Hapus Kutukan 22 Tahun
Kamis, 05 Juli 2018 - 12:40 WIB > Dibaca 870 kali Print | Komentar
Hapus Kutukan 22 Tahun
PENYELAMATAN: Kiper Inggris Jordan Pickford menyelamatkan gawangnya dari tendangan penyerang Kolombia Carlos Bacca dalam drama adu penalti babak 16 besar Piala Dunia di Spartak Stadium, Moskow, Rabu (4/7/2018). (MLADEN ANTONOV/AFP)
MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Jordan Pickford menambah deretan pemain nomor satu yang jadi hero difase 16 Besar Piala Dunia 2018. Setelah Igor Akinfeev (Rusia) dan Danijel Subasic (Kroasia) jadi buah bibir dengan penyelamatan gemilangnya saat adu penalti, Rabu WIB dini hari WIB (4/7) satu tepisan Pickford menyelamatkan Inggris dari kutukan 22 tahun adu penalti major tournament.

Kiper debutan itu menepis tembakan eksekutor terakhir Kolombia, Carlos Bacca. Inggris menang adu penalti 4-3 setelah berimbang 1-1 di laga normal, setelah gol penalti Harry Kane di menit ke-57 mampu disamakan heading Yerry Mina pada menit ketiga injury time.

‘’Saya sudah melakukan riset (penalti pemain-pemain Kolombia) sebelumnya,’’ kata Pickford dikutip ESPN.  

Walaupun cuma mampu menepis satu dari lima tembakan penalti -eksekusi Matias Uribe melayang, kiper yang baru 7 caps The Three Lions (julukan timnas Inggris) itu mengaku nyaris dari semua arah tembakan pemain Kolombia sesuai risetnya.

 ‘’Hanya (Radamel, red) Falcao yang melakukan (penalty, red) tak seperti biasanya,’’ sebut Pickford.

Tak hanya membantu memecahkan rekor 22 tahun tak pernah lolos adu penalti, Pickford juga jadi kiper pertama Inggris setelah dua dekade yang mampu menepis tendangan penalti saat adu penalti major tournament. Terakhir, David Seaman menggagalkan penalti Argentina di fase 16 Besar Piala Dunia 1998. Hernan Crespo eksekutornya.

‘’Tak peduli meski saya bukan kiper terbaik (seperti Seaman). Karena penalti itu lebih ke soal momen, dan yang perlu saya lakukan ya membuat penyelamatan, dan saya bisa. Ini tentang positioning, dan mengarahkan tangan ke arah yang benar,’’ imbuh kiper yang sukses menggusur  dominasi Joe Hart sebagai nomor satu timnas Inggris itu.

Nah, di perempatfinal, Pickford masih punya potensi kembali dihadapkan dengan babak adu penalti. Swedia sebagai lawannya dikenal tim yang main negatif dan defense-nya pun sulit ditembus. Robin Olsen sebagai kiper Blagult  (julukan Swedia) pun belum pernah berhasil pada saat adu penalti.

Piala Dunia 2018 pun berpotensi menajamkan rekornya sebagai Piala Dunia yang paling banyak terjadi adu penalti di fase knockout. Adu penalti kemarin jadi yang ketiga kali. Di dalam laga perempatfinal lainnya yang mempertemukan Kroasia dan Rusia, peluang adu penalti tidak tertutup juga.

Sama seperti Swedia, Rusia sebagai host Piala Dunia pun lebih sering memainkan skema main negatif yang mengandalkan counter attack. Ini jadi tantangan Kroasia. Suba -sapaan karib Subasic- pun sudah paham dengan kans head to head adu penaltinya kontra Akinfeev.

‘’Itu akan lebih susah (ketimbang saat melawan Denmark), apalagi mereka tuan rumah, lalu tekanan yang ada di belakang saya pun lebih besar,’’ ungkap kiper terbaik Ligue 1 2016-2017 itu.

Sukses di Piala Dunia 2018 ini jadi kali pertama kiper AS Monaco itu jadi hero di dalam adu penalti, di semua ajang. Musim 2017-2018 di level klub, kiper 33 tahun itu tak sekalipun di semua ajang mampu menyelamatkan gawangnya dari tendangan penalti. Tujuh penalti, di tujuh kalinya gagal semua.

Selain dua laga itu, bentrok perempat final lain antara Prancis menantang Uruguay besok (6/7) dan Brasil kontra Belgia (7/7) lebih kecil peluangnya. Pasalnya, keempat negara itu punya rekor sebagai tim-tim yang attacking football. Sehingga kans banyak peluang dan gol pun lebih terbuka.(ren/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi

Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:40 wib

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Elite PKS Protes Manuver Prabowo, Begini Komentar Gerindra
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Tio Pakusadewo Kecewa Sidang Putusan Ditunda Pekan Depan
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:30 wib

Diskes Siagakan Tim Medis di MTQ
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:20 wib
PILPRES 2019
Prabowo Kian Sering Lakukan Manuver Politik, Tak Percaya PKS Lagi?
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:15 wib
TERKAIT PENYERANGAN BOM MOLOTOV
Gerakan #2019GantiPresiden Terus Jalan meski Mardani Diteror
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Waspadai Aceh United

Kamis, 19 Juli 2018 - 18:00 WIB

Menpora kepada Zohri: Tetap Rendah Hati dan Jangan Tergoda Perempuan
Rumah di Taman Bangsal Residence, Bonus dari Mendagri untuk Zohri
Pemenang Pacu Rayon I Tak Kunjung Terima Hadiah

Kamis, 19 Juli 2018 - 17:50 WIB

Bagaimana Perbedaan Latihan di Polandia dengan Indonesia? Ini Kata Egy
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini