Terkait Benih Jarak, Masih Dalami Keterangan Saksi
Senin, 23 Juli 2018 - 18:00 WIB > Dibaca 482 kali Print | Komentar
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru masih mendalami keterangan para saksi terkait adanya 2 ton benih tanaman jarak ilegal asal China yang diamankan beberapa waktu lalu. Sayangnya beberapa saksi untuk melengkapi keterangan masih belum hadir untuk memenuhi panggilan penyidik.


Bahkan hingga akhir pekan lalu, baru tiga saksi yang menjalani pemeriksaan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru Wilayah Kerja Selatpanjang. Sehingga pekan ini para penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Balai Karantina bakal kembali melaju pemeriksaan lanjutan.


Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi akhir pekan lalu. Menurutnya, meskipun keterangan sejumlah saksi belum didapatkan. Namun pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pemilik benih.


“Hingga akhir pekan, baru tiga saksi yang sudah memenuhi panggilan. Sehingga saksi lainnya akan kita periksa pekan depan. Sehingga keterangan - keterangan yang dibutuhkan bisa dikumpulkan,” ujarnya.


Di sisi lain dari keterangan yang diperoleh para penyidik, benih tanaman jarak ilegal asal China tersebut akan ditanam di lahan milik kelompok tani di Desa Tanjung Peranap. Bahkan dari 2 ton benih, hampir 1 ton diantaranya diduga sudah ditanam. Sehingga barang bukti yang diamankan hanya 214 karung ukuran 5 kg atau 1,070 ton.


Jika terbukti bersalah, maka pemilik benih ataupun yang terlibat dipastikan melanggar Pasal 31 ayat 1 junto Pasal 5 huruf a, b dan c, Undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina.


“Jika terbukti, pemilik bisa diancam kurungan penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp150 juta,” ujar Ferdi.(luk)
KOMENTAR
Berita Update
Rupiah Bergerak Stagnan

Rupiah Bergerak Stagnan
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:23 wib
Saham Lippo Group Berguguran

Saham Lippo Group Berguguran
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:12 wib
Press Release Kompolnas
Tentang Pentingnya Soliditas Polri di Masa Kampanye Pileg dan Pilpres
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:04 wib
Bupati Buka Konferensi LB ke-10 PGRI Kampar
Azis: PGRI Berperan Tingkatkan Kinerja dan SDM Guru
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:00 wib
PDIP Ogah Ikuti Cara PKS

PDIP Ogah Ikuti Cara PKS
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:54 wib

Normalisasi Drainase di Titik Rawan Banjir
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:40 wib
Dua Jambret Spesialis  Perhiasan Diringkus

Dua Jambret Spesialis Perhiasan Diringkus
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:39 wib

Dumai Banjir, 9 Sekolah Diliburkan
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:35 wib

Bina Muda Pekanbaru Bawa 3 Medali di Sumbar
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 wib

Pembakar Ruang Patung Istana Siak Pelimpahan Tahap II
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:15 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Dipanen 12 Hektare Cabai Merah di Bunga Raya

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:20 WIB

Bantu Pemadaman Api

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Harus Serius Kembangkan Sektor Pertanian

Selasa, 09 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Pengelolaan Limbah Cair PKS RSI Jadi Pilot Project

Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Danau Cipogas Prioritas Dibenahi

Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us