Kelurahan Satu TPS
SAMPAH: Tumpukan sampah berserakan di pinggir Jalan Rajawali. Kondisi ini terjadi selain kurangnya kesadaran warga, juga diperparah minimnya TPS yang tersedia. (DEFRIZAL/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sikap tegas Pemko Pekanbaru memberi sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan disambut positif. Tapi, pemko juga  diminta memberikan solusi agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Seperti menyediakan minimal satu tempat pembuangan sampah (TPS) di satu kelurahan.

“Pada intinya kami setuju ada penerapan sanksi sesuai Perda Pengelolaan Sampah yaitu denda Rp2,5 juta. Dan tentu kami berharap dengan sanksi itu kesadaran masyarakat ada sehingga tidak lagi membuang sampah sembarangan dan dampaknya dirasakan banyak orang,” ujar anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Herwan Nasri, Senin (6/8).

Hanya saja, disebutkan politisi Golkar ini, penerapan sanksi denda itu tidak diiringi dengan solusi. Solusi yang dimaksudnya adalah, pengadaan TPS di setiap kecamatan. 

“Ini seharusnya dibuat. Minimal satu kelurahan satu TPS. Jadi mestinya juga, sebelum sanksi diterapkan, sarana dan prasarana harus disiapkan dulu. Sehingga  akan lebih baik penerapan dan penegakan perdanya,” kata Herwan Nasri.

Masalah ini disebutkan Herwan menjadi catatan khusus bagi pemko.

 “Jadi ketika dilarang dan warga bertanya di mana buang sampah yang benar? Petugas tinggal menunjuk tempat yang sudah disiapkan,” ulasnya.

Yang terjadi sekarang, menurut Herwan adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih masih kurang. “Karena TPS tak ada, maka ditumpuk di tepi jalan. Ditambah lagi, petugas lambat mengangkutnya. Bahkan ada yang sampai 2-3 hari baru diangkat, seperti di Jalan Duyung. Jadi ini harus bersamaan lah, sesuai dengan petunjuk perda. Ada kewajiban pemko menyiapkan sarana dan prasarana,” terangnya lagi.(gus)
KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 WIB

Jalan Rusak, Siswa  Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 WIB

Tahanan Perambah TNBT Dititipkan ke Polres

Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:58 WIB

Tak Dibantu, Sejumlah Jalur Tetap Berangkat

Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB

Gangguan Jaringan, 17 Jam Layanan Telekomunikasi Terputus
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini