BERHASIL KABUR
IPW Khawatir Asian Games Akan Diteror Pelaku Bom Pasuruan
Jumat, 06 Juli 2018 - 15:30 WIB > Dibaca 315 kali Print | Komentar
IPW Khawatir Asian Games Akan Diteror Pelaku Bom Pasuruan
Ilustrasi. (NET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelaku bom Pasuruan, Jawa Timur yang masih kabur harus segera ditangkap oleh polisi. Desakan itu datang dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane.

Neta menyampaikan itu karena khawatir pelaku akan menebar aksi teror baru yang bisa mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Dari informasi yang dia peroleh, pelaku bom  Pasuruan berhasil melarikan diri dengan membawa ransel hitam yang diduga berisi bahan peledak. Adapun si pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Pelaku diketahui meninggalkan kendaraannya di tempat penitipan sepeda motor di Stasiun Pasuruan. Dia membuat kamuflase seolah-olah dia kabur dengan menggunakan kereta api.

Padahal, saksi mata melihat pelaku kabur dengan angkot ke arah Sidoarjo atau Mojokerto. Diketahui, pelaku mengenakan jaket biru muda dan bercelana panjang abu-abu serta mengenakan sendal jepit kulit.

Pelaku juga menggunakan kupluk putih dan syal biru. Dari tempat penitipan sepeda motor pelaku berjalan kaki menuju arah barat ke jalanan besar untuk mencari angkot.

"Diduga pelaku menuju Sidoarjo atau Mojokerto," ujarnya, Jumat (6/7/2018).

Berdasarkan data yang diperoleh IPW, pelaku memiliki dua kartu tanda penduduk (KTP). Pertama KTP keluaran Kabupaten Pandeglang, Banten atas nama Anwardi, kelahiran Jakarta 12 Juni 1966, dengan NIK 31009765443360003, beralamat Karang Tanjung Serang.

Kemudian, KTP kedua atas nama Abdullah yang lahir di Lambideng,  Aceh, 16 Februari 1975. KTP di keluarga Kabupaten Pidie Aceh dengan NIK 1107181602750001 dan alamat Dayah Lampoh Awe, Simpang Tiga.

Foto di KTP sama sehingga patut diduga pelaku telah melakukan pemalsuan identitas. Padahal, Sesungguhnya pelaku bernama Abdulloh, kelahiran Meulaboh, Aceh. Neta menyebut, pelaku merupakan anggota ISIS eks GAM.

Di era Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM), memang cukup banyak anggota GAM yang dilatih di Libya.

"Setelah masa damai di Aceh, keberadaan eks GAM yang dilatih di Libya ini tidak terlacak," tuturnya.

Lebih jauh, IPW berharap polisi bertindak cepat menangkap pelaku. Pasalnya, jika melihat KTP dan keberadaannya, pelaku sepertinya memiliki jaringan yang cukup luas mulai Aceh, Banten hingga Jawa Timur.

"Jika pelaku bisa segera tertangkap, diharapkan jaringan terorisnya bisa terbongkar dan dilumpuhkan sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat bisa terjaga, terutama saat pelaksanaan Asian Games," tandasnya.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan
Selasa, 12 November 2018 - 18:30 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib

RT/RW Pertanyakan Penertiban APK pada KPU
Selasa, 12 November 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 18:00 WIB

Pemko Tolak PNS Pindahan

Senin, 12 November 2018 - 12:02 WIB

El Faraon Jadi Pembeda

Senin, 12 November 2018 - 10:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini