Depan >> Berita >> Hukum >>
BENTUK INTOLERANSI
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Senin, 16 Juli 2018 - 19:45 WIB > Dibaca 1142 kali Print | Komentar
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Habib Novel Bamukmin. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengadangan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Habib Ja’far Shodiq di di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (14/7/2018), harus diusut polisi.

Permintaan itu datang dari Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. Dia menilai, pengadangan itu merupakan bentuk intoleransi yang tak boleh dibiarkan.

"Aparat harus tegas menindak aksi intoleran itu karena bisa memicu perpecahan apalagi sekarang memasuki tahun politik," ucapnya, seperti dikutip JPNN.com, Senin (16/7/2018).

Menurut Habib Novel, sapaannya, dirinya menyayangkan polisi yang terkesan membiarkan aksi masyarakat penolak kedatangan Ja’far Shodiq di Tarakan. Novel menyebut polisi tak menjalankan tugasnya dalam peristiwa tersebut.

"Kami sesalkan aparat tidak bisa meredam aksi intoleran yang merusak kepancasilaan. Apalagi mereka telah mengganggu ketertiban umum yaitu bandara yang sangat harus dijaga keamanan dan ketertibannya," jelasnya.

Dia menambahkan, ada kesan pembiaran atas aksi penolakan terhadap kunjungan tokoh-tokoh FPI di sejumlah tempat. Penolakan terhadap tokoh FPI bukan hanya kali ini saja, melainkan juga pernah terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ja’far Shodiq sebelumnya berkunjung ke Kaltara dalam rangka menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) FPI di Kota Tarakan, Kaltara, Sabtu (14/7/2018). Akan tetapi, ada massa yang menggelar demontrasi di Bandara Juwata Tarakan.

Menurut koordinator aksi, Markus, aksi penolakan atas kedatangan perwakilan FPI itu didasari rekam jejak organisasi besutan Habib Rizieq Shihab itu yang kerap melakukan sweeping yang sangat meresahkan masyarakat.

“Saya rasa, tidak ada yang melarang suatu ormas jika tujuan ormas itu memang jelas untuk kebaikan. Namun, karena adanya rekam jejak ini, masyarakat menolak masuknya ormas FPI ke Tarakan karena beberapa sikap mereka di berbagai wilayah yang melukai hati pemeluk agama lain,” jelasnya.(tan)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Z Face Boy and Girl Riau 2018
Malam Ini Penentuan
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:57 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Penabalan Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara
Jokowi dan Istri Kenakan Pakaian Adat Melayu (video)
Sabtu, 15 Desember 2018 - 10:42 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us