Pesimis Flyover Selesai Akhir Tahun

Pekanbaru Senin, 09 Juli 2018 - 11:03 WIB

Pesimis Flyover Selesai Akhir Tahun
PENGALIHAN ARUS: Untuk kelancaran pembangunan flyover, dilakukan pengalihan arus lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan proyek di Simpang Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno-Hatta-HR Soebrantas, Kamis (5/7/2018). DEFIZAL / Riau Pos

KOTA (RIAUPOS.CO)   - Proyek pembangunan dua flyover yaitu di Simpang Pasar Pagi Arengka dan Simpang SKA ditargetkan akan rampung pada akhir 2018. Namun, pengerjaan hingga kini diperkirakan masih sebatas 20 persen.

Hal ini disampaikan oleh pengamat tata kota Mardianto Manan kepada Riau Pos. “Kalau saya agak pesimis pembangunan itu bisa selesai akhir tahun ini. Untuk itu saya berharap kepemisimisan saya ini harusnya dijawab oleh kontraktor dengan pekerjaan yang lebih cepat. Kalau sekarang saya lihat kalau lewat di sana pekerjaannya tenang-tenang saja,” ujarnya kemarin.

Untuk bisa menyelesaikan hingga akhir waktu, Mardianto juga mengatakan bahwa pola pengerjaan tersebut harusnya menggunakan kurva S. Kurva ini merupakan suatu grafik hubungan antara waktu pelaksanaan proyek dengan nilai akumulasi progress pelaksanaan proyek mulai dari awal hingga proyek selesai.

 “Kurva S yang baik adalah pelan di saat awal pekerjaan kemudian cepat di tengah dan santai lagi di akhir jadwal. Nah pengerjaan kita sekarang ini sedang berada di tengah itu. Di tengah huruf S itu kan agak terjal itu lekukannya. Makanya pengerjaan juga harus lebih cepat. Pertama S di bawah itu kan rendah itu, siap itu dia terjal tinggi, lalu nanti terakhir rendah lagi,” tuturnya.

Ditambah lagi, sisa waktu pengerjaan saat ini diperhitungkan hanya tersisa lima bulan lagi.

 “Lima bulan itu waktu yang pendek untuk bisa menyelesaikan pembangunan dua flyover. Saya agak pesimis apalagi dengan kondisi progres sekarang, saya rasa belum sampai 20 persen. Belum lagi nanti memasangkan tiang, dan lain halnya hingga ke proses finishing,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap agar pembangunan bisa segera selesai sesuai dengan kesepakatan awal.

 “Masyarakat sekarang sudah dikorbankan untuk bermacet-macetan. Artinya, yang banyak sudah dikorbankan untuk pengerjaan itu, harusnya jangan terlambat. Nanti kalau terlambat kecewa dong kita, uang sudah banyak habis, kita sudah berkorban bertahun tahun, namun pekerjaan lambat juga,” ucapnya.(cr9)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook