Parkir dan PKL Bikin Macet
Rabu, 11 Juli 2018 - 12:25 WIB > Dibaca 576 kali Print | Komentar
Parkir dan PKL Bikin Macet
PKL DAN MACET: Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di jalur lambat Jalan Soekarno Hatta depan Pasar Pagi Arengka di sekitar lokasi pembangunan flyover, Senin (9/7/2018). Hal ini menjadi menyebabkan kemacetan cukup panjang.
(RIAUPOS.CO) - Kemacetan masih terjadi di jalan alternatif yang ada di lokasi pembangunan flyover. Kondisi ini makin diperparah dengan banyaknya kendaraan bermotor yang parkir di badan jalan alternatif.

Pantauan Riau Pos, kemacetan terjadi saat jam-jam sibuk yaitu  pagi dan sore hari. Di lokasi pembangunan flyover simpang Pasar Pagi Arengka,  Jalan  Soekarno Hatta, tepatnya di depan pasar merupakan titik kemacetan terparah.

Banyak kendaraan pengunjung dan pedagang pasar parkir di badan jalan yang telah di-rigid. Akibatnya, terjadi penyempitan badan jalan menyebabkan kemacetan. Hal ini disebabkan masih banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi proyek flyover.

Pedagang menggelar lapak mereka di jalur lambat yang belum diaspal. Mereka berjualan hingga sampai batas rigid jalan. Sehingga, mau tidak mau, pengunjung pasar memarkirkan kendaraan mereka di badan jalan.

Sedangkan di lokasi flyover simpang SKA, kemacetan mulai siang hingga malam hari. Titik kemacetan terjadi di Jalan Soekarno Hatta dekat u-turn  depan Hotel Grand Suka karena kendaraan roda empat harus antre saat ingin memutar di u-turn.

Selain itu, kemacetan juga terjadi di depan Mal Ska. Ini karena banyak kendaraan roda empat yang parkir di badan jalan atau berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Rahmat (40), salah seorang warga mengaku terganggu dengan kondisi kemacetan yang disebabkan sikap pengendara yang memarkirkan kendaraan di badan jalan. Ia berharap agar pihak berwenang dalam hal ini Dishub Kota Pekanbaru melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di lokasi flyover.

“Silakan lakukan sosialisasi dahulu. Jika tidak diindahkan, angkut saja mobilnya. Kalau tidak, akan macet terus,” keluhnya.

Dishub Bakal Tertibkan

Menanggapi kondisi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Kendi Harahap mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lapangan. Dijelaskannya, ada pemakaian bahu Jalan Soekarno -Hatta menuju arah Damai Langgeng oleh pedagang dan parkir sehingga menyebabkan arus lalu tersendat.

“Saya sudah cek ke sana, parkir berlapis dan pedagang merupakan salah satu faktor terjadi kemacetan yang cukup panjang,” ujar Kendi kepada Riau Pos, Selasa (10/7).

Terhadap persoalan parkir berlapis, kata dia, pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan penertiban, karena hal ini tanggung jawab dan kewenangan Dishub Pekanbaru. Sedangkan keberadaan pedagang menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

“Untuk parkir berlapis sudah kami tertibkan. Personel telah kami tempatkan untuk berjaga dan mengatur,” jelas mantan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru.

Lebih lanjut diakui Kendi, kemacetan arus lalu yang kini terjadi bagian efek dan konsekuensi proses pengerjaan flyover. Meski demikian, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mengurangi gangguan yang menghambat kelancaran arus lalu lintas.

“Gangguan ini kami kurangi, agar lalu lintas lancar. Sejak ada penutapan itu kita juga sudah pasang separator dan membuat rekayasa lalu lintas. Saya juga mohon maaf kepada pengendara yang kenyamananya terganggu,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru Agus Pramono ketika dikonfirmasi terkait keberadaan PKL yang memakan bahu jalan menegaskan, pihaknya akan melakukan menertibkan. “Besok (hari ini, red) saya tertibkan pedagang di sana,” tegas Agus.

Dijelaskannya, pedagang tidak dibenarkan berjualan di lokasi tersebut karena menganggu ketertiban umum. Selain itu, pihaknya sudah beberapa kali melakukan penertiban supaya pedagang berpindah dan masuk ke dalam Pasar Pagi Arengka.


“Penertiban kali ini, pedagang yang masih membandel itu, barang dagangannya kami sita,” kata mantan Kaban Kesbangpol Kota Pekanbaru.(rir/man/yls)

Laporan TIM RIAU POS


KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin

Senin, 21 Januari 2019 - 21:06 WIB

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Senin, 21 Januari 2019 - 15:15 WIB

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 WIB

Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli

Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 WIB

UN Dipercepat, Tetap Hasilkan Lulusan Terbaik

Senin, 21 Januari 2019 - 09:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini