Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Rabu, 11 Juli 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 291 kali Print | Komentar
Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Roni Amriel
KOTA (RIAUPOS.CO) - Pemko Pekanbaru merencanakan swastanisasi pengelolaan parkir ke pihak ketiga. Namun Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel meminta pemko tidak tergesa-gesa.

“Tunggu dulu! Harus ada pertimbangan dan kajian yang matang,” kata Roni kepada Riau Pos, Selasa (10/7).

Saran ini disampaikan Roni agar pemko tidak salah langkah yang bisa berdampak negatif pada pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, harus ada kajian komprehensif terkait rencana ini.

“Parkir ini sumber PAD pemko. Jadi, jangan dijadikan try and error. Karena dampaknya sangat fatal,” tegasnya.

Dijelaskan Roni lagi, jika tanpa pertimbangan yang matang, maka hanya sebagai  try and error saja. dampaknya dipastikan akan berpengaruh terhadap asumsi pendapatan dan belanja Pemko melalui PAD.

“Ditambah lagi permasalahan di lapangan, tidak sesederhana yang dibayangkan dalam swastanisasi parkir ini. Ini harus dikaji,” paparnya.

Dicontohkan poillitisi Golkar ini, untuk SDM parkir yang selama ini itu menyangkut  dengan masyarakat tempatan. Ini bentuk antisipasi selama ini, sehingga tidak menimbulkan gesekan kepentingan. “Selama ini parkir kebanyakan dikelola oleh pemuda tempatan, yang sebenarnya idealnya harus demikian, bagaimana ini nantinya “, ungkapnya.

Lebih spesifik Roni minta meminta pemko, untuk meneliti dan menginvestigasi, bahwa ada bukti swastanisasi parkir lebih menguntungkan, dari pada dikelola sendiri oleh pemko. “Harus ada perbandingan, jangan terburu-buru,” katanya lagi.

Dipaparkannya lagi, dengan kondisi sekarang, karena sektor retribusi parkir menjadi salah satu andalan PAD, harusnya Pemko wajib mengevaluasi dulu secara menyeluruh, tentang kondisi parkir yang ada sekarang. Harus dijelaskan secara ril, di mana kelebihan dan kelemahannya. Sehingga output untuk manajemen pengelolaan parkir ke depannya lebih tepat.

“Apalagi jumlah titik parkir di kota ini mencapai ribuan, namun yang masuk ke kas PAD setiap tahunnya, hanya di angka kurang dari Rp10 miliar. Kondisi ini kan ironis sekali,” paparnya.(gus)


KOMENTAR
Berita Update

PT Amanah Travel Berangkatkan 23 Jamaah Umrah
Rabu, 20 November 2018 - 21:38 wib
Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat

Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat
Rabu, 20 November 2018 - 19:30 wib
Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018
Rabu, 20 November 2018 - 18:51 wib
Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama

Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama
Rabu, 20 November 2018 - 18:25 wib
Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Surat Suara Lebih Besar dari Koran
Rabu, 20 November 2018 - 17:54 wib

Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia
Rabu, 20 November 2018 - 17:36 wib
Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor

Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor
Rabu, 20 November 2018 - 17:32 wib

Sabu Rp4 M Disimpan dalam Tas Ransel
Rabu, 20 November 2018 - 17:22 wib
Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk

Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk
Rabu, 20 November 2018 - 15:00 wib

Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut
Rabu, 20 November 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Tunggu Kepastian Pelantikan Plt Gubri

Selasa, 20 November 2018 - 13:00 WIB

Pedagang Pasar Rumbai Minta Pembayaran Kios per Hari

Selasa, 20 November 2018 - 11:48 WIB

Haul Marhum Pekan Ingatkan Sejarah Pekanbaru

Selasa, 20 November 2018 - 11:27 WIB

HUT Ke-61, PAPDI Gelar Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 10:16 WIB

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini