Pedagang Makanan Kurangi Pemakaian Telur

Pekanbaru | Kamis, 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

Pedagang Makanan Kurangi Pemakaian Telur
Telur: Pedagang menata telur-telur yang akan dijual di Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Rabu (18/7/2018). Harga telur mengalami kenaikan hingga mencapai Rp50 ribu per papan (30 butir).

KOTA (RIAUPOS.CO) - Tingginya harga telur saat ini membuat beberapa pedagang berinisiatif mengurangi takaran penggunaan telur pada dagangannya. Terutama bagi pedagang yang berjualan kecil-kecilan di lingkungan sekolah atau rumah.

"Harga telur masih mahal sekarang, sementara saya jualannya di lingkungan sekolah. Menaikkan harga nggak mungkin, jadinya dikurangkan porsi pemakaian telurnya saja lagi. Kalau biasanya dua buah telur itu untuk tiga buah roti sekarang bisa untuk empat buah roti. Berharapnya harga bisa stabil cepat, kasian juga porsinya jadi begini," ujar Ali, salah seorang pedagang roti bakar dan sandwich di SDN 105 Pekanbaru.

Hal sama dikatakan Anisa,  pedagang telor gulung di Jalan Purwodadi. Biasanya ia menganggarkan satu papan telur untuk keperluan satu pekan kini ia hanya menganggarkan setengahnya untuk satu pekan.

"Biasa tiap pekan itu kami anggarkan satu papan, tapi sekarang cuma setengah papan aja. Jadi jualan juga diakali dengan nambahkan jualan lainnya seperti ada variasi dari sosis, nugget, atau bakso dan tahu bakar. Cepat stabil aja harganya," ungkap Anisa.

Saat ini harga telur ayam masih berkisar Rp44 ribu hingga Rp50 ribu per papannya, harga bervariasi sesuai dengan ukuran telur ayam. Seperti di Pasar Cik Puan, harga telur ayam berukuran kecil dijual dengan harga Rp44 ribu sepapan, sedangkan berukuran besar dengan harga Rp48 ribu. Berbeda dengan Pasar Jalan Agus Salim harga sepapan telur ayam mencapai Rp50 ribu untuk ukuran besar.(cr8)






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU