Pembunuh TKW Enok di Jeddah Belum Terungkap sejak 2016
Kamis, 05 Juli 2018 - 10:01 WIB > Dibaca 307 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JEDDAH (RIAUPOS.CO) - Kasus pembunuhan terhadap seorang WNI perempuan pada 4 Desember 2016 lalu di distrik Al-Wurud, Jeddah hingga kini masih menyisakan teka-teki. Dia diketahui sebagai tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Jeddah.

Enok Bt Empan Hasan berasal dari Karawang, Jawa Barat. Hingga kini kasus meninggalnya Enok belum menemui titik terang. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi kembali mengerahkan pengacara untuk mendalami kasus pembunuhan tersebut. Pihak KJRI Jeddah menunjuk Kantor Turki Abdullah Al Hamid yang beralamat di Prince Sultan Street, Al-Khalidiyah District, Jeddah, Arab Saudi untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut lebih lanjut.

Konsulat Jenderal (Konjen) mengatakan, hingga saat ini pihak berwenang belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan. Sebab korban tidak memiliki dokumen resmi dan bekerja bukan pada majikan asli. Oleh karena itu kemudian diputuskan untuk menyewa pengacara.

Penandatanganan kontrak jasa pengacara ini dilakukan Senin (2/7), di ruang rapat KJRI Jeddah yang disaksikan oleh seluruf staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah.

‘’Semoga nanti dengan kerja sama kita, kasus yang hingga saat ini belum terlihat arahnya ke mana bisa ada kejelasan. Mungkin banyak hal yang bisa kita gali lebih dalam sehingga kasus ini, minimal, kita bisa meyakinkan pihak keluarganya korban kalau kasus ini ditangani dengan baik,’’ ujar Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 sekaligus Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur.

Di dalam kontrak tertulis disebutkan pengacara yang ditunjuk berkewajiban menyampaikan semua informasi dan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam penanganan perkara. Termasuk perkara pada semua persidangan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, menyampaikan memorandum dengan menjelaskan dasar-dasar dan perspektif hukum yang menjadi rujukan dalam penuntutan.

Pengacara juga wajib mendampingi Pemerintah Indonesia dan klien dalam melakukan negosiasi terkait dengan adanya tuntutan sebelum kasus hukum yang terjadi diajukan ke pengadilan setempat.(trz/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

PT Amanah Travel Berangkatkan 23 Jamaah Umrah
Rabu, 20 November 2018 - 21:38 wib
Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat

Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat
Rabu, 20 November 2018 - 19:30 wib
Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018
Rabu, 20 November 2018 - 18:51 wib
Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama

Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama
Rabu, 20 November 2018 - 18:25 wib
Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Surat Suara Lebih Besar dari Koran
Rabu, 20 November 2018 - 17:54 wib

Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia
Rabu, 20 November 2018 - 17:36 wib
Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor

Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor
Rabu, 20 November 2018 - 17:32 wib

Sabu Rp4 M Disimpan dalam Tas Ransel
Rabu, 20 November 2018 - 17:22 wib
Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk

Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk
Rabu, 20 November 2018 - 15:00 wib

Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut
Rabu, 20 November 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia

Selasa, 20 November 2018 - 17:36 WIB

Jadi Pemilik Akun Penyebar Hoax, Istri Gubernur Diselidiki Polisi
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 WIB

Irlandia Selidiki Benda Terbang di Lepas Pantai Negaranya

Selasa, 13 November 2018 - 16:16 WIB

Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan

Minggu, 11 November 2018 - 20:38 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini