500 Ha Kebun Kelapa Tak Produktif

Riau | Senin, 16 Juli 2018 - 16:00 WIB

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - KEBUN  kelapa seluas 500 hektare  di Kabupaten Kepulauan Meranti dinilai sudah mulai kurang produktif. Pasalnya usia kelapa sudah melewati usia produktif sehingga harus diremajakan kembali. Sayangnya petani kelapa masih belum menginginkan peremajaan (replanting) karena pendapatan mereka otomatis terhenti.



Kondisi ini membuat Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kepulauan Meranti harus bekerja keras agar bisa meyakinkan petani kelapa. Apalagi peremajaan tersebut juga akan menguntungkan petani untuk jangka panjang.


Sekretaris Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kepulauan Meranti, Agustia Widodo mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program peremajaan 500 hektare lahan. Terutama untuk merangkul petani agar memahami dan ikut serta dalam program tersebut.


“Saat ini tengah dilakukan verifikasi, namun ada yang keberatan. Pasalnya kalau dilakukan peremajaan secara keseluruhan akan menghambat pendapatan petani karena pohon kelapa akan ditebang. Sedangkan jika menunggu hingga berbuah kembali, tentu butuh beberapa tahun,” ujar Agustia kepada Riau Pos, akhir pekan lalu.


Untuk itu pihaknya akan mengupayakan peremajaan secara bertahap. Misalnya sebagian lahan diremajakan sedangkan sisanya dibiarkan tetap berproduksi. Sedangkan solusi lainnya dengan tumpang sari hingga pohon kelapa yang diremajakan kembali berproduksi.


“Misalnya diantara pohon kelapa tersebut ditanam, jagung, cabe atau tanaman lainnya yang menghasilkan. Sehingga petani tetap bisa mendapat pemasukan keuangan dari kebun yang diremajakan,” tambahnya.


Terkait kelompok tani yang dilibatkan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kepulauan Meranti menargetkan sebanyak 10 kelompok tani dengan masing-masing seluas 50 hektar per kelompok tani dari beberapa kecamatan.(ksm)

(Laporan LUKMAN PRAYITNO, Selatpanjang)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook