TERKAIT AKUISISI
Ketika Persaingan Bisnis Gojek dan Grab Jadi Pantauan KPPU
Selasa, 10 Juli 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 270 kali Print | Komentar
Ketika Persaingan Bisnis Gojek dan Grab Jadi Pantauan KPPU
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai adanya pergantian pengurus, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali melanjutkan sembilan kasus yang mereka tangani.

Di antara kasus yang mereka lanjutkan untuk didalami adalah masalah persaingan usaha transportasi online yang hanya ada dua pemain, yakni Gojek dan Grab. Untuk diketahui, KPPU Singapura atau Competision Commission of Singapure (CSS) telah menyelidiki rencana akuisisi itu.

Hasilnya, kedua raksasa bidang transportasi online itu batal merger karena dianggap melakukan monopoli.

"Kalau di Singapura itu memang dianggap melanggar, ini masih kami kaji karena dilihat dari peraturan UU kami, merger akusisi aset itu tidak masuk sehingga saya lagi cari penafsiran bagaimana ini bisa ditindaklanjuti," kata Ketua KPPU Kurnia Toha di kantornya, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

KPPU sendiri pun saat ini sedang mendalami terkait adanya akuisisi Uber oleh Grab di Indonesia. Dalam peraturan KPPU, belum ada wewenang untuk mengatur merger ataupun akuisisi.

Karena itu, kedua perusahaan tidak wajib lapor saat hendak melakukan aksi korporasi.

"Kami juga tidak bisa memaksa dia untuk lapor, jadi tidak ada kewajiban. Tapi saya sedang pelajari, apa mungkin melalui penafsiran," terangnya.

Namun, KPPU masih bisa memantau perilaku perusahaan. Jika terbukti melanggar, bisa pasal yang lain. Cara yang digunakan KPPU dalam menyelidiki pelanggaran persaingan usaha sejauh ini, yakni dengan melihat perilakunya.

Misalnya, perusahaan menghambat pelaku usaha lain atau tidak serta mengeluarkan tindakan diskriminatif atau mematok harga dengan harga jual yang teramat murah.

"Tentu kami lihat dari tingkah lakunya, apakah dia menghambat atau tidak ke pelaku usaha lain, apakah dia diskriminatif, atau dia jual murah dari pricing dan lain-lain," tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi

Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:40 wib

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Elite PKS Protes Manuver Prabowo, Begini Komentar Gerindra
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Tio Pakusadewo Kecewa Sidang Putusan Ditunda Pekan Depan
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:30 wib

Diskes Siagakan Tim Medis di MTQ
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:20 wib
PILPRES 2019
Prabowo Kian Sering Lakukan Manuver Politik, Tak Percaya PKS Lagi?
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:15 wib
TERKAIT PENYERANGAN BOM MOLOTOV
Gerakan #2019GantiPresiden Terus Jalan meski Mardani Diteror
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Chevron Sumbang Pendapatan Negara 200 Miliar Dolar AS
Telkomsel dan Citibank Beri Manfaat Lebih pada Pelanggan Kartu Kredit
Perbanas Halalbihalal Bersama Perbankan

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:52 WIB

Telkomsel Hadirkan Paket Haji 3 in 1

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:05 WIB

ACE Tawarkan Keuntungan Berlipat untuk Member

Kamis, 19 Juli 2018 - 14:49 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us