TELUR TEMBUS RP1.900 PER BUTIR

OP Telur Tunggu Instruksi Pusat

Pekanbaru | Jumat, 20 Juli 2018 - 09:55 WIB

OP Telur Tunggu Instruksi Pusat
internet

(RIAUPOS.CO) - Harga telur terus merangkak naik. Operasi pasar (OP) yang diharapkan menjadi salah satu upaya menstabilkan harga telur tak kunjung digelar. Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau mengaku belum mendapat instruksi resmi dari pusat sehingga belum bisa melakukan OP.

“Harga telur memang tinggi saat ini. Tapi kami belum ada instruksi mengadakan OP terkait harga telur yang sedang melambung. Karena, kami kalau OP itu harus menunggu perintah dari pusat. Kalau ada perintah, barulah kami bisa jalan,” ujar Humas Bulog Riau, Faldi Wiranata kepada Riau Pos, Kamis (19/7).

Tapi untuk komoditas lainnya seperti beras, gula, minyak goreng dan susu, perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan itu tetap mengadakan OP melalui kerja sama dengan beberapa warung dan toko-toko di pasar tradisional.    

“Kalau operasi pasar untuk komoditas pangan sejauh ini masih tetap jalan seperti biasanya. Kami bekerja sama dengan warung dan toko-toko di pasar tradisional. Jadi, kami langsung drop barang ke sana,” jelasnya.

Namun untuk telur, Faldi kembali menegaskan pihaknya harus menunggu adanya instruksi resmi dari pusat untuk bisa menggelar OP. “Kami menunggu instruksi pusat dulu, barulah kemudian Bulog dapat melakukan operasi pasar setelahnya. Kalau tidak ada instruksi, belum dapat kami melaksanakannya walaupun memang harga telur saat ini tinggi di pasaran,” katanya lagi.

Telur Tembus  Rp1.900 per Butir

Sementara itu, harga telur ayam ras masih belum mengalami penurunan dari harga Rp50 ribu sepapan atau per 30 butir telur. Sedangkan di kedai harian, pedagang ikut menaikkan harga jual telur dikarenakan harga jual di pasar yang tinggi. Di kedai harian, satu butir telur ayam dijual seharga Rp1.900.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU