Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Rabu, 11 Juli 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 175 kali Print | Komentar
Pemko Jangan Tergesa-gesa Swastanisasi Parkir
Roni Amriel
KOTA (RIAUPOS.CO) - Pemko Pekanbaru merencanakan swastanisasi pengelolaan parkir ke pihak ketiga. Namun Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel meminta pemko tidak tergesa-gesa.

“Tunggu dulu! Harus ada pertimbangan dan kajian yang matang,” kata Roni kepada Riau Pos, Selasa (10/7).

Saran ini disampaikan Roni agar pemko tidak salah langkah yang bisa berdampak negatif pada pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, harus ada kajian komprehensif terkait rencana ini.

“Parkir ini sumber PAD pemko. Jadi, jangan dijadikan try and error. Karena dampaknya sangat fatal,” tegasnya.

Dijelaskan Roni lagi, jika tanpa pertimbangan yang matang, maka hanya sebagai  try and error saja. dampaknya dipastikan akan berpengaruh terhadap asumsi pendapatan dan belanja Pemko melalui PAD.

“Ditambah lagi permasalahan di lapangan, tidak sesederhana yang dibayangkan dalam swastanisasi parkir ini. Ini harus dikaji,” paparnya.

Dicontohkan poillitisi Golkar ini, untuk SDM parkir yang selama ini itu menyangkut  dengan masyarakat tempatan. Ini bentuk antisipasi selama ini, sehingga tidak menimbulkan gesekan kepentingan. “Selama ini parkir kebanyakan dikelola oleh pemuda tempatan, yang sebenarnya idealnya harus demikian, bagaimana ini nantinya “, ungkapnya.

Lebih spesifik Roni minta meminta pemko, untuk meneliti dan menginvestigasi, bahwa ada bukti swastanisasi parkir lebih menguntungkan, dari pada dikelola sendiri oleh pemko. “Harus ada perbandingan, jangan terburu-buru,” katanya lagi.

Dipaparkannya lagi, dengan kondisi sekarang, karena sektor retribusi parkir menjadi salah satu andalan PAD, harusnya Pemko wajib mengevaluasi dulu secara menyeluruh, tentang kondisi parkir yang ada sekarang. Harus dijelaskan secara ril, di mana kelebihan dan kelemahannya. Sehingga output untuk manajemen pengelolaan parkir ke depannya lebih tepat.

“Apalagi jumlah titik parkir di kota ini mencapai ribuan, namun yang masuk ke kas PAD setiap tahunnya, hanya di angka kurang dari Rp10 miliar. Kondisi ini kan ironis sekali,” paparnya.(gus)


KOMENTAR
Berita Update
JELANG PENDAFTARAN KE KPU
Pilpres 2019, Ini Alasan Demokrat Masih Belum Tentukan Arah Koalisi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:30 wib
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib

Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Lokal Pekanbaru
Senin, 16 Juli 2018 - 16:52 wib
KASUS DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Vonis Tiga Tahun Penjara Dijatuhkan Terhadap Dokter Bimanesh
Senin, 16 Juli 2018 - 16:40 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
BERBEDA DENGAN JARINGAN YOGYAKARTA
Kata Kapolri, OTK yang Menyerang Mapolres Indramayu Terduga Teroris JAD
Senin, 16 Juli 2018 - 16:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Prancis Juara, Deschamps: Kemenangan Ini Bukan karena Saya
Senin, 16 Juli 2018 - 16:20 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Tindak Tegas Parkir Sembarangan

Senin, 16 Juli 2018 - 12:31 WIB

Tiga JCH Wafat Diganti Cadangan

Senin, 16 Juli 2018 - 11:48 WIB

Berharap Harga Kembali Stabil

Senin, 16 Juli 2018 - 10:28 WIB

Pembangunan Pasar Induk Terus Digesa

Senin, 16 Juli 2018 - 10:19 WIB

Ratusan Tower Ilegal Bakal Dibongkar

Senin, 16 Juli 2018 - 10:05 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us