Pemimpin Sekte Maut Dihukum Gantung
Selasa, 10 Juli 2018 - 12:33 WIB > Dibaca 340 kali Print | Komentar
Berita Terkait



TOKYO (RIAUPOS.CO) - Shoko Asahara akhirnya menerima hukuman setimpal. Pendiri sekaligus pemimpin tertinggi sekte Aum Shinrikyo yang memiliki nama asli Chizuo Matsumoto itu dieksekusi mati, pekan lalu. Begitu pula dengan enam orang lain yang merupakan anggota sekte.

Mereka dinyatakan bersalah atas 13 serangan yang mereka lakukan pada 1980–1990an. Total, ada 27 orang yang tewas dan ribuan lainnya luka atas ulah sadis kelompok tersebut.

’’Saya rasa hukuman eksekusi itu sudah benar,’’ ujar Shizue Takahashi, salah seorang keluarga korban, sebagaimana dilansir Reuters.

Suaminya merupakan salah seorang korban tewas dalam serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada 20 Maret 1995 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan 13 orang tewas dan sekitar 5.800 orang luka-luka.

Pada saat kejadian, suami Takhashi yang merupakan pegawai kereta api berusaha membuang paket berisi sarin dari gerbong.

Berdasar survei, mayoritas penduduk Jepang memang setuju dengan hukuman mati untuk dalang dan pelaku serangan dua dekade lalu itu. Meski, beberapa lembaga HAM menyatakan sebaliknya.

Di Jepang, hukuman mati dilakukan dengan cara digantung. ’’Kejahatan yang mereka lakukan sangat mengerikan,’’ ujar Menteri Kehakiman Jepang Yoko Kawakami.

Sebagai dalang utama, Matsumoto digantung lebih dulu. Enam orang lainnya –yaitu Tomomasa Nakagawa, Tomomitsu Niimi, Kiyohide Hayakawa, Yoshihiro Inoue, Seiichi Endo, dan Masami Tsuchiya– menyusul kemudian.

Kawakami menegaskan, masih ada enam orang lainnya yang juga dijatuhi hukuman mati. Belum diketahui kapan proses eksekusi akan dilakukan.

Di Jepang, hukuman mati dilakukan mendadak dan tak diumumkan kepada publik. Keluarga terpidana yang akan digantung tak diberi tahu. Pun demikian dengan mereka yang mejalani hukuman. Mereka baru diberi tahu beberapa jam sebelum eksekusi.

MA sejatinya sudah menetapkan hukuman mati untuk Matsumoto sejak 2006 lalu. Tapi, berdasar aturan, sidang seluruh tersangka harus selesai lebih dulu baru hukuman bisa dijalankan. Nah, semua proses itu baru berakhir Januari lalu. (sha/c22/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Duit Korupsi ’’Amankan” Kasus Istri
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Senin, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Senin, 19 November 2018 - 14:22 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Jadi Pemilik Akun Penyebar Hoax, Istri Gubernur Diselidiki Polisi
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 WIB

Irlandia Selidiki Benda Terbang di Lepas Pantai Negaranya

Selasa, 13 November 2018 - 16:16 WIB

Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan

Minggu, 11 November 2018 - 20:38 WIB

Pembunuhan Khashoggi Perparah Aliansi AS-Saudi

Sabtu, 10 November 2018 - 15:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us