Banjir, 100 Orang Tewas
Selasa, 10 Juli 2018 - 11:19 WIB > Dibaca 184 kali Print | Komentar
Banjir, 100 Orang Tewas
TERJEBAK BANJIR: Satu keluarga di Jepang terpaksa menyelamatkan diri dengan menaiki atap rumah akibat terjebak banjir. Bencana banjir yang terjadi di Jepang telah menewaskan 100 jiwa. (INTERNET)
Berita Terkait



TOKYO (RIAUPOS.CO) - Ratusan orang dilaporkan tewas dan hampir 2 juta penduduk terpaksa mengungsi akibat hujan deras yang menghantam wilayah barat daya Jepang, memicu banjir besar dan tanah longsor yang mematikan.

Pihak berwenang mengatakan kepada stasiun televisi NHK bahwa 85 orang tewas, 6 orang berada dalam kondisi kritis, dan setidaknya 58 orang hilang. “Curah hujan tinggi di beberapa bagian negara telah menyebabkan sungai-sungai meluap, sehingga memicu banjir besar dan tanah longsor di beberapa daerah,” kata Menteri Kabinet Yoshihide Suga, sebagaimana dikutip dari CNN, Senin (9/7).

Disebutkan oleh Yoshihide, bahwa ratusan rumah hancur dan rusak di delapan prefektur, termasuk di kawasan hunian sekitar Kyoto dan Hiroshima.

Badan Meteorologi Jepang menaikkan sistem peringatannya ke tingkat tertinggi di wilayah pantai barat, seraya mengimbau wilayah lain untuk turut waspada.

Stasiun televisi NHK melaporkan bahwa curah hujan sekitar 364 milimeter turun antara pukul 05.00-07.00 WIB pagi di Kota Uwajima, yang disebut 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan pada Juli.

Di Sukumo City di Prefektur Kochi, curah hujan yang turun dilaporkan mencapai 263 milimeter selama dua jam, dan disertai dengan beberapa kali angin kencang.

Menurut salah seorang pejabat badan meteorologi setempat, Minako Sakurai, ancaman hujan lebat diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini di wilayah barat dan timur Jepang.

Setidaknya sebanyak hampir 4 juta orang diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi, jika muncul tanda-tanda kemungkinan buruk akibat hujan lebat.

Pejabat pemerintah memperingatkan warga yang bermukim di area sekitar lokasi bencana, berisiko mengalami bencana tanah longsor, banjir, embusan angin, dan kondisi cuaca ekstrem lainnya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan 54 ribu personel telah dimobilisasi untuk upaya pencarian dan penyelamatan.

Hujan deras melanda kawasan Jepang barat sejak Kamis, 5 Juni 2018. Curah hujan mencapai titik rekor tertinggi dalam sejarah Jepang pada Minggu 8 Juni lalu, dengan dampak sampingan berupa banjir, longsor, dan petir hebat, papar Badan Meteorologi dan Klimatologi Jepang.

Otoritas telah mengimbau evakuasi sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, banyak warga yang tidak menghiraukan imbauan tersebut sehingga menyebabkan tingginya jumlah korban.

Sampai saat ini, otoritas Jepang masih menetapkan status siaga cuaca buruk di tiga prefektur di Pulau Honshu. Serta mengimbau warga untuk berhati-hati atas banjir dan longsor susulan, angin kencang, serta permukaan sungai yang meninggi.(int/wws)
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib

Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Lokal Pekanbaru
Senin, 16 Juli 2018 - 16:52 wib
PIALA DUNIA 2018
Mbappe yang Kian Dekat dengan Pele usai Jadi Pemain Muda Terbaik FIFA
Senin, 16 Juli 2018 - 16:50 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
BERBEDA DENGAN JARINGAN YOGYAKARTA
Kata Kapolri, OTK yang Menyerang Mapolres Indramayu Terduga Teroris JAD
Senin, 16 Juli 2018 - 16:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Prancis Juara, Deschamps: Kemenangan Ini Bukan karena Saya
Senin, 16 Juli 2018 - 16:20 wib
PIALA DUNIA 2018
Golden Ball Award untuk Permainan Apik Luka Modric
Senin, 16 Juli 2018 - 16:10 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Donald Trump Unggah Surat Kim Jong Un kepadanyam, Isinya...
Penembak Incar Wali Kota dan Wakil

Jumat, 13 Juli 2018 - 10:25 WIB

Mulai Berubah karena Kritik

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:58 WIB

Bacon Bongkar Penyamaran

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:46 WIB

Amankan Harun Yahya, Sita Senjata

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us