Ikan di Sungai Mentihau Mati Diduga Tercemar Limbah
Jumat, 27 Juli 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 735 kali Print | Komentar
INHU (RIAUPOS.CO) - Warga di sekitar Sungai Mentihau Desa Puntianai, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mendapati ikan yang ada di sungai tersebut banyak yang mati.


Diduga kuat, ini terjadi karena kebocoran limbah dari pabrik kelapa sawit. Sampel air yang diduga tercemar kini sudah dikirim ke Pekanbaru.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Hendrizal kepada Riau Pos mengaku sudah mendapatkan informasi adanya dugaan pencemaran sungai ini.


‘’Saya memang ada dapat laporan, saya sudah sampaikan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terjadi mati ikan. Dari DLH sudah berangkat,’’ paparnya.
Saat ini dia masih menunggu informasi dari tim yang diturunkan oleh DLH. Dari sana nantinya diketahui apakah penyebab matinya ikan-ikan di sungai itu akibat limbah dari PKS atau dari penyebab lain.
  

‘’Saya tunggu laporan DLH. Kita tunggu hasilnya, itu bisa tahu nanti apakah karena limbah PKS atau karena racun,’’ terangnya.
Kepala DLH Kabupaten Inhu Selamat mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi.


‘’Tim di lokasi untuk mengumpulkan sampel,’’ ungkapnya.
Sampel diambil akan diuji di laboratorium untuk memastikan tingkat pencemarannya.  Apabila nantinya terbukti pencemaran itu bersumber dari limbah pabrik kelapa sawit, pihaknya akan memberikan teguran.
  

‘’Kita akan memberikan teguran pertama, apabila tidak dilakukan perbaikan maka dilanjutkan teguran kedua hingga teguran ketiga. Apabila perusahaan juga tidak melakukan perbaikan maka akan diberikan sanksi,’’ tegasnya.


Dia melanjutkan, setelah anggotanya turun ke lapangan, sampel air dari sungai tersebut saat ini dibawa ke Pekanbaru. ’’Ini kita lakukan karena disini tidak ada laboratorium untuk uji sampel,’’ imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Desa Puntianai Sarbaini menyebut, akibat tercemar kondisi air Sungai Mentihau kini terlihat berwarna kecoklatan.


‘’Sebelumnya air jernih, tapi sekarang berubah berwarna kecoklatan. Ditemui pula sejumlah ikan mati,’’ katanya.


Dikatakannya, hulu Sungai Mentihau berada di Desa Batu Papan yang berdekatan dengan lokasi pabrik PT KAS. Sarbaini mengatakan pihaknya sempat melakukan pengecekan terhadap kolam limbah PKS PT KAS. Hasilnya ditemukan kebocoran pada kolam limbah, sehingga limbah mengalir ke Sungai Mentihau.
 

‘’Kita sudah berkoordinasi dengan perusahaan dan mereka sudah menutup parit yang mengalirkan limbah ke Sungai Mentihau itu,’’ singkatnya.


PT KAS hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi atas dugaan limbahnya yang mencemari sungai itu. Konfirmasi yang dilakukan pada Edi, Manajer PT KAS melalui telepon seluler 08136305XXXX belum tersambung. Pesan singkat yang dikirimkan juga belum dibalas.(mng)


(Laporan M ALI NURMAN, Rengat)
KOMENTAR
Berita Update

AHY Temui UAS di Pekanbaru
Senin, 17 Desember 2018 - 15:17 wib

149 Peserta Ikut Ujian Profesi Advokat
Senin, 17 Desember 2018 - 15:09 wib
Bupati Pimpin Doa Pemberian Gelar Adat Presiden

Bupati Pimpin Doa Pemberian Gelar Adat Presiden
Senin, 17 Desember 2018 - 15:00 wib

Penyeludup Paruh Burung Rangkong Ditangkap
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib
MTQ Tingkat Provinsi Riau
9 Qori Melaju ke Final
MTQ Tingkat Provinsi Riau
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib

Dorong Wisata Olahraga Jadi Iven Tahunan
Senin, 17 Desember 2018 - 14:00 wib
Pelti Siak Agendakan Open Turnamen Tingkat Provinsi
Petenis Bengkalis dan Siak Berbagi Medali
Senin, 17 Desember 2018 - 13:45 wib

Syamsuar Tepuk Tepung Tawar Jokowi
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelaku PETI Garap Lokasi Baru

Pelaku PETI Garap Lokasi Baru
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
8 Korban Longsor Ditemukan

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:30 WIB

Jefry Noer Dirikan Dapur Umum

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:01 WIB

Banjir Terus Naik

Jumat, 14 Desember 2018 - 13:30 WIB

Jalan Berlubang, Pengendara Harus Lebih Waspada

Jumat, 14 Desember 2018 - 11:25 WIB

Saat Banjir, Warga Diminta Tidak Dekati Parit

Jumat, 14 Desember 2018 - 10:45 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us