Penantang Jokowi Masih Gelap
Selasa, 10 Juli 2018 - 12:19 WIB > Dibaca 1740 kali Print | Komentar
Penantang Jokowi Masih Gelap
Joko Widodo.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebulan lagi pendaftaran bakal calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) dibuka. Namun, hingga kini baru nama Joko Widodo (Jokowi) yang terus berkibar. Parpol-parpol yang tidak bergabung dalam koalisi pendukung Jokowi tak kunjung menyepakati sosok yang akan diusung.

Bahkan, nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang disebut-sebut sebagai calon penantang kuat Jokowi ternyata belum pasti. Sebab, sejumlah parpol masih memunculkan figur lain.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman menilai penentuan figur capres-cawapres bisa muncul pada saat-saat akhir masa pendaftaran. Sebab, sejumlah partai di luar pendukung Jokowi masih hilir mudik melakukan komunikasi. Dia lantas menyebut petinggi Partai Demokrat yang masih melakukan pendekatan ke Prabowo. Namun, dia menyebut komunikasi serupa tidak hanya dengan Partai Gerindra.

”Sebelum dengan Gerindra sudah ke PKS dulu. Kami sering komunikasi, gak perlu gembar gembor. Kan sudah seperti saudara,” kata Sohibul di kantor DPP PKS, Senin (9/7).

Menurut Sohibul, siapa pun capres-cawapres yang dimunculkan, merupakan proses positif. Nantinya, rakyat bisa memiliki lebih banyak pilihan. ”Alternatif apapun sangat bagus. Karena kalau Pak Jokowi saat ini nilainya 7, kami ingin cari yang nilai 8,” kata Sohibul.

Dia menyebut, komunikasi Partai Demokrat saat ini tentu menambah alternatif figur capres-cawapres dalam koalisi PKS dengan Gerindra. Dengan jumlah partai yang lebih banyak, tentunya ada aspirasi yang tidak tertampung. Sohibul menilai perlu dibuka kembali potensi poros ketiga demi mengakomodasi para figur dalam pilpres.

”Menurut kami, tahap pertama kita munculkan empat orang. Ada poros Gerindra-PKS, ada poros PAN, Demokrat dan PKB. Jika salah satu kalah, bergabung kembali. Saya kira itu formula yang bisa membuat happy,” kata Sohibul.

Dia juga angkat bicara terkait peluang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pilpres. Menurut dia, perjuangan PKS bersama koalisi dalam memenangkan Anies di pilgub DKI membutuhkan usaha luar biasa. Posisi Anies saat ini, menurut Sohibul, sama dengan pejabat pemerintah pusat. ”DKI I (Gubernur, red) itu sama dengan RI 3, bahkan RI 2 (wakil presiden, red),” kata Sohibul. Karena itu, jika Anies harus diterjunkan pada kontestasi nasional, tentu hitung-hitungannya masih spekulatif.


KOMENTAR
Berita Update

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Sabtu, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Sabtu, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Sabtu, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Sabtu, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Sabtu, 21 September 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:30 WIB

Jadi Timses, Ketum Pemuda Muhammadiyah Mundur dari  PNS

Jumat, 21 September 2018 - 13:55 WIB

Komitmen Tolak Politik Transaksional

Jumat, 21 September 2018 - 11:24 WIB

Terima 278 Formasi CPNS

Jumat, 21 September 2018 - 11:20 WIB

Dipecat PAN, Andi Nurbai Tunggu Surat Gubri

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini