DIAPRESIASI IDI
BPJS Kesehatan Keluarkan Aturan Baru, Menkes Minta Ditunda
Sabtu, 28 Juli 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 1048 kali Print | Komentar
BPJS Kesehatan Keluarkan Aturan Baru, Menkes Minta Ditunda
Menkes Nila Moeloek. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan aturan baru BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Perdiyan (Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan) Nomor 5/2018 tampaknya akan ditunda.

Hal itu setelah Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengonfirmasi perihal tersebut dalam acara sarasehan dengan tema Profesionalisme Menuju Universal Health Coverage kemarin.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. dr. Ilham Oetama Marsis SpOG(K), keputusan Menkes tersebut layak diapresiasi.

”PB IDI tetap akan mendukung program JKN untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dengan memberikan pelayanan yang sesuai standar. Dengan situasi saat ini, Pemerintah mestinya tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, mutu layanan, dan keselamatan pasien,” katanya.

Sementara itu, kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, kemarin, berlakunya tiga Perdiyan bukan berarti penjaminan akan pelayanan kesehatan katarak, fisioterapi dan bayi baru lahir sehat diberhentikan atau dicabut.

”Perdir itu terbit dimaksudkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan,” jelasnya.

Kata dia lagi, dalam peraturan mengenai pelayanan katarak, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan operasi katarak. Peserta penderita katarak dengan visus (lapang pandang penglihatan) pada kriteria tertentu dengan indikasi medis dan perlu mendapatkan operasi katarak, akan tetap dijamin BPJS Kesehatan.

Adapun penjaminan juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan seperti jumlah tenaga dokter mata dan kompetensi dokter mata yang memiliki sertifikasi kompetensi. Dia menerangkan, soal peraturan tentang bayi baru lahir sehat, disampaikan bahwa BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik persalinan normal (baik dengan penyulit maupun tanpa penyulit) maupun tindakan bedah caesar.

Termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir yang dapat ditagihkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu paket persalinan untuk ibunya.

”Namun, apabila bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, maka diatur dalam Perdirjampelkes Nomor 3, faskes dapat menagihkan klaim diluar paket persalinan,” terangnya.

Sementara itu, soal peraturan yang mengatur tentang rehabilitasi medik atau fisioterapi, pelayanan tersebut tetap dijamin dengan kriteria frekuensi maksimal yang ditetapkan dalam Perdiryan Nomor 5.

”Perlu kami tekankan bahwa dengan diimplementasikan tiga peraturan ini, bukan dalam artian ada pembatasan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS,” paparnya.

Penjaminan pembiayaan BPJS Kesehatan, sambungnya. disesuaikan dengan kemampuan keuangan BPJS Kesehatan saat ini. BPJS Kesehatan akan tetap memastikan bahwa Peserta JKN-KIS mendapat jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan. (lyn)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
Senin, 21 Oktober 2018 - 22:19 wib
Komunitas Film Pekanbaru (Komfek)
Mengembangkan Perfilman Indie Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 20:10 wib

Z Face Boy and Girl Sambangi SMAN 8 Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 19:17 wib
Jalan Garuda Sakti Berlubang Besar
Tak Kunjung di Aspal
Jalan Garuda Sakti Berlubang Besar
Senin, 21 Oktober 2018 - 17:05 wib
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Senin, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Senin, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Senin, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Imunisasi MR Masih 34,5 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini