Tekan Harga, Tambah Pasokan dari Sumbar
Selasa, 17 Juli 2018 - 10:41 WIB > Dibaca 264 kali Print | Komentar
Tekan Harga, Tambah Pasokan dari Sumbar
Ingot Ahmad Hutasuhut
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru terus mencari solusi untuk menstabilkan harga daging ayam dan telur ayam. Seperti diketahui bahwa kedua kompditas itu mengalamai kenaikan harga. Solusi yang memungkinkan dilakukan dengan menambah pasokan daging ayam dan telur dari luar Pekanbaru.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Juarman mengatakan, isu kenaikan harga daging sapi dan harga telur ayam telah sedikit membuat resah konsumen. Untuk itu pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi yang tepat. Terutama untuk menekan harga kedua komoditas itu.

Salah satu solusi yaitu dengan menambah pasokan dari luar Pekanbaru. Hal itu tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti distributor. "Kami akan coba nanti, sudah ada Disperindag salah satu kabupaten/kota dari Sumatera Barat ingin menjalin kerja sama di industri ini. Kami akan lihat," ungkap Juarman kepada Riau Pos, Senin (16/7).

Menurutnya, belum stabilnya harga kedua komoditas itu juga sudah terpantau pihak terkait lainnya. Bahkan pihak kepolisian sudah pernah datang ke kantor DPP untuk membahas terkait hal itu. Dalam pertemuan itu, lanjut Juarman, juga dibahas tentang upaya lainnya seperti melakukan pengecekan ke kandang peternak ayam yang ada di Pekanbaru.

"Upaya kami sepekan lalu sudah rapat dengan Direktorat Intelkam Polda Riau. Mereka datang ke kantor, mereka juga menanyakan hal kenaikan harga daging ayam dan telur. Jadi kami sepakat nanti membawa pihak lain keterkaitan dengan keperluan pokok ini. Untuk meninjau persediaan di kandang-kandang yang ada di Pekanbaru," tuturnya.

Sementara DPP terus memantau perkembangan harga daging ayam dan telur. Berdasarkan pantauan, Senin (16/7), diketahui harga daging ayam Rp32 ribu per kilogram. Harga telur Rp1.700 per butir sementara harga normalnya Rp1.500-Rp1.600 perbutir.

"Kita sudah dengar keluhan dari masyarakat, pada prinsipnya harga telur dan daging ayam normal. Kalau pun ada kenaikan, itu masih di angka wajar. Itu sudah kita pantau di pasar tradisional. Masyarakat jangan menanggapi hal itu dengan cemas. Karena pantauan kami harga dua kompditas itu masih normal," tuturnya.

Pantauan DPP terjadi permintaan daging ayam dan telur sedikit meningkat. Kemudian juga ada kenaikan pakan dan obat dan vitamin untuk ayam. Hal itu dinilai turut menjadi penyebab kenaikan.(lin)


Laporan Joko Susilo, Kota


KOMENTAR
Berita Update

Dua Kecamatan Masih Terendam
Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Jumat, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib
Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi
Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib
Dibuka Tim Bupati Vs Wartawan
50 Tim Ikuti Serindit Boat Race
Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib
Spesialis Bongkar  Rumah Kosong Diringkus

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus
Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib
Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis
Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Banyak Pengalaman dan Ilmu Jurnalistik yang Didapat

Jumat, 16 November 2018 - 14:25 WIB

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk
Pagar Roboh Akibatkan Korban Jiwa, SD 141 Diliburkan

Rabu, 14 November 2018 - 11:02 WIB

Satu Lagi, Korban Pagar Roboh Meninggal Dunia

Rabu, 14 November 2018 - 11:01 WIB

Begini Kronologis Insiden Pagar Roboh Makan Korban

Rabu, 14 November 2018 - 10:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us