SESUAI PERMEN ESDM
Arcandra Beberkan Alasan Tak Umumkan Kenaikan Harga Pertamax
Senin, 09 Juli 2018 - 17:50 WIB > Dibaca 1107 kali Print | Komentar
Arcandra Beberkan Alasan Tak Umumkan Kenaikan Harga Pertamax
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax tak perlu diumumkan kepada khalayak. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Meski begitu, Badan Usaha yang hendak melakukan perubahan harga harus terlebih dulu melaporkan kepada pemerintah.

“Badan penyalur BBM hanya perlu melapor dan tidak perlu lagi meminta persetujuan Pemerintah sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” katanya, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, walau tak harus meminta persetujuan, tetapi pemerintah tetap punya kuasa mengintervensi jika harga yang ditetapkan oleh Badan Usaha tidak sesuai dengan peraturan. Contohnya, harga yang melebihi marjin sebesar 10 persen.

"Kami jamin apa yang kami janjikan sampai akhir tahun bahwa BBM subsidi tetap. Tidak naik," terangnya.

Dia menyebut, Pertamax jumlahnya hanya 14 persen dari total kebutuhan BBM di Indonesia sehingga kenaikan harga pada awal Juli 2018 tak banyak berengaruh terhadap daya konsumsi masyarakat.

"Coba kami lihat data, dari 100 persen kebutuhan BBM kami, premium, pertalite, solar dan minyak tanah tidak naik. Ini mewakili 86 persen kebutuhan kami di Indonesia. Ini tidak akan terpengaruh dengan kemampuan konsumsi secara umum," sebutnya.

Adapun BBM jenis solar maupun minyak tanah yang disubsidi oleh Pemerintah harganya tidak mengalami kenaikan. Demikian halnya dengan premium yang merupakan BBM jenis Penugasan, harganya tetap.

Bahkan, Pertalite yang notabene juga merupakan BBM jenis umum yang penetapan harganya menjadi ranah Badan Usaha, harganya pun tidak mengalami kenaikan. BBM non subsidi yang pada tanggal 1 Juli 2018 harganya naik, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, dan Dexlite utamanya dikonsumsi oleh masyarakat mampu yang jumlahnya tidak banyak.

"Persentase 14 persen itu adalah masyarakat yang mengkonsumsi BBM dengan kualitas RON yang lebih baik. Tentu secara ekonomi juga mampu," paparnya.

Diketahui, harga Pertamax yang ditentukan Badan Usaha tersebut, itu membertimbangkan harga minyak dunia. Apalagi, adanya fluktuasi pergerakan harga minyak dunia yang kian dinamis.

“Kalau yang RON 92 ke atas itu sudah mengikuti dekat-dekat dengan harga keekonomian dunia. Justru yang premium, solar tentu masih jauh di bawah dengan harga yang sekarang cukup tinggi di atas USD 70-an per barel," tutupnya. (uji)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan
Selasa, 12 November 2018 - 18:30 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib

RT/RW Pertanyakan Penertiban APK pada KPU
Selasa, 12 November 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 18:00 WIB

Pemko Tolak PNS Pindahan

Senin, 12 November 2018 - 12:02 WIB

El Faraon Jadi Pembeda

Senin, 12 November 2018 - 10:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini