DILAKUKAN PULUHAN MASSA
Mantan Danjen Kopassus Kecam Pengadangan Terhadap Yusril
Sabtu, 07 Juli 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 5387 kali Print | Komentar
Mantan Danjen Kopassus Kecam Pengadangan Terhadap Yusril
Yusril Ihza Mahendra. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Direktur Utama Sebuku Grup, Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko mengecam keras aksi pengadangan Yusril Ihza Mahendra pada Jumat (6/7/2018).

Aksi itu dilakukan oleh puluhan massa di pintu masuk areal Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, Banjarmasi. Soenarko menilai, aksi pengadangan itu sudah direncanakan oleh orang-orang tertentu, ditambah perilaku aparat kepolisian yang tidak profesional di lapangan.

“Malu kami sebagai warga negara, orang mau tausyiah di acara halalbihalal malah dihadang oleh segerombolan orang, ada yang mulutnya bau tuak, matanya merah," katanya, sebagaimana diberitakan JawaPos.com, Sabtu (7/7/2018).

Soenarko bahkan menyebut, dari laporan anak buahnya, ada juga residivis yang baru keluar penjara dua bulan lalu dan ikut dalam gerombolan massa yang mengadang Yusril tersebut.

"Tahu apa soal tambang. Ini pasti sudah ada yang sengaja mengerakan. Tidak mungkin kalau tidak digerakan,” jelasnya.

Dia menerangkan, ironisnya, jumlah aparat kepolisian dan TNI justru lebih banyak dari massa yang melakukan pengadangan itu.

“Polisi berpakaian dinas jumlahnya banyak, belum lagi yang berpakaian preman. Ditambah anggota TNI, ada juga mobil water canon, aneh saja tidak bisa mengatasi massa yang sebagian mabuk tuak itu,” tuturnya.

Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda itu pun mendesak Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian untuk mencopot  pimpinan Polda Kalsel dan Polres Kotabaru. Sebab, Polda setempat gagal menjaga keamanan bandara yang merupakan objek vital.

“Sudah jelas bandara itu bagian dari objek vital, harus diamankan. Masak menyebut ada 1.100 massa, padahal cuman belasan orang. Ini bentuk intimidasi kepada tokoh nasional agar Prof Yusril pulang. Ini aneh," paparnya.

Dia bahkan mencium ada semacam skenario yang boleh jadi dibayar pihak tertentu. Karena itu, dirinya meminta Kapolri agar menindak anak buahnya yang tidak profesional.

"Kalau oknum-oknum begini bercokol di kepolisian dan nanti jadi pentinggi Polri, yang rugi seluruh bangsa Indonesia ini,” tuntas mantan Danjen Kopassus itu.(dms)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Kamis, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Kamis, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Kamis, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Kamis, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Kamis, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Kamis, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Kamis, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us