Swalayan Wajib Jual 20 Persen Produk Lokal
Selasa, 24 Juli 2018 - 10:43 WIB > Dibaca 343 kali Print | Komentar
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) - Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal sulit bersaing dengan produk luar. Apalagi swalayan dan minimarket lebih banyak menjual produk asal luar Pekanbaru.

Kepala Bidang (Kabid) Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ilham Akbar mengatakan, para UMKM atau industri kecil menengah (IKM) lokal sebenarnya memiliki potensi besar untuk bisa bersaing dengan produk asal luar Pekanbaru. Selama ini swalayan memang menampung produk dari luar. Produk yang masuk di swalayan selain higienis juga memperhatikan izin kesehatan.

Pihak DPP Pekanbaru merangkul para pengusaha kecil untuk memberikan pembinaan terkait legalitas sesuai yang diharapkan swalayan. Ketika sudah terpenuhi maka tidak sulit produk lokal masuk swalayan dan minimarket.

"Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru ini secara tupoksi mereka mengembangkan industri kecil menengah. Kerja sama atau kemitraan dengan toko modern atau swalayan," ujar Ilham Akbar kepada Riau Pos, Senin (23/7).

Selain membina para pengusaha kecil, DPP saat ini telah menjalin kerja sama terhadap dua ritel besar. "Untuk tahun ini kita fokuskan ke tokoh ritel Indomaret dan Alfamart karena kita tahu sudah menjamur di kabupaten/kota. Indomaret sekitar 400 ritel dan Alfamart sekitar 300 ritel. Selama ini produk dari luar yang menguasai swalayan dan kedua toko ritel tersebut. Oleh karenanya kita ingin IKM-IKM kita ini bisa masuk bersaing dengan produk luar," katanya.

Bahkan DPP sudah memanggil pihak kedua ritel tersebut. "Kemarin sudah kita panggil mereka terkait adanya Perda Nomor 9 tahun 2014 tentang pengelolaan pasar rakyat dan tokoh swalayan. Bahwa setiap tokoh dan swalayan wajib menyediakan paling sedikit 20 persen produk lokal," tuturnya.

Saat ini yang terdata DPP mencapai 2 ribu IKM. Ribuan IKM ini yang akan diperjuangkan agar produknya bisa masuk swalayan. "Jadi dengan dasar itu kita panggil mereka perihal monotoring dan evaluasi dalam pelaksanaan perda tersebut. Sebenarnya kita sudah menjajaki kerja sama tersebut dan kita tindaklanjuti dengan dasar perda tersebut. Alhamdulillah mereka siap bekerja sama. Izin kesehatan dan kemasan produk yang perlu menjadi perhatian agar produk IKM bisa masuk bersaing dengan produk lain dari luar," terangnya.(ilo)



KOMENTAR
Berita Update

Duit Korupsi ’’Amankan” Kasus Istri
Selasa, 19 November 2018 - 19:09 wib
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Selasa, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Selasa, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Selasa, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Selasa, 19 November 2018 - 16:00 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Selasa, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Selasa, 19 November 2018 - 14:22 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
HUT Ke-61, PAPDI Gelar Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 10:16 WIB

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya
1250 Orang Antusias Ikuti Rangkaian #Hands4Diabetes

Minggu, 18 November 2018 - 14:18 WIB

Banyak Pengalaman dan Ilmu Jurnalistik yang Didapat

Jumat, 16 November 2018 - 14:25 WIB

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini