39 Wanita Seksi Terjaring Razia
Senin, 16 Juli 2018 - 11:48 WIB > Dibaca 1041 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PADANG (RIAUPOS.CO) - Meski setiap hari dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap tempat hiburan malam, namun masih saja ada yang buka melewati batas waktu yang ditentukan.  Itu terlihat saat razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang bersama Satpol PP Sumbar dan Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4), Ahad (15/7) dini hari.

Petugas mendapati tempat hiburan malam masih beraktivitas di atas pukul 02.00 WIB. Sedangkan aturannya mereka sudah harus tutup pukul 02.00 WIB. Dalam razia tersebut, sebanyak 39 wanita malam digaruk petugas. Mereka diamankan di dua tempat hiburan malam di Kota Padang.

Pantauan JPG, Satpol PP Padang bergerak dari Mako Satpol PP di Jalan Tan Malaka menuju tempat hiburan malam di salah satu hotel di kawasan Bundokanduang. Sesampai di sana muda-mudi yang masih asyik menikmati hiburan malam terkejut melihat kedatangan Satpol PP.

Di sana, 34 wanita berhasil diamankan. Mereka selanjutnya digelandang ke truk dalmas Satpol PP. Setelah itu tim kembali melakukan penertiban hiburan malam di kawasan Anakaia, Kecamatan Kototangah. Di sana, petugas menemukan sebuah cafe tanpa plang nama. Melihat kedatangan petugas, mereka berusaha kabur ke arah rawa-awa karena takut dibawa petugas.

Kanit Intel Satpol PP Kota Padang, Samsu Ridwan mengatakan, razia tersebut guna menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terhadap tempat hiburan malam yang masih buka di luar waktu yang ditetapkan.  ”Pukul 02.00 WIB tempat hiburan harus tutup. Kenyataannya masih saja ada yang buka melewati batas waktu yang ditetapkan,” katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Padang, Yadrsion meminta pengelola tempat hiburan malam agar mematuhi aturan yang ada. “Kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas  untuk menindak tempat hiburan yang membandel tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Yadrison berharap semua elemen masyarakat ikut terlibat untuk meminimalisir kenakalan remaja. Dimulai dari lingkungan keluarga, hingga masyarakat mesti peduli. Peran niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai mesti kuat di tengah masyarakat. Sebab, Satpol PP hanya membina mereka selama 1 x 24 jam saja.

“Kami akan panggil pihak keluarganya. Namun jika di antara mereka terindikasi PSK, akan kami kirim ke Panti Andam Dewi,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang, Surya Jufri Bitel mengatakan agar Kota Padang ini bebas dari berbagai aksi maksiat, diperlukan berbagai upaya kolektif dari berbagai pihak. Seperti warga, pemko dan aparat penegak hukum. Sehingga, pengawasan dari berbagai kafe dan tempat hiburan lainnya menjadi lebih baik.

“Kalau hanya sekadar razia, menurut saya upaya tersebut tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, selain dikenakan pasal tindak pidana ringan (tipiring), warga yang terkena razia itu perlu diberikan pembinaan yang berkelanjutan,” jelasnya.(e/cr23/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Ketua HHRMA Riau Periode 2018-2021 Dilantik
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:54 wib

Warga Koto Tuo Baserah Berharap Produksi Padi Melimpah
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 wib

Bupati Diberi Kehormatan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:30 wib

Dukungan Pemilu Damai Diapresiasi
Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:00 wib

Lima BUMD Terima Bantuan Pusat
Kamis, 18 Oktober 2018 - 18:30 wib
Chris Kanter Pimpin Indosat

Chris Kanter Pimpin Indosat
Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:35 wib
Langsung Temui Dirjen di Jakarta
Bupati Perjuangkan Pembangunan Jembatan ke Kementerian PUPR RI
Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:30 wib

Halep Bisa Absen di WTA Final
Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:00 wib
Subsidi BBM-Elpiji Membengkak

Subsidi BBM-Elpiji Membengkak
Kamis, 18 Oktober 2018 - 16:54 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Polda Kepri Amankan Pengelola Parkir

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:53 WIB

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:35 WIB

Penanganan Bencana Terkendala Anggaran

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LHK Klaim Kebakaran Hutan Turun 50 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 12:54 WIB

Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us