Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Bacakan Pleidoi, Dokter Bimanesh Bantah Kesaksian Karyawan RS Medika
Jumat, 06 Juli 2018 - 18:15 WIB > Dibaca 366 kali Print | Komentar
Bacakan Pleidoi, Dokter Bimanesh Bantah Kesaksian Karyawan RS Medika
Dokter Bimanesh Sutarjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pembicaraan para saksi yang dihadirkan jaksa KPK dari RS Medika Permata Hijau merupakan sebuah kebohongan. Hal itu dilontarkan oleh Dokter Bimanesh Sutardjo saat membacakan nota pembelaan (pleidoi).

Bukan itu saja, dia bahkan menuding pernyataan pelaksana tugas (Plt) Manajemen Medik RS Medika Permata Hijau, dr. Alia yang menyebut ingin mengambil alih perawatan Setya Novanto merupakan hal yang tidak benar.

"Tidak benar apa yang disampaikan dr. Alia yang mengatakan bahwa saya ingin meng-handle atau mengambil alih penanganan Setya Novanto," ujarnya membacakan nota pleidoi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Bahkan, soal tuduhan Bimanesh telah memerintahkan perawat Indri untuk membuang surat pengantar rawat terpidana korupsi e-KTP itu.

"Serta tidak benar saya melakukan pembalutan kepala Setya Novanto," jelasnya.

Di samping itu, Bimanesh tidak membenarkan jika memerintahkan dr. Alia untuk tidak menghubungi Prof Hafil Budianto selaku Direktur RS Medika Permata Hijau.

"Demi Allah saya bersumpah, apa yang saya sampaikan di atas itu benar jika saya berdusta maka laknat Allah swt atas diri saya, jika saya benar maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat Allah di dunia dan akhirat," paparnya.

Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut Bimanesh Sutardjo selama 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Menurut jaksa, Bimanesh terbukti bersalah merintangi penyidikan KPK dalam perkara korupsi e-KTP.

"Menuntut menyatakan Bimanesh Sutardjo terbukti bersalah secara bersama-sama merintangi penyidikan korupsi," papar jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

Pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan tuntutannya karena Bimanesh tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Di samping itu, jaksa menyatakan Bimanesh tidak terus terang mengakui perbuatannya.

Adapun hal yang meringankan menurut jaksa, Bimanesh berlaku sopan selama persidangan, membuka peran dan perbuatan pelaku lainnya yaitu Fredrich dan mempunyai banyak jasa selama menjadi dokter.

"Serta masih diperlukan oleh pasien-pasiennya sesuai testimoni yang diberikan para pasiennya," tandas Kresno. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Kamis, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Kamis, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Kamis, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Kamis, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Kamis, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Kamis, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Kamis, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Kamis, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us