Bergerak demi Eksistensi
Minggu, 08 Juli 2018 - 12:13 WIB > Dibaca 4904 kali Print | Komentar
Bergerak demi  Eksistensi
Karya teater berjudul Kamar Mandi Kita dipentaskan di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai oleh Komunitas Hitam Putih, sutradara Yusril (Katil), beberapa waktu lalu.
Berita Terkait



Geliat seni di Riau memperlihatkan kemajuan. Berbagai perhelatan digelar, baik oleh komunitas secara mandiri, maupun komunitas bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah, maupun swasta. Semuanya bergerak, menunjukkan eksistensi dan proses untuk mematenkan negeri ini sebagai pusat seni pertunjukan.
----------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - DUA tahun lalu, insan seni pertunjukan telah menyepakati Riau sebagai pusat seni pertunjukan di Sumatera. Bukan tanpa alasan, dan bukan pula sebagai jargon basa-basi. Selain negeri berjuluk Lancang Kuning ini memiliki pasilitas memadai, para insan seni, baik teater, tari, musik, juga sastra seperti berlomba-lomba menggelar karya-karya terbaik mereka.

Alasan utamanya tentu saja untuk menjaring kepercayaan masyarakat sebagai audiens utama. Masing-masing komunitas menggelar karya secara mandiri dan telah pula mendapat tempat dengan ramainya gedung-gedung pertunjukan saat karya mereka dibentangkan. Tidak hanya itu, masyarakat sebagai penonton bersedia pula membeli tiket untuk tontonan alternatif yang menyegarkan. Suasana yang terbangun sejak 2009 hingga kini, semakin menguatkan interaksi seniman dan masyarakat secara luas.

Selain itu, juga untuk memberikan contoh kepada pemerintah serta pihak swasta untuk bersedia --dengan sadar-- menyalurkan bantuan secara finansial. Kekuatan dan keuletan seniman telah menambah semaraknya dunia seni dan budaya di negeri ini.

Salah seorang seniman Riau, Iwan Irawan Permadi menjelaskan, awalnya geliat itu terus bergerak menuju kemajuan. Berbagai potensi dari berbagai komunitas otomatis terangkat ke permukaan. Baik teater, tari, musik, dan sastra.

"Spiritnya terasa membanggakan. Hanya saja, lambat laun, geliat itu bertahan di Kota Pekanbaru saja. Komunitas yang bergerak juga tak bertambah secara baik, meski satu persatu mulai tumbuh," ulas koreografer senior tersebut.


KOMENTAR
Berita Update

Caleg Tipu Warga hingga Rp140 Juta
Selasa, 25 September 2018 - 12:15 wib
Alamaaak!
Tak Mau Kalah
Selasa, 25 September 2018 - 12:11 wib

Pekanbaru Magnet Pariwisata Halal
Selasa, 25 September 2018 - 12:03 wib
Andalkan Yusril, OSO Melawan Putusan

Andalkan Yusril, OSO Melawan Putusan
Selasa, 25 September 2018 - 11:47 wib
Debat Capres Boleh Dilakukan Lembaga di Luar KPU

Debat Capres Boleh Dilakukan Lembaga di Luar KPU
Selasa, 25 September 2018 - 11:34 wib

Berharap Tak Saling Serang Isu SARA
Selasa, 25 September 2018 - 11:03 wib

DPRD Kebut Bahas RAPBD-P 2018
Selasa, 25 September 2018 - 11:02 wib
Nama Imam, Jadi Imam Sejak Mulai Masuk
Pengedar Narkoba Menyesal di Sel Tahanan
Selasa, 25 September 2018 - 10:57 wib
Rusunawa Terkendala Transportasi

Rusunawa Terkendala Transportasi
Selasa, 25 September 2018 - 10:46 wib
Teknologi Masaro jadi Solusi Sampah Pasar
UPS Bakal Diambil Alih Pemko
Selasa, 25 September 2018 - 10:40 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Kembalinya sang  Primadona

Minggu, 23 September 2018 - 19:48 WIB

Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Puisi Inspirasi Tiada Henti

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us