Depan >> Berita >> Riau >>
109 Warga Kampar Diduga Keracunan Jamuan Pesta
Senin, 02 Juli 2018 - 12:53 WIB > Dibaca 1676 kali Print | Komentar
109 Warga Kampar Diduga Keracunan Jamuan Pesta
DIRAWAT: Sejumlah warga Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar terpaksa dirawat di lantai Puskesmas Kampar Timur karena kekurangan tempat tidur, Ahad (1/7/2018). Sebanyak 109 warga di sana diduga keracunan saat jamuan pesta sehari sebelumnya. (HENDRAWAN/RIAU POS)
KAMPAR TIMUR (RIAUPOS.CO) - Berbaju kaos lengan pendek berkerah, wajah Nurbit kusut. Beberapa kali dahinya terlihat berkerut. Dirinya berdiri di tengah-tengah Crisis Center di Puskesmas Kampar Timur, Ahad (1/7). Di sekitar dirinya berdiri, puluhan orang berbaring tidak berdaya. Sebagian dari mereka terlihat harus diinfus.

Nurbit yang baru beberapa bulan menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kampar sibuk membuat keputusan. Siapa akan dirawat, di mana dan siapa akan dirujuk ke mana pada malam itu.

Lebih dari 100 warga yang memenuhi undangan pesta di rumah salah satu warga di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar Timur,  tiba-tiba mual-mual dan muntah hingga harus dilarikan ke Puskesmas tersebut. Korban berdatangan sejak sore.

‘’Tunggu dulu saya belum bisa memberikan keterangan apa-apa?’’ kata Nurbit didampingi stafnya dari Dinas Kesehatan Kampar dan juga petugas di Puskesmas Kampar Kiri yang sudah sibuk sejak sore hari.

Memang jika dilihat dari tepi Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, sedang terjadi peristiwa luar biasa. Ratusan orang menyemut di luar gedung puskesmas yang biasanya sangat sepi pada malam hari itu. Namun dari angka korban yang dilaporkan Nurbit mencapai 109 sekitar pukul 22.00 WIB. Itu memang peristiwa yang tidak kecil. Makanya puskesmas tersebut langsung ditetapkan sebagai Crisis Center.

‘’Kalau suspect itu sekitar 109 orang, tapi yang ditangani di Crisis Center saat ini 60 orang. Sebagian ada yang sudah pulang, ada yang dirujuk ke RSUD Bangkinang, Bunda Annisa dan ada juga yang dirujuk ke RS Aulia. Jadi kondisinya macam-macam, hingga beberapa memang harus dirujuk,’’ kata Nurbit.

Kondisi ini sendiri bermula sejak Sabtu (30/6) ketika sebuah pesta di Desa Koto Perambahan menggelar pesta dengan undangan mencapai 400 orang. Baru pada siang kemarin, para tamu dari pesta tersebut mengalami gejala yang tidak biasa. Mulai dari mual hingga muntah-muntah. Namun Diskes Kampar belum bisa memastikan penyebabnya.


KOMENTAR
Berita Update
PEMILU 2019
Bacaleg 2019 dari PSI Dipastikan Tak Ada Napi Korupsi
Selasa, 17 Juli 2018 - 18:00 wib
PER MARET 2018
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun, Ini Alasannya Menurut Sri Mulyani
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib

Satukan Suara, IKSM Gelar Halalbihalal
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Megawati Tak Pernah Mengintervensi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:40 wib

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:30 wib
DIHARAP LEBIH DARI SATU
Pilpres 2019 Hanya Diikuti Calon Tunggal? Simak Skenario dari KPU Ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib

Program Asuransi Jiwa Bantu Nelayan
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:10 wib
PILPRES 2019
Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Nasdem: Semakin Cepat Gabung Tentu...
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Satukan Suara, IKSM Gelar  Halalbihalal

Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 WIB

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP

Selasa, 17 Juli 2018 - 17:30 WIB

Program Asuransi Jiwa Bantu Nelayan

Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 WIB

Dibubar Paksa, Demo RTK Ricuh

Selasa, 17 Juli 2018 - 17:00 WIB

Diharapkan Serap Tenaga Kerja

Selasa, 17 Juli 2018 - 16:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us