KASUS UJARAN KEBENCIAN
Ahmad Dhani Hanya Akui Satu Twit yang Ditulisnya, tapi Isinya...
Selasa, 10 Juli 2018 - 16:30 WIB > Dibaca 815 kali Print | Komentar
Ahmad Dhani Hanya Akui Satu Twit yang Ditulisnya, tapi Isinya...
Ahmad Dhani. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tiga cuitan yang dilaporkan dengan dugaan mengandung ujaran kebencian ditulis oleh musikus yang kini juga politikus Partai Geridra, Ahmad Dhani.

Pentolan grup musik Dewa itu menyebut, walau dua cuitan sisanya tidak dirasa ditulis olehnya, dirinya tak melakukan komplain ke admin media sosialnya, Suryo Pratomo Bimo, karena merasa isinya benar.

Adapun cuitan yang diunggah Dhani pada 6 Maret 2017 itu berbunyi, "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya - ADP".

"Tapi ’pembela penista agama harus diludahi’, itu memang twit saya, sisanya bukan," ujarnya usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (9/7/2018).

Dua cuitan sisanya, imbuhnya, tidak ditulis olehnya meski bersumber dari nomor whatsapp miliknya. Hal itu kemungkinan dilakukan oleh relawan partai politik saat dia sibuk Pemilihan Bupati Bekasi 2017.

Namun, dia tidak menyalahkan walaupun merasa ada yang salah dari cuitan itu.

"Nggak ada yang salah dari tweet itu, yang bukan dari saya ya salah satunya kan penista agama mau jadi gubernur DKI, situ waras? Itu kan benar( twitnya), faktanya kan seperti itu," tegasnya.

Di sisi lain, dikatakan kuasa hukum Dhani, Ali Lubis, pada periode Februari hingga Maret 2017 saat Pemilihan Bupati Bekasi, ada tim lain yang memegang ponsel Dhani.

"Ternyata tim lain atau orang lain yang memegang HP Mas Dhani pada saat itu, nah itu yang tadi kami gali. Memang alatnya benar, HP-nya benar, nomornya benar, tapi kan ada orang lain ternyata yang menggunakan," ujarnya.

Pihak Dhani kemudian tetap yakin bahwa dirinya tidak bersalah. Hal itu akan dibuktikan selama jalannya persidangan. Sidang selanjutnya masih diagendakan dengan pemeriksaan saksi yang akan digelar pada 16 Juli 2018.

Untuk diketahui, Ahmad Dhani didakwa dengan Pasal 45 huruf A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Jo UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Itu karena tiga cuitan Ahmad Dhani dinilai syarat dengan ujaran kebencian. Pertama berbunyi, "yang menistakan agama si Ahok, yang diadili KH Marif Amin". Kedua, "siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya".

Sementara yang ketiga, "sila pertama ketuhanan yang maha esa, penista agama jadi gubernur, kalian waras". (yln)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan
Selasa, 12 November 2018 - 18:30 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib

RT/RW Pertanyakan Penertiban APK pada KPU
Selasa, 12 November 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Hiburan Terbaru
Konser Calum Scott, Penyelenggara: Banyak Ibu-ibu yang Datang
Penonton Kecewa Ternyata Calum Scott Gay

Sabtu, 03 November 2018 - 20:56 WIB

Joko Anwar Ungkap Pemain Gundala adalah Abimana

Senin, 29 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Maia Dikabarkan Menikah di Jepang

Senin, 29 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Via Vallen Jadi Trending Topic di YouTube

Rabu, 24 Oktober 2018 - 12:12 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini