Cak Imin-Mahfud MD Tak Prioritas
Rabu, 11 Juli 2018 - 11:32 WIB > Dibaca 2871 kali Print | Komentar
Cak Imin-Mahfud MD Tak Prioritas
Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tidak prioritas menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang akan disandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 nanti.

Saat ini sudah ada tiga sampai lima nama yang sedang dimatangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Finalisasinya tetap harus mendapat persetujuan dari partai politik (parpol) koalisi.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, partainya sedang mematangkan nama cawapres Jokowi. Nama-namanya, hanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tahu. Yang jelas, saat ini namanya sudah ada dalam daftar prioritas cawapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

“Sekarang sudah masuk daftar prioritas sebanyak tiga hingga lima orang. PDIP punya daftar panjang, pendek, dan daftar prioritas cawapres. Daftar panjang 15-20 nama, daftar pendek 5-10 nama dan prioritas 3-5 orang,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7).

Menurut Hendrawan, nama-nama kandidat yang masuk daftar pendek dan prioritas tidak semua pengurus PDIP tahu. Itu hanya ada di Megawati. Karena itu, Hendrawan mengaku tidak tahu siapa yang masuk dalam daftar pendek dan prioritas. Namun, untuk daftar panjang di antaranya ada nama Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD. “Muhaimin masuk dalam daftar panjang. Apakah masuk daftar pendek dan prioritas, hanya Ketua Umum PDIP dan Jokowi yang tahu,” ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI itu juga mengaku, tidak bisa memastikan apakah munculnya nama tokoh non-partai dalam daftar cawapres, merupakan pertanda ada kecenderungan tokoh di luar parpol yang dipilih.

Megawati, kata Hendrawan, memiliki kewenangan untuk memasukkan nama-nama kandidat dalam daftar cawapres yang akan mendampingi Jokowi. “Para ketua umum parpol saling mencalonkan diri satu sama lain. Maka memilih salah satu bisa menimbulkan iritasi kekacauan yang lain. Atas dasar logika seperti itu ya kami pelajari,” imbuhnya.

Masih kata Hendrawan, partai politik koalisi pendukung Jokowi sudah diajak berkomunikasi untuk membahas cawapres, khususnya yang ada dalam daftar prioritas.

Senada, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, yang pasti cawapres untuk Jokowi harus mendapat restu dari partai politik mitra koalisi. “Tentu (harus dapat restu mitra koalisi, red) kan bersama-sama, tidak bisa sendiri,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/7).

Sebelumnya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan, pengumuman nama cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019 menunggu waktu yang tepat. “Pengumuman dilakukan pada momentum tepat dan dalam cuaca yang cerah. Secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” kata Mega.


KOMENTAR
Berita Update
Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib
Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace
Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib
Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah
Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib
Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton
Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan
Minggu, 17 November 2018 - 19:06 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang
Minggu, 17 November 2018 - 13:28 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:45 WIB

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 WIB

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 WIB

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Sabtu, 17 November 2018 - 19:06 WIB

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us