Kanker Payudara Bisa Dideteksi dari Napas dan Urine
Minggu, 01 Juli 2018 - 13:36 WIB > Dibaca 277 kali Print | Komentar
Kanker Payudara Bisa Dideteksi dari Napas dan Urine
ilustrasi - internet
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Ada kabar menggembirakan di dunia kesehatan, khususnya untuk perempuan. Kanker payudara tahap awal ternyata bisa dideteksi dari tes napas dan urine.

Biomarker kanker payudara secara akurat terdeteksi dalam penelitian baru oleh para peneliti di Universitas Ben-Gurion dengan menggunakan dua “gas hidung” sensor pada napas dan spektrometri massa kromatografi gas (GC-MS), metode pengujian zat yang ditemukan dalam urine.

“Kelangsungan hidup penderita kanker payudara sangat terkait dengan sensitivitas deteksi tumor,” kata rekan penulis studi tersebut, Yehuda Zeiri, seperti dilansir laman MSN.

“Metode yang akurat untuk mendeteksi tumor yang lebih kecil dan lebih awal tetap menjadi prioritas dan pendekatan baru kami menggunakan urin dan sampel napas yang dihembuskan, dianalisis dengan proses yang tidak mahal, tersedia secara komersial, non-invasif, mudah diakses dan bisa dengan mudah diimplementasikan dalam berbagai pengaturan,” jelas Zeiri.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Biology and Medicine, menemukan bahwa metode nafas mampu mendeteksi sel kanker secara akurat lebih dari 95 persen dari waktu dengan elektronik e-nose.

Alat murah merasakan penyakit dengan mengambil pola napas yang unik pada wanita. Demikian pula, tes urin terbukti akurat 85 persen dari waktu ke waktu.

Metode skrining utama saat ini untuk kanker payudara - melalui mamografi - tidak bisa selalu mendeteksi tumor yang sangat kecil di jaringan padat.

Tes biasanya 75 persen hingga 85 persen akurat, tetapi angka itu turun menjadi 30 persen hingga 50 persen pada wanita bertubuh padat.

Dan mamografi digital dual-energi-sarana yang lebih efektif untuk menemukan tumor kecil dan memaparkan pasien terhadap radiasi.

“Dengan studi lebih lanjut, mungkin juga bisa menganalisa contoh napas dan urin yang dihembuskan untuk mengidentifikasi jenis kanker lainnya juga,” pungkas Zeiri.(fny/jpnn)


KOMENTAR
Berita Update
MENGAKU BERTANGGUNG JAWAB
Ketika Final Piala Dunia 2018 Terganggu Protes Pussy Riot Terhadap Putin
Senin, 16 Juli 2018 - 17:40 wib
JELANG PENDAFTARAN KE KPU
Pilpres 2019, Ini Alasan Demokrat Masih Belum Tentukan Arah Koalisi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:30 wib
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib
PIALA DUNIA 2018
Mbappe yang Kian Dekat dengan Pele usai Jadi Pemain Muda Terbaik FIFA
Senin, 16 Juli 2018 - 16:50 wib
KASUS DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Vonis Tiga Tahun Penjara Dijatuhkan Terhadap Dokter Bimanesh
Senin, 16 Juli 2018 - 16:40 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
BERBEDA DENGAN JARINGAN YOGYAKARTA
Kata Kapolri, OTK yang Menyerang Mapolres Indramayu Terduga Teroris JAD
Senin, 16 Juli 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Cek  Kadar Gula tanpa Luka

Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:50 WIB

1,9 Juta Anak Ditarget Imunisasi Campak dan Rubella
Dampak Gadget bagi Kesehatan Mata

Jumat, 13 Juli 2018 - 11:08 WIB

Cara Sehat Mengatasi Jerawat

Jumat, 06 Juli 2018 - 14:44 WIB

Penjualan Susu Kental Manis Harus Dihentikan Sementara, Ini Alasan DPR
Sagang Online
loading...
Follow Us