Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Aburizal Bakrie dan Mulyadi Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Alasannya
Senin, 02 Juli 2018 - 19:30 WIB > Print | Komentar
Aburizal Bakrie dan Mulyadi Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Alasannya
Aburizal Bakrie. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Panggilan KPK pada hari ini, Senin (2/7/2018), tidak dipenuhi mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan anggota DPR RI dari Partai Demokrat Mulyadi.

Padahal, rencananya, keduanya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi e-KTP dengan dua tersangka Irvanto dan Made Oka. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ketidakhadiran dari Aburizal dikarenakan sedang berada diluar negeri.

Sementara, Mulyadi sedang menjalankan tugas. Untuk itu, keduanya meminta penjadwalan ulang.

"KPK juga telah menerima surat dari dua saksi lainnya yang tidak dapat menghadiri pemeriksaan hari ini dan akan dijadwalkan kembali. Aburizal Bakrie sedang berada di luar negeri dan Mulyadi ada tugas lain hari ini," katanya kepada awak media, Senin (2/7/2018).

Untuk diketahui, KPK menyebut saat ini penyidiknya terus melakukan pengembangan terhadap pelaku-pelaku yang lain dalam kasus e-KTP. Pasalnya, selain para tersangka yang kini sudah menjalani proses hukum, diyakini dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP itu pihak lain yang terlibat.

"Kami akan melihat pengembangan pengembangan terhadap pelaku yang lain karena kami duga ada pelaku yang lain. Kami duga pelaku dalam kasus KTP elektronik ini atau orang-orang yang harus bertanggung jawab bukan hanya mereka yang sudah kami proses, tapi tentu buktinya harus kuat dan kami sangat hati-hati menangani," katanya kepada awak media, Senin (4/6/2018) silam.

Menurut Febri, masa penahanan Irvanto akan habis dalam waktu dekat ini. Jika merujuk hal itu, berarti berkas perkara keponakan Setya Novanto pun akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor sehingga saat ini KPK terus menajamkan fakta-fakta aliran dana yang sempat disebutkan oleh Irvanto.

Termasuk soal dan penganggaranan pengangga proyek yang bernilai fantastis di DPR saat itu. Irvanto dan Made Oka sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dan Diduga mereka bersama-sama menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi.

Diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun dari nilai proyek Rp5,9 triliun. Keduanya dalam kasu ini disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
BERPULANGNYA KHAIRUNNAS AFRIZAL, MANTAN PEMAIN PSPS
Anak yang Santun dan Rajin Puasa Sunah
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:21 wib

Plt Ketua Umum PSSI Tersangka
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:19 wib

PLN Turunkan Tarif 900 VA
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:15 wib

Korban 100 Orang, Pelaku Raup Rp3 Miliar
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:06 wib

Lokasi Debat Mulai Ditata
Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:00 wib

Peta Politik di Jabar Sudah Berubah Drastis? 52,4%
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:30 wib

Kemendagri Jawab Isu e-KTP WNA Bisa Dipakai Mencoblos
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:24 wib
Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras

Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:13 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Plt Ketua Umum PSSI Tersangka

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:19 WIB

Ahmad Dhani Minta Keleluasaan Bicara ke Media

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:21 WIB

Setelah Dua Tahun, 13 Taruna Diberhentikan

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:12 WIB

Sofyan dan Idrus Bantah Dugaan Aliran Fee Proyek

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:05 WIB

 Umur 23 Tahun, Sudah Lincah Mencuri Motor Puluhan Kali

Selasa, 12 Februari 2019 - 20:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us