Swalayan Wajib Jual 20 Persen Produk Lokal
Selasa, 24 Juli 2018 - 10:43 WIB > Dibaca 306 kali Print | Komentar
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) - Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal sulit bersaing dengan produk luar. Apalagi swalayan dan minimarket lebih banyak menjual produk asal luar Pekanbaru.

Kepala Bidang (Kabid) Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ilham Akbar mengatakan, para UMKM atau industri kecil menengah (IKM) lokal sebenarnya memiliki potensi besar untuk bisa bersaing dengan produk asal luar Pekanbaru. Selama ini swalayan memang menampung produk dari luar. Produk yang masuk di swalayan selain higienis juga memperhatikan izin kesehatan.

Pihak DPP Pekanbaru merangkul para pengusaha kecil untuk memberikan pembinaan terkait legalitas sesuai yang diharapkan swalayan. Ketika sudah terpenuhi maka tidak sulit produk lokal masuk swalayan dan minimarket.

"Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru ini secara tupoksi mereka mengembangkan industri kecil menengah. Kerja sama atau kemitraan dengan toko modern atau swalayan," ujar Ilham Akbar kepada Riau Pos, Senin (23/7).

Selain membina para pengusaha kecil, DPP saat ini telah menjalin kerja sama terhadap dua ritel besar. "Untuk tahun ini kita fokuskan ke tokoh ritel Indomaret dan Alfamart karena kita tahu sudah menjamur di kabupaten/kota. Indomaret sekitar 400 ritel dan Alfamart sekitar 300 ritel. Selama ini produk dari luar yang menguasai swalayan dan kedua toko ritel tersebut. Oleh karenanya kita ingin IKM-IKM kita ini bisa masuk bersaing dengan produk luar," katanya.

Bahkan DPP sudah memanggil pihak kedua ritel tersebut. "Kemarin sudah kita panggil mereka terkait adanya Perda Nomor 9 tahun 2014 tentang pengelolaan pasar rakyat dan tokoh swalayan. Bahwa setiap tokoh dan swalayan wajib menyediakan paling sedikit 20 persen produk lokal," tuturnya.

Saat ini yang terdata DPP mencapai 2 ribu IKM. Ribuan IKM ini yang akan diperjuangkan agar produknya bisa masuk swalayan. "Jadi dengan dasar itu kita panggil mereka perihal monotoring dan evaluasi dalam pelaksanaan perda tersebut. Sebenarnya kita sudah menjajaki kerja sama tersebut dan kita tindaklanjuti dengan dasar perda tersebut. Alhamdulillah mereka siap bekerja sama. Izin kesehatan dan kemasan produk yang perlu menjadi perhatian agar produk IKM bisa masuk bersaing dengan produk lain dari luar," terangnya.(ilo)



KOMENTAR
Berita Update

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Jumat, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Jumat, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Harimau Mangsa Ternak Warga

Jumat, 21 September 2018 - 13:30 WIB

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:11 WIB

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 WIB

Banyak  WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 WIB

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us