2,2 Juta Ton Beras Antisipasi Musim Kering
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:08 WIB > Dibaca 708 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gejala kekeringan yang melanda sejumlah daerah dikhawatirkan akan membuat harga pangan, khususnya beras meroket. Jumat (3/8) Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri dan kepala Bulog ke Istana Kepresidenan, Jakarta untuk mengantisipasi hal tersebut.

Ditemui usai pertemuan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Na­sution mengatakan, berda­sarkan pantauannya, harga beras mengalami sedikit kenaikan di sejumlah wilayah. Salah satu penyebabnya adalah kekeringan yang mulai terjadi di beberapa sentra produksi beras“Di beberapa tempat itu keringnya sudah agak melanda, sehingga pedagang biasanya dia mulai coba-coba naikkan dulu,” ujarnya di halaman Istana Negara.

Sayangnya, dia enggan menyebutkan nama daerah­nya. Meski ada sedikit ke­naikan, Darmin membantah terjadi  kelangkaan di titik-titik tersebut. Namun dia mengingatkan, isu kekeringan bisa dijadikan alasan bagi pemain nakal untuk menaikkan harga beras. “Bisa saja, tapi masih kecil, mumpung masih kecil ya kita dipanggil presiden,” imbuhnya.

Soal antisipasi pemerintah, Darmin menyebut operasi pasar bisa sewaktu-waktu dilakukan jika dibutuhkan. Apalagi, stok beras secara nasional masih tercukupi. Dirut Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso membenarkan jika stok beras aman. Saat ini, bulog memiliki cadangan beras sebanyak 2,2 juta ton yang tersebar di berbagai gudang pada banyak tempat. “Sekarang ini kita justru beras dalam kondisi yang banyak, dan gudang kita khususnya di Jawa ini gak cukup menampung,” ujarnya.

Apalagi, saat ini, sejumlah daerah juga masih ada yang panen dan jajarannya sudah siap melakukan penyerapan. “Yang pasti ada tambahan, ini september itu tambahan 1 juta ton, sudah pasti. Jadi 3 juta,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Buwas optimis, Indonesia bisa melewati masa kekeringan tanpa kelangkaan beras. Bahkan, dia menjamin ketersediaannya bisa terjaga hingga akhir tahun atau panen raya Maret tahun depan.

Soal rencana operasi pasar, dia menyebut masih melihat kondisi. Jika diperlukan, dengan bekal 2,2 juta ton pihaknya siap melakukan kapanpun dan di mana pun. “Kita sudah siap, sudah kita prediksi operasi itu kepentingan yang banyak, paling banyak 500 ribu ton,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu juga memastikan Indonesia tidak perlu melakukan impor dalam menghadapi kekeringan panjang. “Kita tidak mendahului impor, kalau gak perlu impor kenapa kita impor?,” pungkasnya.(far/lim)
KOMENTAR
Berita Update
Curi Emas di Inhu, Dua Pelaku Curat Ditangkap di Jambi

Curi Emas di Inhu, Dua Pelaku Curat Ditangkap di Jambi
Jumat, 13 Desember 2018 - 17:00 wib
Curi Sepeda Motor,  Karyawan Swasta Ditangkap

Curi Sepeda Motor, Karyawan Swasta Ditangkap
Jumat, 13 Desember 2018 - 16:00 wib

Menkumham Apresiasi Siak Kabupaten Peduli HAM 2017
Jumat, 13 Desember 2018 - 15:30 wib

Gubernur Terpilih Hampiri WTH
Jumat, 13 Desember 2018 - 15:00 wib
Rakerda, Forki Riau Bahas Persiapan Pra PON

Rakerda, Forki Riau Bahas Persiapan Pra PON
Jumat, 13 Desember 2018 - 14:30 wib
Polres Bengkalis Amankan Dua Tersangka Kapal Tenggelam

Polres Bengkalis Amankan Dua Tersangka Kapal Tenggelam
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:55 wib

Mario Gomez Diputus Kontrak
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:46 wib

Pamsimas Atasi Kesulitan Air Bersih
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:30 wib

Forkoperi Angin Segar untuk Perubahan Kenegrian Kari
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:16 wib
Pencarian Korban Hanyut Dihentikan

Pencarian Korban Hanyut Dihentikan
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:01 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
BRIncubator Hasilkan UMKM Yang Siap Go International

Kamis, 13 Desember 2018 - 12:29 WIB

DPP Akan Tertibkan Timbangan Pedagang

Kamis, 13 Desember 2018 - 09:35 WIB

Harga Komoditas Utama Naik Jelang Akhir Tahun

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:00 WIB

Pekerja Berhak Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 10 Desember 2018 - 20:23 WIB

Telkomsel Gandeng eFishery dan Japfa Hadirkan Kampung Perikanan Digital Di Indramayu
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini