Pembunuh TKW Enok di Jeddah Belum Terungkap sejak 2016
Kamis, 05 Juli 2018 - 10:01 WIB > Dibaca 191 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JEDDAH (RIAUPOS.CO) - Kasus pembunuhan terhadap seorang WNI perempuan pada 4 Desember 2016 lalu di distrik Al-Wurud, Jeddah hingga kini masih menyisakan teka-teki. Dia diketahui sebagai tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Jeddah.

Enok Bt Empan Hasan berasal dari Karawang, Jawa Barat. Hingga kini kasus meninggalnya Enok belum menemui titik terang. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi kembali mengerahkan pengacara untuk mendalami kasus pembunuhan tersebut. Pihak KJRI Jeddah menunjuk Kantor Turki Abdullah Al Hamid yang beralamat di Prince Sultan Street, Al-Khalidiyah District, Jeddah, Arab Saudi untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut lebih lanjut.

Konsulat Jenderal (Konjen) mengatakan, hingga saat ini pihak berwenang belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan. Sebab korban tidak memiliki dokumen resmi dan bekerja bukan pada majikan asli. Oleh karena itu kemudian diputuskan untuk menyewa pengacara.

Penandatanganan kontrak jasa pengacara ini dilakukan Senin (2/7), di ruang rapat KJRI Jeddah yang disaksikan oleh seluruf staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah.

‘’Semoga nanti dengan kerja sama kita, kasus yang hingga saat ini belum terlihat arahnya ke mana bisa ada kejelasan. Mungkin banyak hal yang bisa kita gali lebih dalam sehingga kasus ini, minimal, kita bisa meyakinkan pihak keluarganya korban kalau kasus ini ditangani dengan baik,’’ ujar Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 sekaligus Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur.

Di dalam kontrak tertulis disebutkan pengacara yang ditunjuk berkewajiban menyampaikan semua informasi dan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam penanganan perkara. Termasuk perkara pada semua persidangan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, menyampaikan memorandum dengan menjelaskan dasar-dasar dan perspektif hukum yang menjadi rujukan dalam penuntutan.

Pengacara juga wajib mendampingi Pemerintah Indonesia dan klien dalam melakukan negosiasi terkait dengan adanya tuntutan sebelum kasus hukum yang terjadi diajukan ke pengadilan setempat.(trz/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib

Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Lokal Pekanbaru
Senin, 16 Juli 2018 - 16:52 wib
PIALA DUNIA 2018
Mbappe yang Kian Dekat dengan Pele usai Jadi Pemain Muda Terbaik FIFA
Senin, 16 Juli 2018 - 16:50 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
BERBEDA DENGAN JARINGAN YOGYAKARTA
Kata Kapolri, OTK yang Menyerang Mapolres Indramayu Terduga Teroris JAD
Senin, 16 Juli 2018 - 16:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Prancis Juara, Deschamps: Kemenangan Ini Bukan karena Saya
Senin, 16 Juli 2018 - 16:20 wib
PIALA DUNIA 2018
Golden Ball Award untuk Permainan Apik Luka Modric
Senin, 16 Juli 2018 - 16:10 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Donald Trump Unggah Surat Kim Jong Un kepadanyam, Isinya...
Penembak Incar Wali Kota dan Wakil

Jumat, 13 Juli 2018 - 10:25 WIB

Mulai Berubah karena Kritik

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:58 WIB

Bacon Bongkar Penyamaran

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:46 WIB

Amankan Harun Yahya, Sita Senjata

Jumat, 13 Juli 2018 - 09:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us