21.358 Anak Telah Divaksin MR
Senin, 06 Agustus 2018 - 20:02 WIB > Dibaca 355 kali Print | Komentar
21.358 Anak Telah Divaksin MR
ZAINI RIZALDY SARAGIH
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kendati menuai polemik di tengah masyarakat, pelaksanaan imunisasi measles rubella (MR) terus berjalan di Kota Pekanbaru. Memasuki hari ketiga, sebanyak 21.358 anak telah diberikan vaksin untuk mencegah penularan penyakit campak dan rubella.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, setidaknya terdapat 4.286 anak yang menolak diberikan imunisasi. Penolakan tersebut terjadi lantaran adanya keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan salah satu kompenen vaksin mengandung bahan yang tidak halal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kese­hatan (Diskes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, pemberian imunisasi MR masih terus berjalan mengingat sejauh ini belum ada keputusan baik dari Pemerintah Pusat, gubernur maupun wali kota untuk penangguhannya.

“Kami masih tetap jalan. Karena belum ada keputusan untuk menghentikan atau penangguhan,”

ujar Zaini Rizaldy Saragih kepada Riau Pos, Ahad (5/8).

Imunisasi MR merupakan program Pemerintah Pusat yang pelaksanaannya serentah dilakukan pada bulan Agustus hingga September mendatang. Sasaran anak berusia sembilan bulan sampai 15 tahun. Pada bulan Agustus, kata Zaini, pihaknya melakukannya di seluruh sekolah yang ada di Kota Bertuah. “Bulan ini di sekolah-sekolah. memasuki hari ketiga, kami sudah memaksin sebanyak 21.358 anak. Namun, terdapat 4.286 anak menolak diberi vaksin,” sebut Zaini.

Terhadap adanya penolakan itu, sambung dokter Bob, pihak­nya tidak bisa berbuat banyak. Namun, pihaknya telah menyosialisasikan kepada sekolah maupun wali murid akan pentingnya pemberian imunisasi bagi buah hati dalam sisi kesehatan.

Ditambakan dia, bagi anak yang menolak maka diminta kepada orangtua atau pihak sekolah membuat surat pernyataan. Hal ini mengantipasi apabila terjadi permasalahan di kemudian harinya.

“‎Imunisasi ini tidak dipaksakan. Kita juga tidak memaksa, siapa yang mau saja. ‎Kalau menolak diminta membuat surat pernya­taan, supaya apabila anak terserang penyakit campak dan rubella, pemerintah tidak disalahkan. Karena bahaya yang ditimbulkan jika tidak diberikan vaksin sudah jelas,” ungkapnya.(rir)
KOMENTAR
Berita Update
Berlakukan Standardisasi Digitalisasi Nozzle
Cegah Praktik Curang SPBU
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:50 wib
Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari

Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:49 wib
Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:36 wib
Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:00 wib

LAMR Kota Dumai Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:51 wib
Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai

Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:47 wib
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Napi Kabur di Rumah Sakit
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:30 wib

ACE Hardware Panam Tawarkan Promo Time for Aceventure
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:24 wib

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 wib

Hari Ini, 54 Komisioner Bawaslu Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Kenali Gejala Nyeri Pinggang Anda

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:36 WIB

Serba-serbi Memberi ASI pada si Kecil

Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:30 WIB

206.633 Anak Jadi Sasaran Imunisasi MR

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:30 WIB

Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes

Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:00 WIB

Diskes Tetap Laksanakan Imunisasi Campak dan Rubella

Selasa, 07 Agustus 2018 - 16:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us