TERKAIT PEMBLOKIRAN
Perwakilan Tik Tok Sambangi Kantor KPAI, Ini Hasil Pertemuannya
Selasa, 10 Juli 2018 - 15:15 WIB > Dibaca 220 kali Print | Komentar
Perwakilan Tik Tok Sambangi Kantor KPAI, Ini Hasil Pertemuannya
Logo aplikasi Tik Tok. (ISTIMEWA)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (9/7/2018) kemarin disambangi oleh perwakilan Tik Tok di Indonesia.

Diketahui, sebelumnya, perusahaan teknologi asal Cina itu mengunjungi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Adapun kunjungan Tik Tok ke KPAI tidak lain adalah guna menyoal pemblokirannya di Indonesia. Beberapa hal disampaikan KPAI terhadap aplikasi yang diwadahi Bytedance Teknologi itu dalam pertemuan tersebut.

Pertama, KPAI menyayangkan atas adanya konten negatif yang terdapat dalam aplikasi Tik Tok yang berbuntut pemblokiran oleh Kemenkominfo. Kedua, KPAI memandang bahwa pertemuan dengan Tik Tok penting dilakukan.

Adapun hal itu sebagai langkah awal dalam perbaikan Tik Tok menuju platform yang ramah anak berdasarkan prinsip-prinsip perlindungan anak. Menurut Ketua KPAI Susanto, antara Tik Tok dengan KPAI telah sepakat untuk mengikuti seluruh aturan dan regulasi di Indonesia.

Kemudian, bersedia melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna Tik Tok tentang perlindungan anak dari konten negatif.

“Kami akan lihat perkembangannya seperti apa dari hasil pertemuan kali ini. Mudah-mudahan komitmen yang disampaikan kepada KPAI benar-benar terlaksana dengan baik," katanya dalam pernyataan resmi, sebagaimana dikutip JawaPos.com.

Jika Tik Tok melanggar komitmen itu, imbuhnya, KPAI tak segan akan mengundang Tik Tok kembali.

"Misalnya ada katakanlah tidak ada perbaikan dari pertemuan kali ini, tidak menutup kemungkinan kami akan panggil kembali sebagai bentuk kontrol yang lebih baik,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Local Marketing Manager Tik Tok Indonesia Dina, dari beberapa poin meeting yang disampaikan KPAI, Tik Tok melihat Indonesia bukan hanya sebagai pangsa yang besar dan potensial saja.

Akan tetapi, pihaknya juga memberikan komitmen kepada semua pihak, termasuk KPAI, untuk menghadirkan konten-konten positif untuk mendukung inisiatif perlindungan anak di tanah air.

“Ke depannya Tik Tok akan membuat program-program kerja sama untuk mendukung kreativitas dan video positif oleh para pengguna di platform kami. Selain itu pembaharuan sistem juga akan dilakukan untuk menyaring konten negatif. Jadi, kami menggabungkan beberapa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi human resource yang kami adakan, memastikan konten negatif itu dapat berkurang,” tuntasnya. (ryn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PEMILU 2019
Bacaleg 2019 dari PSI Dipastikan Tak Ada Napi Korupsi
Selasa, 17 Juli 2018 - 18:00 wib
PER MARET 2018
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun, Ini Alasannya Menurut Sri Mulyani
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib

Satukan Suara, IKSM Gelar Halalbihalal
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Megawati Tak Pernah Mengintervensi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:40 wib

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:30 wib
DIHARAP LEBIH DARI SATU
Pilpres 2019 Hanya Diikuti Calon Tunggal? Simak Skenario dari KPU Ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib

Program Asuransi Jiwa Bantu Nelayan
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:10 wib
PILPRES 2019
Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Nasdem: Semakin Cepat Gabung Tentu...
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Innalillahi untuk PKS dari Fahri Hamzah yang Tak Akan Nyaleg Lagi
13 Jamaah Pekanbaru Gagal Berangkat

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:32 WIB

Nusantara Mengaji, Jaga Kesatuan dan Perdamaian RI

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:05 WIB

Keluarga Zohri Tolak Niat Pemerintah Renovasi Rumah Lama, Ini Alasannya
Ternyata, Segini Harga Rumah untuk Zohri dari Kemendagri
Sagang Online
loading...
Follow Us