Formasi CPNS Guru Daerah 100 Ribu
Kamis, 12 Juli 2018 - 12:11 WIB > Dibaca 668 kali Print | Komentar
Formasi CPNS Guru Daerah 100 Ribu
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur.
TANGERANG (RIAUPOS.CO) - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru bakal dibuka di akhir bulan ini. Kuotanya mencapai 250 ribu. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan, usulan formasi CPNS baru itu sudah disampaikan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dari kuota yang dimaksud, 100 ribu di antaranya untuk guru.

“Tetapi (usulan formasi CPNS, red) belum (disampaikan, red) ke Presiden,’’ kata Asman setelah mengikuti pembukaan Rakornas Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/7).

Asman menjelaskan, tahun ini ada 250 PNS pusat maupun daerah yang pensiun. Pemerintah tetap mempertahankan pengisian kursi CPNS baru dengan model zero growth. Sehingga kuota CPNS baru yang dibuka tahun ini tidak sampai 250 ribu.

’’Tahun ini akan ada penambahan khusus untuk guru dan tenaga kesehatan,’’ jelasnya.

Untuk formasi CPNS guru daerah, Asman mengatakan sekitar 100 ribu orang. Sementara untuk CPNS tenaga kesehatan, dia belum bisa menyampaikan angkanya. Sebab, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kesehatan. Lantas bagaimana dengan nasib guru honorer? Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menuturkan, tidak ada kuota khusus untuk tenaga honorer. ’’Silakan (guru honorer, red) ikut (mendaftar, red) bagi yang masih di bawah 35 tahun. Yang lebih dari 35 tahun belum (ada skemanya, red),’’ jelasnya.

Bima menjelaskan, beberapa tahun lalu pernah ada kuota khusus untuk tes CPNS baru dari kelompok tenaga honorer. Tetapi, nyatanya hasil tes menunjukkan angka ujian yang jeblok. Dia mengatakan saat ini pemerintah didesak dari sisi kemanusiaan, supaya mengangkat honorer itu.

’’Kemanusiaan untuk honorernya atau muridnya,’’ katanya.

Dia menegaskan rekrutmen CPNS baru tetap harus menyeleksi sumber daya yang berkualitas. Tidak boleh asal menerima. Apalagi hanya pertimbangan sudah lama mengabdi menjadi honorer. Jika guru tidak berkualitas dipaksa lolos cari CPNS baru, lanjutnya, kasihan muridnya.

Bima menegaskan pendaftara CPNS baru untuk para tenaga ho­norer tetap melalui jalur reguler. Jadi, persyaratan seperti usia dan kualifikasi pendidikan, sama persis dengan pelamar pada umumya. Persaingan murni dari proses seleksi.

Dia mengatakan tahun lalu kuota CPNS dibuka sekitar 30 ribu kursi dengan jumlah pelamar lebih dari dua juta orang. Kebanyakan untuk instansi pusat. Sementara tahun ini kuotanya jauh lebih banyak. Sehingga BKN menyiapkan tempat ujian berbasis komputer untuk bisa menampung 10 juta pelamar.(wan/ttg/ted)


KOMENTAR
Berita Update
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib

Bupati Buka Kejuaraan Panahan
Senin, 19 November 2018 - 15:30 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Senin, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Senin, 19 November 2018 - 14:22 wib
Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik
Senin, 19 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Imaculata Autism Boarding School Beri Award pada Kompol Netty
Akses Perbatasan Riau-Sumbar Macet Panjang

Senin, 19 November 2018 - 13:24 WIB

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil
Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers
Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah
Sagang Online
loading...
Follow Us