Depan >> Berita >> Hukum >>
Ada Permainan ’’Garansi” di Kasus Setnov
Senin, 02 Juli 2018 - 12:44 WIB > Dibaca 418 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) Setya Novanto (Setnov) belum terwujud sampai sekarang. Padahal, vonis perkara pokok Setnov dalam skandal rasuah kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sudah hampir tiga bulan berlalu.

Lambatnya penanganan perkara TPPU Setnov dianggap sebagai kemunduran. Sebab, saat tuntutan perkara KTP-el, jaksa KPK mendalilkan bahwa perkara Setnov serasa TPPU. Itu seiring aliran uang KTP-el kepada Setnov yang melintasi beberapa negara. Artinya, TPPU itu kuat mengarah pada Setnov.

Sumber internal KPK menyatakan, penanganan perkara TPPU Setnov bergantung pada pimpinan. Sebab, pimpinanlah yang bisa mendorong para penyidik untuk segera membuka perkara TPPU tersebut.

”Tagih saja janjinya (pimpinan KPK soal TPPU Setnov, red),” ujar sumber tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPK Agus Rahardjo memang tidak memberikan jawaban soal kapan Setnov dijerat undang-undang TPPU sebagaimana dia sampaikan sebelumnya. Dia tidak membalas pertanyaan Jawa Pos (JPG) yang dikirim melalui pesan singkat, kemarin.

Terkait sikap pimpinan tersebut, sumber itu mengungkapkan memang muncul indikasi penanganan perkara TPPU Setnov tidak dinaikan ke penyidikan. Setidaknya, sampai satuan tugas (satgas) yang menangani kasus KTP-el, kembali dalam formasi semula. Yakni, dengan Novel Baswedan sebagai pimpinannya.

”Ini penting, karena bisa jadi itu (Setnov tidak dikenakan TPPU) adalah garansi,” ungkap sumber tersebut.

Garansi yang dimaksud adalah berkaitan dengan indikasi tawar-menawar proses hukum Setnov di KPK. ”Ada garansi istri sama anaknya nggak kena (jadi tersangka) dan garansi TPPU-nya nggak akan dikenakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Setnov divonis hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp500 juta serta uang pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar. Baik KPK maupun Setnov tidak mengajukan banding atas putusan tersebut. Sehingga, KPK pun langsung mengesekusi pidana Setnov ke Lapas Sukamiskin.(tyo/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi

Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:40 wib

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Elite PKS Protes Manuver Prabowo, Begini Komentar Gerindra
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Tio Pakusadewo Kecewa Sidang Putusan Ditunda Pekan Depan
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:30 wib

Diskes Siagakan Tim Medis di MTQ
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:20 wib
PILPRES 2019
Prabowo Kian Sering Lakukan Manuver Politik, Tak Percaya PKS Lagi?
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:15 wib
TERKAIT PENYERANGAN BOM MOLOTOV
Gerakan #2019GantiPresiden Terus Jalan meski Mardani Diteror
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sidang Syafruddin Temenggung, Begini Kesaksian Mantan Wapres Boediono
Tingkat Stres Tinggi, Anggota Brimob Nekat Tembak Kepala Sendiri
Soal Proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih Tulis Surat Klarifikasi, Isinya...
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Gerak Cepat KPK Tangani Kasus Korupsi PLTU Riau 1

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:41 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini