Bentuk Satgas Tangkal Radikalisme
Minggu, 01 Juli 2018 - 14:11 WIB > Dibaca 387 kali Print | Komentar
Bentuk Satgas Tangkal Radikalisme
Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Radikalisme tak hanya muncul di kampus umum negeri, tetapi juga menyusup di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Menag Lukman Hakim Saifuddin memerintahkan rektor PTKIN untuk membentuk satuan tugas (satgas) atau task force guna menangkal perkembangan paham radikal dan ekstrimisme di kampus.

Perintah pembentukan satgas itu merupakan salah satu hasil diskusi dalam halal bihalal dengan jajaran rektor PTKIN seluruh Indonesia di rumah dinas Menag Jumat malam lalu (29/6). ’’Agar rektor lebih serius melakukan counter narasi. Tidak hanya wacana, tetapi juga ada aksi,’’ kata Lukman.

Dia menjelaskan, kampus PTKIN harus merespons merebaknya paham Islam radikal yang saat ini sudah meresahkan masyarakat.

Menurut dia, paham Islam radikal dan ekstrimisme mulai memengaruhi sejumlah mahasiswa bahkan dosen. Baik itu di kampus umum negeri, maupuan PTKIN. Contohnya pernah terjadi pembaitan ISIS di lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan.

’’Masing-masing rektor membuat task force. Kumpulkan dosen yang memiliki kemampuan untuk mengisi forum-forum publik dengan narasi Islam rahamatan lil alamin,’’ tuturnya.

Forum publik itu mulai dari mimbar akademik di kampus, kolom tulisan di media massa, seminar-seminar publik, sampai timeline media sosial.

Dia tidak ingin forum-forum publik itu malah jadi media promosi kelompok paham Islam radikal. Lukman tidak ingin Islam malah dibajak oleh kelompok radikal dan ekstremisme yang ingin menjatuhkan bangsa Indonesia. Kata dia, keberadaan task force atau satgas itu cukup penting. Sebab urusan menangkal radikalisme di kampus tidak bisa hanya dibebankan ke rektor. ’’Saya paham rektor itu kesibukannya luar biasa,’’ jelasnya.

Selain membentuk satgas, Lukman juga ingin memperbaiki kurikulum di PTKIN. Misalnya dosen mata kuliah umum seperti ekonomi, kedokteran, dan sejenisnya, diberikan penataran tentang keislaman dan keindonesia yang cukup. Begitu pula mahasiswa yang mengambil jurusan umum, juga diberikan porsi perkuliahan studi Islam yang komperhensif.

’’(Mata kuliah) Studi Islam perlu untuk semua program studi,’’ katanya.

Lukman merasa heran ketika ada mahasiswa atau bahkan dosen yang menjadikan fiqih sebagai akidah. Sebab, varian fiqih itu sangat banyak. Untuk itu dia mengatakan mahasiswa harus dibekali dengan dasar-dasar ilmu keislaman yang cukup.

Pertemuan ini juga dihadiri rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 1998-2006 Azyumardi Azra. ’’Mengimpor radikalisme ke Indonesia itu keblinger. Proses radikalisasi di kampus umum dan UIN itu ada. Di prodi-prodi umum,’’ ungkapnya.(wan/oki/)

KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini