Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Rabu, 11 Juli 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 238 kali Print | Komentar
Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Roni Amriel
KOTA (RIAUPOS.CO) - Pemko Pekanbaru merencanakan swastanisasi pengelolaan parkir ke pihak ketiga. Namun Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel meminta pemko tidak tergesa-gesa.

“Tunggu dulu! Harus ada pertimbangan dan kajian yang matang,” kata Roni kepada Riau Pos, Selasa (10/7).

Saran ini disampaikan Roni agar pemko tidak salah langkah yang bisa berdampak negatif pada pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, harus ada kajian komprehensif terkait rencana ini.

“Parkir ini sumber PAD pemko. Jadi, jangan dijadikan try and error. Karena dampaknya sangat fatal,” tegasnya.

Dijelaskan Roni lagi, jika tanpa pertimbangan yang matang, maka hanya sebagai  try and error saja. dampaknya dipastikan akan berpengaruh terhadap asumsi pendapatan dan belanja Pemko melalui PAD.

“Ditambah lagi permasalahan di lapangan, tidak sesederhana yang dibayangkan dalam swastanisasi parkir ini. Ini harus dikaji,” paparnya.

Dicontohkan poillitisi Golkar ini, untuk SDM parkir yang selama ini itu menyangkut  dengan masyarakat tempatan. Ini bentuk antisipasi selama ini, sehingga tidak menimbulkan gesekan kepentingan. “Selama ini parkir kebanyakan dikelola oleh pemuda tempatan, yang sebenarnya idealnya harus demikian, bagaimana ini nantinya “, ungkapnya.

Lebih spesifik Roni minta meminta pemko, untuk meneliti dan menginvestigasi, bahwa ada bukti swastanisasi parkir lebih menguntungkan, dari pada dikelola sendiri oleh pemko. “Harus ada perbandingan, jangan terburu-buru,” katanya lagi.

Dipaparkannya lagi, dengan kondisi sekarang, karena sektor retribusi parkir menjadi salah satu andalan PAD, harusnya Pemko wajib mengevaluasi dulu secara menyeluruh, tentang kondisi parkir yang ada sekarang. Harus dijelaskan secara ril, di mana kelebihan dan kelemahannya. Sehingga output untuk manajemen pengelolaan parkir ke depannya lebih tepat.

“Apalagi jumlah titik parkir di kota ini mencapai ribuan, namun yang masuk ke kas PAD setiap tahunnya, hanya di angka kurang dari Rp10 miliar. Kondisi ini kan ironis sekali,” paparnya.(gus)


KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Harimau Mangsa Ternak Warga

Jumat, 21 September 2018 - 13:30 WIB

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:11 WIB

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 WIB

Banyak  WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 WIB

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us