SEBAGAI OPOSISI
Tak Tergoda Dukung Jokowi, PKS: Komitmen 2019 Ganti Presiden
Sabtu, 14 Juli 2018 - 16:30 WIB > Dibaca 423 kali Print | Komentar
Tak Tergoda Dukung Jokowi, PKS: Komitmen 2019 Ganti Presiden
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keinginan untuk berpindah dari oposisi menjadi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga saat ini tak pernah terpikir oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Ketua Departemen Politik PKS Pipin Sofian, Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al Jufri bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat.

Adapun di pertemuan dibicarakan soal pemilihan presiden (pilpres) 2019, bagaimana hubungan PKS dengan Partai Gerindra, serta peluang menjajaki koalisi ke depan.

“Tapi PKS walaupun ada godaan untuk pindah kami komitmen untuk ada di luar pemerintahan. Kami komitmen menyampaikan aspirasi masyarakat bahwa 2019 ganti presiden," ucapnya dalam diskusi "Jokowi Memilih Cawapres" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Diakuinya, terkait Jokowi dan Prabowo Subianto, berdasar hitungan yang lebih menguntungkan memang mendukung sosok yang populer dan elektabilitas unggul, yakni sang petanana. Akan tetapi, PKS ingin demokrasi yang sehat.

Ditegaskannya, konsistensi dalam politik itu sangat penting.

“Lihat bagaimana perjuangan PKS di pilgub DKI Jakarta, ada godaan tapi kami konsisten mendukung Anies-Sandi. Jadi, ada pengorbanan. Begitu juga di pilgub Jabar, sebagai partai yang mesib politiknya siap kami bisa menaikkan suara empat kali lipat," bebernya.

Karena itu, dia menyebut bahwa godaan yang ditawarkan petahana dengan berbagai macam tawaran itu bukan hal yang utama. PKS tetap pada pertimbangan bagaimana menyalurkan aspirasi masyarakat ke depan yang menginginkan presiden mumpuni dan bisa menepati janjinya.

“Kami lihat Pak Jokowi banyak janji, tapi banyak masyarakat yang mempertanyakan janjinya itu," ungkapnya.

Di samping itu, sambungnya, pihaknya juga mementingkan kepentingan masyarakat dan umat. Menurutnya, sudah tidak ada lagi yang kritis, termasuk partai politik, mengkritik persoalan kenaikan harga barang dan lainnya. Kondisi seperti itu tentu berbahaya.

“Jadi, kami butuh penantang Pak Jokowi agar demokrasi sehat," tuntasnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan
Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram
Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam
Sabtu, 16 November 2018 - 17:30 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Sabtu, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Sabtu, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong
Sabtu, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Sabtu, 16 November 2018 - 15:45 wib
Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi
Sabtu, 16 November 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih

Rabu, 14 November 2018 - 12:32 WIB

Masukan DPRD Akan Dilaksanakan Pemko

Rabu, 14 November 2018 - 12:00 WIB

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us