DIAPRESIASI IDI
BPJS Kesehatan Keluarkan Aturan Baru, Menkes Minta Ditunda
Sabtu, 28 Juli 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 731 kali Print | Komentar
BPJS Kesehatan Keluarkan Aturan Baru, Menkes Minta Ditunda
Menkes Nila Moeloek. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan aturan baru BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Perdiyan (Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan) Nomor 5/2018 tampaknya akan ditunda.

Hal itu setelah Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengonfirmasi perihal tersebut dalam acara sarasehan dengan tema Profesionalisme Menuju Universal Health Coverage kemarin.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. dr. Ilham Oetama Marsis SpOG(K), keputusan Menkes tersebut layak diapresiasi.

”PB IDI tetap akan mendukung program JKN untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dengan memberikan pelayanan yang sesuai standar. Dengan situasi saat ini, Pemerintah mestinya tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, mutu layanan, dan keselamatan pasien,” katanya.

Sementara itu, kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, kemarin, berlakunya tiga Perdiyan bukan berarti penjaminan akan pelayanan kesehatan katarak, fisioterapi dan bayi baru lahir sehat diberhentikan atau dicabut.

”Perdir itu terbit dimaksudkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan,” jelasnya.

Kata dia lagi, dalam peraturan mengenai pelayanan katarak, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan operasi katarak. Peserta penderita katarak dengan visus (lapang pandang penglihatan) pada kriteria tertentu dengan indikasi medis dan perlu mendapatkan operasi katarak, akan tetap dijamin BPJS Kesehatan.

Adapun penjaminan juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan seperti jumlah tenaga dokter mata dan kompetensi dokter mata yang memiliki sertifikasi kompetensi. Dia menerangkan, soal peraturan tentang bayi baru lahir sehat, disampaikan bahwa BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik persalinan normal (baik dengan penyulit maupun tanpa penyulit) maupun tindakan bedah caesar.

Termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir yang dapat ditagihkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu paket persalinan untuk ibunya.

”Namun, apabila bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, maka diatur dalam Perdirjampelkes Nomor 3, faskes dapat menagihkan klaim diluar paket persalinan,” terangnya.

Sementara itu, soal peraturan yang mengatur tentang rehabilitasi medik atau fisioterapi, pelayanan tersebut tetap dijamin dengan kriteria frekuensi maksimal yang ditetapkan dalam Perdiryan Nomor 5.

”Perlu kami tekankan bahwa dengan diimplementasikan tiga peraturan ini, bukan dalam artian ada pembatasan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS,” paparnya.

Penjaminan pembiayaan BPJS Kesehatan, sambungnya. disesuaikan dengan kemampuan keuangan BPJS Kesehatan saat ini. BPJS Kesehatan akan tetap memastikan bahwa Peserta JKN-KIS mendapat jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan. (lyn)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Berlakukan Standardisasi Digitalisasi Nozzle
Cegah Praktik Curang SPBU
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:50 wib
Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari

Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:49 wib
Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:36 wib
Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:00 wib

LAMR Kota Dumai Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:51 wib
Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai

Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:47 wib
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Napi Kabur di Rumah Sakit
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:30 wib

ACE Hardware Panam Tawarkan Promo Time for Aceventure
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:24 wib

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 wib

Hari Ini, 54 Komisioner Bawaslu Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Kenali Gejala Nyeri Pinggang Anda

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:36 WIB

Serba-serbi Memberi ASI pada si Kecil

Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:30 WIB

206.633 Anak Jadi Sasaran Imunisasi MR

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:30 WIB

Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes

Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:00 WIB

Diskes Tetap Laksanakan Imunisasi Campak dan Rubella

Selasa, 07 Agustus 2018 - 16:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us