Depan >> Berita >> Hukum >>
KABUR KE INDONESIA
Saksi Kunci Skandal Korupsi Najib Razak Berhasil Ditangkap Polri
Selasa, 03 Juli 2018 - 16:25 WIB > Dibaca 384 kali Print | Komentar
Saksi Kunci Skandal Korupsi Najib Razak Berhasil Ditangkap Polri
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Selasa (2/7/2018), buron asal Malaysia, Ketua UMNO Bagian Sungai Besar Datuk Seri Jamal Md Yunos, berhasil diamankan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di daerah Jakarta.

"Kemarin sore sudah ditangkap DPO Diraja Malaysia. Kepala polisinya menghubungi saya, kemudian timnya memberi informasi terkait seorang DPO asal Malaysia, Jamal," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Jamal, menurutnya, diduga menjadi tersangka dan saksi kunci dalam kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Adapun diduga skandal pencucian uang itu bernilai hingga USD 4,5 miliar atau setara Rp63,8 triliun.

"Jamal ini diduga terkait dengan kasus 1MDB yang diduga melibatkan mantan PM. Yang bersangkutan ini tersangka dan saksi kunci dalam kasus itu," sebutnya.

Diketahui, saat kasus tersebut merebak, Jamal meninggalkan Malaysia secara ilegal. Polri pun diminta bantuan untuk mencari sang buron yang diduga kabur ke Indonesia. Kemudian Polri melakukan investigasi.

Informasi awal Jamal berada di Medan. Selanjutnya, menuju ke Jakarta pada Ahad (1/7/2018).

"Tiga Juli ditangkap di Tebet dan diamankan di PMJ. Saya sudah sampaikan ke kepala Kepolisian Diraja Malaysia," tuturnya.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengucapkan terima kasih kepada Polri terkait penangkapan itu. Sementara, Tito pun mengaku mendapat telepon dari pejabat tinggi Malaysia pagi tadi bahwa Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga menyampaikan ucapan terima kasih ke Presiden Joko Widodo.

Rencananya, Mahathir akan membuat surat resmi ke presiden karena sudah membantu menginvestigasi kasus di Malaysia. Buron itu, rencananya akan dideportasi.

"Kami akan segera deportasi kalau nggak hari ini, besok. Dan polisi Malaysia akan tiba di sini untuk melunasi teknisnya dan mungkin akan terbang pakai Malaysia Airlines," tuntasnya.(dna/ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini