Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Bacakan Pleidoi, Dokter Bimanesh Bantah Kesaksian Karyawan RS Medika
Jumat, 06 Juli 2018 - 18:15 WIB > Dibaca 433 kali Print | Komentar
Bacakan Pleidoi, Dokter Bimanesh Bantah Kesaksian Karyawan RS Medika
Dokter Bimanesh Sutarjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pembicaraan para saksi yang dihadirkan jaksa KPK dari RS Medika Permata Hijau merupakan sebuah kebohongan. Hal itu dilontarkan oleh Dokter Bimanesh Sutardjo saat membacakan nota pembelaan (pleidoi).

Bukan itu saja, dia bahkan menuding pernyataan pelaksana tugas (Plt) Manajemen Medik RS Medika Permata Hijau, dr. Alia yang menyebut ingin mengambil alih perawatan Setya Novanto merupakan hal yang tidak benar.

"Tidak benar apa yang disampaikan dr. Alia yang mengatakan bahwa saya ingin meng-handle atau mengambil alih penanganan Setya Novanto," ujarnya membacakan nota pleidoi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Bahkan, soal tuduhan Bimanesh telah memerintahkan perawat Indri untuk membuang surat pengantar rawat terpidana korupsi e-KTP itu.

"Serta tidak benar saya melakukan pembalutan kepala Setya Novanto," jelasnya.

Di samping itu, Bimanesh tidak membenarkan jika memerintahkan dr. Alia untuk tidak menghubungi Prof Hafil Budianto selaku Direktur RS Medika Permata Hijau.

"Demi Allah saya bersumpah, apa yang saya sampaikan di atas itu benar jika saya berdusta maka laknat Allah swt atas diri saya, jika saya benar maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat Allah di dunia dan akhirat," paparnya.

Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut Bimanesh Sutardjo selama 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Menurut jaksa, Bimanesh terbukti bersalah merintangi penyidikan KPK dalam perkara korupsi e-KTP.

"Menuntut menyatakan Bimanesh Sutardjo terbukti bersalah secara bersama-sama merintangi penyidikan korupsi," papar jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

Pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan tuntutannya karena Bimanesh tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Di samping itu, jaksa menyatakan Bimanesh tidak terus terang mengakui perbuatannya.

Adapun hal yang meringankan menurut jaksa, Bimanesh berlaku sopan selama persidangan, membuka peran dan perbuatan pelaku lainnya yaitu Fredrich dan mempunyai banyak jasa selama menjadi dokter.

"Serta masih diperlukan oleh pasien-pasiennya sesuai testimoni yang diberikan para pasiennya," tandas Kresno. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan
Selasa, 12 November 2018 - 18:30 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib

RT/RW Pertanyakan Penertiban APK pada KPU
Selasa, 12 November 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Eni Saragih Segera Sidang

Sabtu, 10 November 2018 - 18:55 WIB

Dua Kali Mangkir, Direktur PT SK Akhirnya Ditahan

Jumat, 09 November 2018 - 10:49 WIB

Gemetar saat Ditanya, Ternyata Bawa Sabu

Kamis, 08 November 2018 - 16:30 WIB

Sempat Ditahan, Status Hukum Rizieq Belum Jelas

Kamis, 08 November 2018 - 13:34 WIB

Istana Serahkan Kasus Novel ke Polri

Sabtu, 03 November 2018 - 11:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini