DUKUNG AGAR DIGUGURKAN
Mantan Ketua MK Ini Sesumbar Akan Kabulkan Uji Materi PT 20 Persen
Kamis, 12 Juli 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 1105 kali Print | Komentar
Mantan Ketua MK Ini Sesumbar Akan Kabulkan Uji Materi PT 20 Persen
Mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Proses uji materi terkait aturan ambang batas pencalonan Presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen masih bergulir di Mahakamah Konstitusi (MK).

Menurut mantan Ketua MK pertama, Jimly Asshiddiqie, dirinya mendukung jika PT 20 persen digugurkan dan diubah menjadi 0 persen. Langkah itu, kata dia, akan lebih baik bagi kemajuan demokrasi Indonesia.

Kendati diubah menjadi 0 persen memicu munculnya banyak figur yang maju sebagai capres, dia menilai hal itu tak perlu dipermasalahkan. Itu karena rakyat akan semakin banyak mendapat alternatif pilihan dan demokrasi secara otomatis akan semakin terbuka.

"Nggak apa-apa calonnya banyak, emang kenapa nggak ada yang salah. Sehingga 0 persen itu masuk akal, lebih baik lah. Kalau memnag ditolak oleh MK bisa diajukan untuk diturunkan saja misalnya 10 persen," katanya di Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Diterangkannya, PT 20 persen akan menghambat seseorang maju sebagai capres, terutama jika ada capres petahana. Dengan begitu, aturan itu layak dipertimbangkan ulang.

Dia menambahkan, jika saat ini ia masih berkuasa di MK, dirinya akan dengan mudah mengabulkan permohonan judicial review tersebut.

"Kalau misal saya hakimnya bisa saja saya dikabulkan, cuma saya sudah pensiunkan," jelas Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

Lantas, dia pun berharap MK dapat memutus perkara itu dengan bijak kendati MK pernah dua kali menolak perkara tersebut. Dia pun berharap para hakim MK mampu melihat situasi yang terjadi sekarang.

"Mudah-mudahan diputus dengan wawasan luas, jangan sampe karena udah pernah diputus, karena baiknya menentukan perkembangan baru," tuntasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Rabu, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih

Rabu, 14 November 2018 - 12:32 WIB

Masukan DPRD Akan Dilaksanakan Pemko

Rabu, 14 November 2018 - 12:00 WIB

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us