TERKAIT KASUS KORUPSI 1MDB
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
Kamis, 12 Juli 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 488 kali Print | Komentar
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) - Pihak berwenang Malaysia telah membekukan rekening bank mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Najib, itu merupakan sebuah pelanggaran hak pribadi.

Sebelumnya, pada pekan lalu Najib ditangkap dan didakwa di Malaysia pada pekan lalu atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Dia ditangkap terkait dengan dugaan transfer USD 10,4 juta ke rekening bank pribadinya dari SRC International, mantan unit dana negara 1MDB.

Menurut Najib, dirinya tidak bersalah atas tuduhan itu dan dibebaskan setelah mengajukan jaminan. Dia secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan 1MDB.

Adapun KPK Malaysia yang memimpin penyelidikan 1MDB telah membekukan lebih dari 400 rekening bank pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelewengan dana 1MDB, lembaga dana yang didirikan oleh Najib.

Dikatakan Najib, rekening bank anak-anak dan cucu-cucunya, juga dibekukan minggu lalu. Namun, akunnya tetap dibekukan katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook. Padahal, kata dia, akun itu hanya digunakan untuk menerima gaji dan pensiunnya sebagai pejabat publik.

"Tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan dengan pihak berwenang," katanya.

"Mengapa kebebasan pribadi saya dirampas ketika pengadilan telah memberi saya jaminan menunggu persidangan dan fakta bahwa saya telah memenuhi persyaratan jaminan saya?" imbuhnya dilansir dari SCMP, Kamis, (12/7/2018).

Dia menambahkan, membekukan akunnya telah membuatnya sulit untuk membayar tagihan dan melakukan perannya sebagai kepala keluarga.

"Seperti warga negara lainnya, saya layak diberi akses ke kebebasan pribadi saya sampai persidangan saya selesai," tuturnya.

Di sisi lain, KPK Malaysia tak menanggapi apa yang dituduhkan oleh Najib. Di samping itu, penyelidikan atas 1MDB masih terus dilakukan oleh setidaknya enam negara termasuk Singapura, Swiss, dan Amerika Serikat atas dugaan pencucian uang dan korupsi. (iml)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Panwas Copot APK di Billboard

Panwas Copot APK di Billboard
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:39 wib

12,5 Ton Siput Diekspor ke Malaysia
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:33 wib

Diduga Gauli istri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:15 wib

Penertiban APK tanpa Pandang Bulu
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:11 wib

Komisioner KPU Janji Beri Jawaban Secepatnya
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:05 wib
Kementerian ESDM Diminta Bangun Sumur Bor Warga

Kementerian ESDM Diminta Bangun Sumur Bor Warga
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Australia Tak Ingin Bebas Bersyarat

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:25 WIB

Atletico Belum Tentu Beli Morata

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:25 WIB

Ditawarkan ke Klub Italia

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:15 WIB

Anthony Ginting Belum Terbendung

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:25 WIB

Wozniacki ke Babak Ketiga

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us