Distanak Kekurangan Dokter Hewan
Rabu, 25 Juli 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 782 kali Print | Komentar
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dinas Pertanian dan Peternakan  (Distanak) Kabupaten Bengkalis mengeluhkan kurangnya dokter hewan di dinas tersebut untuk melakukan pendampingan dan pengawasan untuk hewan ternak.


Saat ini jumlah tenaga dokter hewan di Dinas Pertanian hanya sebanyak 12 orang  yang disebarkan atau ditempatkan di masing-masing kecamatan. Dari 12 orang dokter hewan itu, hanya satu orang yang bertugas di kantor Dinas Pertanian.


“Kita hanya punya 12 orang dokter hewan, sebelas diantaranya ditempatkan di setiap kecamatan. Sementara satu lagi di kantor Dinas Pertanian. Jumlah inj masih banyak kekurangan dibandingkan dengan yang kita butuhkan,” kata Kepala Dinas Pertanian Bengkalis H Arianto.


Dengan kekurangan petugas dokter hewan ini,  menyebabkan pekerjaan dokter yang ada saat ini menjadi sedikit berat. Apalagi wilayah kecamatan Kabupaten Bengkalia yang cukup besar, sehingga tidak semua tempat bisa tercover.


“Seperti di Mandau dan Pinggir wilayahnya cukup luas, tenaga dokter hewannya cuna satu orang, tentu dia  tidak bisa menggapai semua desa. Jadi sangat kurang dokter hewan kita,” ujar Arianto lagi.


Menurutnya seharusnya  jumlah dokter hewan di setiap kecamatan dua dokter. Sehingga mudah  menjangkau pertenak dan memberikan pengawasan hewan ternak di setia kecamatan.(evi)


Dia mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah pernah membuka perekrutan dokter hewan untuk dinas Pertanian Bengkalis. Namun hasil rekrutmen hanya beberapa orang yang mendaftar.


“Kita kesulitan mendapatkan dokter hewan. Karena lulusannya terbatas di sini. Apalagi jumlah universitas yang memiliki jurusan dokter hewan juga tidak banyak,” ujarnya lagi.


Selain sulit mendapatkan dokter hewan, kata Arianto, dokter hewan yang ada juga baru beberapa orang yang berstatus pegawai. Sebagian masih berstatus tenaga honorer. “Sampai saat ini dari 12 dokter hewan hanya empat yang berstatus PNS sementara sisanya masih tenaga honorer,” ucapnya.(evi)
KOMENTAR
Berita Update

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
Senin, 21 Oktober 2018 - 22:19 wib
Komunitas Film Pekanbaru (Komfek)
Mengembangkan Perfilman Indie Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 20:10 wib

Z Face Boy and Girl Sambangi SMAN 8 Pekanbaru
Senin, 21 Oktober 2018 - 19:17 wib
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Pasca Muncul Buaya
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Senin, 21 Oktober 2018 - 18:02 wib
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Senin, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Senin, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Senin, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Senin, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Warga Koto Tuo Baserah Berharap Produksi Padi Melimpah

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Dipanen 12 Hektare Cabai Merah di Bunga Raya

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:20 WIB

Bantu Pemadaman Api

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Harus Serius Kembangkan Sektor Pertanian

Selasa, 09 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Pengelolaan Limbah Cair PKS RSI Jadi Pilot Project

Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini