Harga BBM Naik, Pilihan Masyarakat Makin Sulit
Selasa, 03 Juli 2018 - 12:14 WIB > Dibaca 436 kali Print | Komentar
Harga BBM Naik, Pilihan Masyarakat Makin Sulit
MENGISI PERTAMAX: Seorang petugas SPBU mengisi pertamax ke mobil konsumen, Senin (2/7/2018). Pertamina menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ini wajar. (ANGGI PRADITHA/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Pertamina (persero) akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menyusul melonjaknya harga minyak mentah dunia. Meski terbilang tinggi, kenaikan harga untuk pertamax dan dex series tersebut dinilai wajar. Bahkan, Pertamina menilai harga ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan badan usaha lain.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menyatakan, dibandingkan dengan produk BBM RON 92 milik badan usaha lain seperti Shell, Total, maupun AKR, harga jual pertamax masih lebih rendah.

”Kondisi keuangan Pertamina saat ini sangat memprihatinkan. Pemerintah Jokowi dan JK tidak boleh berdiam diri. Jangan hanya menjaga citra politik Jokowi sehingga mengorbankan kondisi kesehatan keuangan Pertamina,” ucapnya, Senin (2/7).

AKR Corporindo, Total, dan Shell memang menaikkan harga BBM sebelum Idulfitri. Sedangkan Pertamina baru mengubah harga BBM RON 92 ke atas hampir dua pekan setelah Idulfitri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan, Pertamina telah meminta persetujuan pemerintah untuk menaikkan harga pertamax dan dex series. Pengajuan kenaikan harga yang dilakukan Pertamina hanya mencakup pertamax dan dex series. Tidak termasuk pertalite. ”Pertalite tidak diajukan (kenaikan harga),” terangnya.

Kenaikan harga pertamax dan dex series wajar dilakukan Pertamina untuk mengompensasi dikuncinya harga solar bersubsidi dan premium hingga akhir 2018 oleh pemerintah. Sebab, selisih harga jual BBM tersebut akan ditanggung Pertamina. Selain itu, Pertamina harus mendapat penugasan tambahan berupa kewajiban penyaluran premium di Jawa, Madura, dan Bali.

Kementerian ESDM juga baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Aturan itu merevisi Permen No 21 Tahun 2018. Dalam aturan baru tersebut, badan usaha hanya wajib melaporkan kepada menteri mengenai harga jual eceran BBM nonsubsidi. Aturan itu berlaku sejak diundangkan pada 22 Juni 2018.

Menteri dapat memberikan persetujuan dengan pertimbangan situasi perekonomian, daya beli masyarakat, ekonomi riil, dan sosial masyarakat. Meski demikian, jika perubahan harga yang ditetapkan badan usaha tidak sesuai dengan aturan, menteri dapat mengintervensi dengan menetapkan harga jual eceran.

Anggota Komisi VII DPR Rofi’ Munawar memandang, saat ini masyarakat dihadapkan pada pilihan konsumsi BBM yang cukup berat. Sebab, secara faktual, alokasi BBM jenis premium semakin terbatas dan BBM nonsubsidi terus merangkak naik.

’’Jika kondisi ini terus berlangsung dalam kurun waktu tertentu, bukan tidak mungkin akan memicu inflasi dan mengakibatkan kenaikan sejumlah harga bahan pokok. Inflasi tidak langsung berupa kenaikan tarif transportasi dan logistik yang berdampak pada naiknya harga barang,’’ tuturnya. (vir/c17/fal/das)
KOMENTAR
Berita Update
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan
Selasa, 12 November 2018 - 18:30 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib

RT/RW Pertanyakan Penertiban APK pada KPU
Selasa, 12 November 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 18:00 WIB

Pemko Tolak PNS Pindahan

Senin, 12 November 2018 - 12:02 WIB

El Faraon Jadi Pembeda

Senin, 12 November 2018 - 10:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini