TERKAIT KASUS KORUPSI 1MDB
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
Kamis, 12 Juli 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 436 kali Print | Komentar
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) - Pihak berwenang Malaysia telah membekukan rekening bank mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Najib, itu merupakan sebuah pelanggaran hak pribadi.

Sebelumnya, pada pekan lalu Najib ditangkap dan didakwa di Malaysia pada pekan lalu atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Dia ditangkap terkait dengan dugaan transfer USD 10,4 juta ke rekening bank pribadinya dari SRC International, mantan unit dana negara 1MDB.

Menurut Najib, dirinya tidak bersalah atas tuduhan itu dan dibebaskan setelah mengajukan jaminan. Dia secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan 1MDB.

Adapun KPK Malaysia yang memimpin penyelidikan 1MDB telah membekukan lebih dari 400 rekening bank pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelewengan dana 1MDB, lembaga dana yang didirikan oleh Najib.

Dikatakan Najib, rekening bank anak-anak dan cucu-cucunya, juga dibekukan minggu lalu. Namun, akunnya tetap dibekukan katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook. Padahal, kata dia, akun itu hanya digunakan untuk menerima gaji dan pensiunnya sebagai pejabat publik.

"Tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan dengan pihak berwenang," katanya.

"Mengapa kebebasan pribadi saya dirampas ketika pengadilan telah memberi saya jaminan menunggu persidangan dan fakta bahwa saya telah memenuhi persyaratan jaminan saya?" imbuhnya dilansir dari SCMP, Kamis, (12/7/2018).

Dia menambahkan, membekukan akunnya telah membuatnya sulit untuk membayar tagihan dan melakukan perannya sebagai kepala keluarga.

"Seperti warga negara lainnya, saya layak diberi akses ke kebebasan pribadi saya sampai persidangan saya selesai," tuturnya.

Di sisi lain, KPK Malaysia tak menanggapi apa yang dituduhkan oleh Najib. Di samping itu, penyelidikan atas 1MDB masih terus dilakukan oleh setidaknya enam negara termasuk Singapura, Swiss, dan Amerika Serikat atas dugaan pencucian uang dan korupsi. (iml)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek
Kamis, 14 November 2018 - 20:40 wib
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Kamis, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Kamis, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Kamis, 14 November 2018 - 16:00 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Kamis, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Kamis, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Kamis, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Kamis, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Kamis, 14 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 WIB

Irlandia Selidiki Benda Terbang di Lepas Pantai Negaranya

Selasa, 13 November 2018 - 16:16 WIB

Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan

Minggu, 11 November 2018 - 20:38 WIB

Pembunuhan Khashoggi Perparah Aliansi AS-Saudi

Sabtu, 10 November 2018 - 15:48 WIB

Rossi Tergelincir, Dovi Runner-up

Senin, 05 November 2018 - 12:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini