SESUAI PERMEN ESDM
Arcandra Beberkan Alasan Tak Umumkan Kenaikan Harga Pertamax
Senin, 09 Juli 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 906 kali Print | Komentar
Arcandra Beberkan Alasan Tak Umumkan Kenaikan Harga Pertamax
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax tak perlu diumumkan kepada khalayak. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Meski begitu, Badan Usaha yang hendak melakukan perubahan harga harus terlebih dulu melaporkan kepada pemerintah.

“Badan penyalur BBM hanya perlu melapor dan tidak perlu lagi meminta persetujuan Pemerintah sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” katanya, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, walau tak harus meminta persetujuan, tetapi pemerintah tetap punya kuasa mengintervensi jika harga yang ditetapkan oleh Badan Usaha tidak sesuai dengan peraturan. Contohnya, harga yang melebihi marjin sebesar 10 persen.

"Kami jamin apa yang kami janjikan sampai akhir tahun bahwa BBM subsidi tetap. Tidak naik," terangnya.

Dia menyebut, Pertamax jumlahnya hanya 14 persen dari total kebutuhan BBM di Indonesia sehingga kenaikan harga pada awal Juli 2018 tak banyak berengaruh terhadap daya konsumsi masyarakat.

"Coba kami lihat data, dari 100 persen kebutuhan BBM kami, premium, pertalite, solar dan minyak tanah tidak naik. Ini mewakili 86 persen kebutuhan kami di Indonesia. Ini tidak akan terpengaruh dengan kemampuan konsumsi secara umum," sebutnya.

Adapun BBM jenis solar maupun minyak tanah yang disubsidi oleh Pemerintah harganya tidak mengalami kenaikan. Demikian halnya dengan premium yang merupakan BBM jenis Penugasan, harganya tetap.

Bahkan, Pertalite yang notabene juga merupakan BBM jenis umum yang penetapan harganya menjadi ranah Badan Usaha, harganya pun tidak mengalami kenaikan. BBM non subsidi yang pada tanggal 1 Juli 2018 harganya naik, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, dan Dexlite utamanya dikonsumsi oleh masyarakat mampu yang jumlahnya tidak banyak.

"Persentase 14 persen itu adalah masyarakat yang mengkonsumsi BBM dengan kualitas RON yang lebih baik. Tentu secara ekonomi juga mampu," paparnya.

Diketahui, harga Pertamax yang ditentukan Badan Usaha tersebut, itu membertimbangkan harga minyak dunia. Apalagi, adanya fluktuasi pergerakan harga minyak dunia yang kian dinamis.

“Kalau yang RON 92 ke atas itu sudah mengikuti dekat-dekat dengan harga keekonomian dunia. Justru yang premium, solar tentu masih jauh di bawah dengan harga yang sekarang cukup tinggi di atas USD 70-an per barel," tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib

Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Lokal Pekanbaru
Senin, 16 Juli 2018 - 16:52 wib
PIALA DUNIA 2018
Mbappe yang Kian Dekat dengan Pele usai Jadi Pemain Muda Terbaik FIFA
Senin, 16 Juli 2018 - 16:50 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
BERBEDA DENGAN JARINGAN YOGYAKARTA
Kata Kapolri, OTK yang Menyerang Mapolres Indramayu Terduga Teroris JAD
Senin, 16 Juli 2018 - 16:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Prancis Juara, Deschamps: Kemenangan Ini Bukan karena Saya
Senin, 16 Juli 2018 - 16:20 wib
PIALA DUNIA 2018
Golden Ball Award untuk Permainan Apik Luka Modric
Senin, 16 Juli 2018 - 16:10 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Nusantara Mengaji, Jaga Kesatuan dan Perdamaian RI

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:05 WIB

Keluarga Zohri Tolak Niat Pemerintah Renovasi Rumah Lama, Ini Alasannya
Ternyata, Segini Harga Rumah untuk Zohri dari Kemendagri
Wow! Tanpa Tes, Lalu Muhammad Zohri Bisa Langsung Jadi Anggota TNI
Target Lifting Migas Blok Mahakam Tak Tercapai

Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us